11 warga Bukit Raya gelar uji swab

Administrator - Rabu,03 Juni 2020 - 13:20:41 wib
11 warga Bukit Raya gelar uji swab
Seorang warga mengikuti tes cepat (rapid test) COVID-19 di Puskesmas Senapelan.

RADARRIAUNET.COM : Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan uji swab terhadap 11 warga Bukit Raya, sekaligus rapid test massal guna mencari dan mengobati dengan cepat warga yang dicurigai tertular COVID-19.

Di lansiran Antaranews.com, Uji swab terdapat tiga warga reaktif hasil temuan saat rapid test massal. Selain warga yang reaktif, Diskes juga menelusuri keluarga inti tiga warga yang reaktif itu.
"11 orang yang di-swab bukan hanya dia, keluarga intinya juga, suami istri dan anak,"katanya.

Saat ini, ketiga warga ini sudah diisolasi dan dirawat di Rumah Sakit Daerah Madani. Ini cara penanggulangan COVID-19 terkini, agar lebih mudah mengatasi pemutusan mata rantai dimana setiap yang reaktif tidak lagi karantina mandiri akan tetapi langsung diambil alih oleh tim. Jika nanti ternyata tiga orang ini dinyatakan positif, maka tim akan lakukan swab seluruh keluarga yang ada di rumah pasien.

"Tiga orang ini sudah dirawat di RSD Mandiri, keluarga intinya isolasi mandiri saja," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi mengatakan, dua orang warga setempat yang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokoler COVID-19.

"Keduanya wanita, warga Tampan, Pekanbaru," kata dr Mulyadi di Pekanbaru, Selasa.

dr Mulyadi mengatakan, PDP ke-60 yang meninggal atas nama Ny RS usia 31 tahun, warga Kelurahan Sidomulyo Barat, Tampan.

"Masuk rumah sakit 30 Mei dengan gejala penyerta, meninggal 1 Juni 2020," katanya.

Kemudian PDP ke-61 yang meninggal dunia atas nama Ny M usia 53 tahun, warga Kelurahan Simpang Baru, Tampan, masuk rumah sakit 1 Juni, meninggal 2 Juni.

"Kami turut berbela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan, dengan demikian total PDP yang meninggal di Pekanbaru hingga 2 Juni 2020 sebanyak 61 orang," katanya.

RRN/ANT