Ratusan Hektar Tanaman Pangan di Rohul Gagal Panen

Administrator - Sabtu,08 Agustus 2015 - 00:28:08 wib
Ratusan Hektar Tanaman Pangan di Rohul Gagal Panen
Dok: RR

PASIR PANGARAIAN (RRN) - Kekeringan yang melanda wilayah di Provinsi Riau termasuk Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sejak sebulan terakhir berdampak keringnya lahan tanaman pangan milik petani.  Bukan hanya sumur dan kolam milik masyarakat yang mengalami kekeringan, untuk tanaman pangan milik petani dimusim kemarau juga tidak dialiri air. Malahan berdasarkan data pihak Dinas Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Rohul, luas lahan tanaman pangan yang mengalami kekeringan capai 161 hektar.

Dari 161 hektar, diantaranya 141 hektar lahan pertanian, seperti tanaman jagung yang berada di Kecamatan Rambah, Rambah Samo, Rambah Hilir dan Bangun Purba. Sedangkan sekitar 20 hektar tanaman kedelai yang mengalami gagal panen, berada di Kecamatan Kunto Darusalam dan Rokan IV Koto.


Menurut Kepala Dinas TPH Rohul, Mubrizal SP MMA, akibat kemarau yang terjadi dua bulan terakhir, tanaman jagung dan kedelai milik petani mengalami kekeringan, sehingga tanaman pangan tersebut mengalami gagal panen. Mubrizal juga mengakui, untuk tanaman jagung dan kedelai yang dilanda kekeringan, rata-rata disaat dalam kondisi berbunga.Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak, dengan terjadi peristiwa alam tersebut. Karena dengan kondisi kekeringan, para petani sulit untuk mendapatkan sumber air. Pemkab Rohul siap membantu pompanisasi air.


Mubrizal menghimbau, agar para petani tanaman pangan yang lahannya keringan, disaat musim kemarau yang panjang ini, agar dapat mengantisipasinya dengan pompanisasi, bila ada sumber air.’’Bila ada sumber air, petani dapat menggunakan Pompanisasi. Maka bila tidak ada sumber air tentunya petani tidak bisa berbuat banyak,’’jelasnya.


Disebutkannya lagi, ratusan hektar tanaman jagung dan kedelai yang mengalami gagal panen itu, sebelumnya ditanam pada bulan Maret-April 2015. Sedangkan tanaman padi milik petani terutama di lahan persawahan telah dilakukan panen, sehingga tidak ada mengalami kekeringan disaat terjadi musim kemarau saat ini. “Dengan terjadinya kemarau panjang, kita berharap petani lakukan penundaan penanaman padi khususnya dilahan tadah hujan. Bila untuk lahan persawahan itu masih ada sumber air yang cukup, maka tetap dilakukan penanam. Karena penanaman padi akan dilakukan di akhir Agustus dan awal September 2015 mendatang,’’ ucapnya.


Mubrizal mengakui, dampak kekeringan yang terjadi, para petani merugi ratusan juta rupiah. Karena disebabkan penyusutan hasil produksi, dimana untuk tanaman jagung susut 432 ton, tanaman kedelai susut 40 ton. Sedangkan di Rohul sendiri sebut Mubrizal lagi, luas tanaman pangan milik petani yang mengalami gagal panen seperti Jagung dan Kedelai sudah disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau. “Kita sudah mengusulkan ke Provinsi, bahwa tanaman pangan milik petani yang alami gagal panen di Rohul, agar dapat dibantu dengan penggantian bibit tanaman,’’ harapnya. (acce)