Riau Sudah di Depan Pintu Memasuki Level Darurat Narkoba

Administrator - Minggu,16 Agustus 2015 - 20:00:03 wib
Riau Sudah di Depan Pintu Memasuki Level Darurat Narkoba
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.
BENGKALIS (RRN) – Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kasus besar upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi ke Provinsi Riau berhasil diungkap aparat penegak hukum. Saat ini, meskipun belum disebut dalam kondisi darurat, konon Riau sudah berapa di depan pintu memasuki level darurat narkoba. Tak hanya itu, cap Riau sebagai provinsi pintu masuk dan perlintasan narkotika dari negara tetangga Malaysia oleh sindikat narkotika internasional sulit dibantah. Pasalnya, dalam beberapa hari belakangan ini, tiga kasus penyelundupan narkotika dalam jumlah besar terungkap di perairan Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai. Sebagai kabupaten yang juga berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, pengungkapan kasus penyelundupan narkotika di kedua daerah ini mendapat perhatian serius dari Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie. Selain memberikan apresiasi atas keberhasilan jajaran aparat penegak hukum mengungkap kasus tersebut itu, Ahmad Syah mengingatkan warganya untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Sebab sebagai kabupaten yang juga berbatasan langsung dengan negara tetangga, imbuh Ahmad Syah, maka tidak tertutup kemungkinan daerah berjuluk Negeri Junjungan ini juga dijadikan tempat transit jaringan narkoba internasional sebagaimana Rokan Hilir dan Dumai tersebut. Apalagi di daerah ini banyak terdapat pelabuhan tikus. "Seluruh lapisan masyarakat harus peduli dan berpartisipasi aktif. Pantau dan waspadai setiap aktifitas siapapun yang patut dicurigai ada kaitannya dengan peredaran narkoba. Termasuk warga setempat. Segera laporan kepada aparat penegak hukum atau pemerintahan terdekat bila mengetahuinya," harap Ahmadd Syah, sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri, Kamis (13/8/2015). Memang, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, banyak sekali desa di kabupaten yang memiliki 136 desa ini yang berpotensi dan dapat dijadikan pintu masuk atau penyelundupan narkoba negara luar negeri, seperti Malaysia. Lebih-lebih untuk desa-desa yang berada di wilayah pesisir seperti di Kecamatan Bantan, Bengkalis, Bukt Batu, Siak Kecil, Rupat dan Rupat Utara yang umumnya memang memiliki pelabuhan rakyat atau pelabuhan tikus. (hms/rrn)