Strategi Wardan Jaga Kerukunan Beragama di Masyarakat

Administrator - Selasa,15 Oktober 2019 - 11:51:26 wib
Strategi Wardan Jaga Kerukunan Beragama di Masyarakat
Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM. Wardan, MP. Foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir secara tegas dan terus menerus melakukan pengawasan dalam menjaga kerukunan beragama di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM. Wardan, MP saat melakukan silaturahmi dan dialog kebangsaan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini.

"Banyak upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, sehingga dari itu perlu kita menyikapi dan mengantisipasi lebih dini jangan kita ikut terprovokasi, "ungkap Bupati HM.Wardan. Selain itu, bupati mengatakan dengan adanya kejadian di Papua, sebagai langkah antasipasi, dialog dalam rangka menciptakan dan mewujudkan suasana aman, damai, tertib dan harmonis harus sering dilakukan di Kabupaten Inhil.

"Kabupaten Indragiri Hilir terkenal Kabupaten yang terluas di Provinsi Riau dengan suku yang bermacam-macam dan masyarakat yang heterogen diharap tetap terjaga dengan baik," katanya. Wardan juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesatuan serta kerukunan NKRI, dengan cara memakmurkan mesjid dengan ibadah sholat wajib berjamaah.

“Menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya melalui sholat berjemaah. Mari kita sama-sama datang ke mesjid untuk melaksanakan sholat 5 waktu, sehingga jalinan tali silaturahim tetap terjaga.,” ungkap HM Wardan. Berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Inhil dalam menjaga kerukunan beragama masyarakat diantaranya, Wardan terus mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan suasana rukun dan damai.

"Tentunya hal itu dapat menjadi pondasi yang mampu memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya wilayah Inhil. Oleh sebab itu saya harapkan agar masyarakat Inhil dapat menjaga suasana yang kondusif ini," ujarnya. Menurut dia kerukunan merupakan hal yang bersifat dinamis dan cepat dapat berubah, namun tentunya suasana yang aman juga damai menjadi harapan dan impian setiap daerah.
"Oleh karena itu, kerukunan umat beragama harus selalu kita jaga dan pelihara," ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa saat ini sudah semestinya kita dapat menerima perbedaan, tidak perlu lagi membuang energi untuk mempermasalahkan dan memperdebatkan perbedaan keyakinan agama. "Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat bersikap untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada disekeliling kita," katanya. Kepala bidang Ketahanan ekonomi budaya, agama dan kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Riau Hermansyah mengatakan bahwa Kesbangpol provinsi berperan membangun keamanan, ketertiban dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Sinergi yang terjalin dengan baik antara kabupaten dan kota sangat diperlukan sebagai forum komunikasi umat beragama. Dengan hal itu sosialisasi menjaga keharmonisan antar umat beragama ini akan sampai kemasyarakat, dan untuk membangun keharmonisan itu diperlukan upaya yang berkelanjutan," paparnya.

"Perlu kami sampaikan, kita tidak ada melarang melaksanakan peribadatan. Melainkan kita justru mengamankan hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Wardan dalam rapat bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Tembilahan, Inhil, Rabu lalu. Menanggapi beberapa peristiwa yang terjadi di masyarakat terkait persoalan kerukunan beragama, Wardan menyerukan agar masyarakat menjaga kerukunan beragama diantara sesama pemeluk agama.

Wardan mengatakan awalnya ada penolakan dari warga Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, terhadap penggunaan rumah tinggal sebagai rumah ibadah. Wardan menyatakan sudah ada musyawarah yang dilakukan, tapi warga tetap menolak. "Terkait hal itu sudah dilakukan musyawarah beberapa kali. Namun masyarakat setempat tetap menolak adanya aktivitas kegiatan beribadah," kata Wardan. Menurutnya, pendirian peribadatan yang dipersoalkan warga itu belum memenuhi aturan yang berlaku. Wardan juga mengatakan Forum Kerukunan Umat Beragama sudah melakukan sosialisasi.

"Artinya, pendirian tempat ibadat tersebut belum memenuhi peraturan bersama Menteri Agama dan Mendagri Nomor 9 dan Nomor 6 Tahun 2016. Kita sudah melakukan sosialisasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama," kata Wardan. Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan ibadat warga di sebuah tenda dibubarkan oleh petugas. Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Di video tersebut, awalnya tampak sekelompok warga sedang beribadat dengan dipimpin pendeta, lalu tampak seorang petugas. Petugas itu sempat berbicara dengan pendeta kemudian tiba-tiba dua orang ibu-ibu berteriak minta tolong sambil menarik tangan petugas.

Video itu disebut direkam pada pada Minggu (25/8). Saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pemkab Inhil Trio Beni membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Kritang, Kabupaten Inhil.

"Itu yang datang Satpol PP Pemkab Inhil. Untuk memperingatkan agar mematuhi aturan yang ada. Karena lokasi tersebut tidak memiliki izin," kata Trio. Sebelumnya, Pemkab Inhil sudah menyurati kelompok masyarakat tersebut untuk tidak menjadikan rumah sebagai tempat ibadah. Dia menyebut tokoh agama setempat juga sudah duduk bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

"Pendetanya sudah ada kesepakatan bersama di FKUB yang bersepakat bahwa rumah tidak boleh dijadikan tempat ibadah. Dalam rapat tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh agama lainnya," kata Trio.
Meski demikian, menurut Trio, para warga tetap menggelar ibadah dengan mendirikan tenda di perkarangan kosong di sebelah rumah itu. "Alasannya yang dilarang kan di dalam rumah, sehingga mereka membuatnya di luar rumah tersebut," kata Trio.

Trio menegaskan Pemkab Inhil tidak melarang warganya beribadah. Pemkab meminta agar izin tempat ibadah diurus terlebih dahulu.
"Tidak benar, Pemkab Inhil melarang warga beribadah. Pemkab Inhil hanya minta agar tempat ibadah harus terlebih dahulu diurus izinnya. Sekali lagi, tak ada larangan umat beribadah," ujarnya.

Untuk menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhil baru-baru ini melakukan acara Istigosah dan doa bersama dalam rangka bersempena maulid nabi Muhammad Saw sekaligus menanamkan nilai moral khususnya dalam menjaga kerukunan beragama di tengah masyarakat. Menurut penceramah kondang Ustadz Muhammad Hayatun Attaly atau dikenal juga dengan Ustdz Mohay dari Jakarta mengatakan, ada 3 cara untuk menerapkannya, pertama Dakwah (Amar Ma'ruf mengajak kepada kebaikan dengan cara yang lembut), kedua Hijma (Nahi Mungkar, mencegah kemungkaran dengan cara yang tegas), dan yang ketiga Jihad (Perang membela agama).

"Islam mengajarkan kepedulian, saling memperhatikan, saling mengasihi, karena sikap tidak perduli adalah sikap orang yahudi" Begitu kata Ustadz Mohay saat ceramah.

Wardan mengatakan, Dengan kegiatan ini terwujudnya rasa kebersamaan antara kita, dan ini merupakan suatu modal kekuatan untuk bersatu, meningkatkan persaudaraan, meningkatkan kebersamaan kita dalam pembangunan. karena pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja tetapi juga masyarakat.

Saya atas nama pemerintah Kab.Inhil meyambut baik sekaligus mendukung atas diselenggarakannya acara istighosah dan do'a bersama bersempena maulid nabi muhammad saw.

"Saya berharap melalui momentum istighotsah dan do'a bersama ini, kita semua dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan sekaligus memohon kepada allah swt, tuhan yang maha kuasa agar menjaga dan melindungi bangsa dan NKRI ini dari perpecahan dan dari hal-hal lain yang tidak kita inginkan. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada hari ini tanggal 2 desember 2016, sebahagian umat islam menggelar sebuah aksi damai di ibu kota jakarta. Oleh sebab itu, pada momentum istighosah ini , saya mengajak merilah kita do'akan juga agar aksi tersebut berjalan dengan tertib dan aman serta apa yang menjadi akar permasalahannya dapat diproses dan terselesaikan dengan baik dan adil sebagaimana mestinya," paparnya.

Pada saat ini sebut Wardan, persatuan dan kesatuan bangsa kita sedang diuji oleh allah swt. Maka dari itu,marilah kita hadapi ujian ini dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi.
"Semoga melalui ujian ini, bangsa dan negara kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri sehingga kedepannya bisa menjadi lebih baik.

Saya juga mengajak marilah kita memperkuat aukhuwah ilamiyah serta menjaga kerukunan dan toleransi terhadap perbedaan yang ada sehingga terwujudnya persatuan dan kesatuan yang kokoh, kuat dan tidak mudah dipecahbelahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta terciptanya suasana yang kondusif, aman,damai dan harmonis. Marilah kita jadikan Rasulullah swt sebagai panutan atau uswatun hasanah dalam kehidupan kita agar selamat baik di dunia dan akhirat," ajak Wardan.

Terpisah, Asisten I Setda Indragiri Hilir, Afrizal saat membacakan sambutan Bupati HM Wardan pada kegiatan pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Periode 2016-2019 yang dilaksanakan di lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia, Tembilahan beberapa waktu lalu.

"Jangan pernah membuang energi untuk mempermasalahkan dan memperdebatkan perbedaan keyakinan dan agama," terangnya.

Dia juga mengatakan bahwa yang terpenting saat ini saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada, sehingga tidak menumbuhkan perselisihan antar umat melainkan melestarikan persatuan dan kerukunan yang sudah terbina sekian lama.

"Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat Indragiri Hilir masih memegang teguh apa yang dikatakan dan dicontohkan para tokoh agama dalam kehidupan sehari-hari, dan oleh karenanya, membina umat untuk menjaga teguh kerukunan perlu terus kita galang bersama," ucap Dia.

Mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Indragiri Hilir ini juga mengharapkan agar terus menanamkan dan mengimplementasikan pola hidup berdampingan secara damai, rukun dalam indahnya perbedaan kepada masing-masing umat. "Mari kita bersatu dan jangan terpecah belah," pesannya.

Terus menjaga ketentraman keamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta kerukunan antar umat beragama yang ada dilingkungan Kabupaten Indragiri hilir, Kodim 0314/Inhil Khususnya Koramil 01/Tembilahan melakukan kunjungan ke Wihara Budi Bhakti Inhil (Kelenteng).

Kapten Cba Justis, Sid. Selaku Koramil 01/Tembilahan katakan ke media bahwa ini merupakan langkah antisipatif guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh umat beragama khususnya yang berada wilayah Tembilahan.

"Ini merupakan langkah ataupun upaya kita guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada disini serta meningkatkan toleransi baik itu antar umat beragama maupun, suku, ras, serta etnis lainnya,"ungkap Justin. Lebih lanjut Kapten Cba Justin Sid mengatakan, sejauh ini kerukunan serta toleransi umat beragama di Inhil Bisa dikatakan tinggi.

"Untuk di Inhil kerukunan antar umat beragama serta toleransinya bisa dikatakan tinggi, dan untuk itulah kita berkunjung ke saudara-saudara kita yang ada disini, sambil memastikan kenyamanannya dalam beribadah kita juga mempererat silaturrahmi," jelasnya.

Ditempat yang bersamaan Ketua Persatuan Masyarakat Tionghoa (PSMTI) Inhil, Erydjono Djailani mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Inhil serta aparat TNI yang telah berperan aktif untuk menjaga kerukunan hidup antar umat beragama di Inhil.

"Kita sangat berterimakasih kepada Pemerintah Daerah dan TNI yang telah berperan aktif untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama, serta kita berharap baik itu kepada Pemkab maupun aparat TNI serta kepolisian untuk memfasilitasi sehingga kita bisa duduk bersama guna mencegah serta meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan," ungkap ketua PSMTI tersebut didampingi Ketua Yayasan Wihara Budi Bhakti.

 

RR/DTC/MCR/RAC