Macet di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru, Kapolres Bengkalis: Polri Harus Cepat Tanggap

Administrator - Kamis,08 September 2016 - 11:44:06 wib
Macet di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru, Kapolres Bengkalis: Polri Harus Cepat Tanggap
Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono (tengah) didampingi Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo (kiri) melakukan tatap muka dengan anggota Polsek Mandau. grc
RADARRIAUNET.COM - Kunjungan kerja Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono bersama Ketua Cabang Bayangkhari Polres Bengkalis di Polsek Mandau, Kamis (8/9/2016) pagi dimulai tatap muka dengan seluruh anggota Polsek Mandau dan pemaparan mengenai tanggung jawab serta tugas Polri.
 
Dikatakan Kapolres, meski Polisi sering dicaci maki serta diolok-olok, tetapi Polri tidak boleh benci dengan mereka. Sebagai Polri harus cepat tanggap dan respon dalam menanggapi segala permasalahannya di tengah masyarakat.
 
"Contohnya saja, kondisi jalan yang macet saat ini. Masyarakat tahunya polisi mana? Polisi dimana?. Itu menandakan mereka membutuhkan kehadiran kita di lapangan untuk membuat kondisi Jalan menjadi tertib, meskipun mereka mengatakan benci dengan polisi, tetapi mereka tetap butuh kita," ujar Kapolres dalam paparannya kepada anggota Polsek Mandau, seperti yang dikutip awak media.
 
Maka dari itu, lanjut AKBP Hadi Wicaksono, Polisi harus semangat turun ke lapangan untuk mengurai kemacetan Jalan agar situasinya menjadi kondusif, aman, lancar dan tertib.
 
"Seperti yang sudah dilakukan teman-teman kita di lapangan. Meski sudah masuk hari ke-3 kemacetan terjadi, masyarakat tetap patuh dan tertib dengan solusi jalan buka tutup. Saya ingin, apa yang menjadi harapan Bapak Kapolri, Bapak Kapolda dan saya sendiri kepada rekan-rekan dapat tercapai," sebut AKBP Hadi wicaksono didampingi Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo.
 
Mengenai kondisi Jalan Lintas Duri-Pekanbaru masih macet sampai saat ini. Sejumlah personil kepolisian berada di jalan tersebut untuk mengatur akses Jalan yang buka tutup. Untuk kendaraan besar seperti truk dan bus terlihat antre hingga belasan kilometer, sementara mobil pribadi memilih jalan alternatif di perkebunan warga. 
 
 
grc/radarriaunet.com