Relawan Tionghoa Peduli Covid-19 Gelar Duan Wu Jie Secara Sederhana

Administrator - Sabtu,20 Juni 2020 - 14:56:46 wib
Relawan Tionghoa Peduli Covid-19 Gelar Duan Wu Jie Secara Sederhana

RADARRIAUNET.COM : Relawan Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menggelar Festival Bakcang atau dikenal juga dengan sebutan Duan Wu Jie secara sederhana. Acara dihelat di sekretariat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Jalan Setia Budi, Pekanbaru.

Menurut inisiator acara sekaligus wakil ketua PSMTI Riau Bidang Sosial, Afong, perayaan salah satu budaya Tionghoa penting yang sebenarnya jatuh pada Kamis (25/6/2020) itu digelar secara sederhana khusus bersama para relawan Tionghoa Peduli Covid-19 Riau.

“Ini bentuk apresiasi atas dedikasi dan kekompakan relawan Tionghoa Peduli Covid-19, sekaligus melestarikan budaya Tionghoa,” ujar Afong didampingi Wakil Ketua PSMTI Riau Bidang Humas dan Media, Ket Tjing di lansir Cakaplah.com sabtu 20 Juni 2020.

Duan Wu Jie dikenal yang juga dengan sebutan Festival Peh Cun dengan makanan khas kue cang atau bak cang di kalangan Tionghoa Indonesia, merupakan salah satu budaya yang masih dirayakan oleh warga Tionghoa di seluruh dunia.

Festival budaya yang digelar setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek sejak sekitar 2300 dihitung dari masa Dinasti Zhou tersebut, untuk mengenang sekaligus meneladani kesetiaan dan cinta negara Chu dari seorang Menteri yang bernama Qu Yuan (339-277 SM).

“Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, diharapkan kita dapat menumbuhkan jiwa nasionalis cinta tanah air Indonesia,” imbuh ketua harian PSMTI Riau Jailani Tan yang hadir bersama ketua tim Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau, dr Devy Marisca.

Jailani menginformasikan bahwa dalam rangka pelestarian budaya Duan Wu Jie, akan diadakan kegiatan belajar memasak kue cang halal pada Ahad (21/6/2020) pukul 09.00 WIB hingga selesai di sekretariat PSMTI Riau.

“Kegiatan tersebut juga akan diikuti oleh generasi muda Tionghoa, Perwanti Riau, dan anggota Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang berdomisili di kota Pekanbaru,” jelas Jailani Tan.

RRN/CPL.