Jangan Terlalu Mudah Percaya Pada Orang tak Dikenal Datang ke Rumah

Administrator - Kamis,17 September 2015 - 11:11:07 wib
Jangan Terlalu Mudah Percaya Pada Orang tak Dikenal Datang ke Rumah

BENGKALIS (RRN) - Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis Johansyah Syafri mengharapkan masyarakat di daerah ini yang sedang bepergian atau pada waktu-waktu tertentu rutin tidak berada rumah, untuk senantiasa waspada. “Supaya selalu mengingatkan keluarga atau siapapun orang ada di rumah, agar tidak melayani orang yang tak dikenal yang datang ke rumah. Karena saat ini ditenggarai ada modus penipuan baru yang tengah dikembangkan oleh kelompok tertentu,” terang Johan, Rabu (16/5/2015).


Diceritakan Johan yang saat ini mengaku tengah dinas keluarga kota, tadi siang sekitar 11.00 WIB, dua orang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor datang ke rumahnya. Kebetulan saat istrinya juga sedang keluarga rumah membezuk anak tetangganya yang tengah di rawat di RSUD Bengkalis.


Kepada pekerja di rumah yang saat itu tinggal sendirian, imbuh Johan, kedua laki-laki yang sama sekali tidak dikenali pekerjanya tersebut mengatakan disuruh untuk mengambil sepeda atas perintah dirinya. “Bapak menyuruh kami mengambil sepeda,” ujar salah seorang dari dua ‘tamu tak diundang’ itu kepada pekerja di rumahnya sebagaimana disampaikan Johan mengutip informasi yang disampaikan istrinya melelai telepon.


Untung saja saja, imbuh Johan, pekerja di rumahnya itu tanggap dengan situasi dan mengetahui kalau dirinya sedang dinas keluar kota. “Kami tak punya sepeda, yang ada cuma sepeda kecil. Begitu jawab pekerja di rumahnya,” ujar Johan lagi.


Masih kata Johan, memperoleh jawaban tersebut, kepada pekerja di rumahnya, kedua ‘tamu tak diundang’ itu mengatakan tidak apa-apa. Sepeda kecil juga boleh. Singkat cerita dan entah apa maksud tujuan sebenarnya, akhirnya kedua ‘tamu tak diundang’ itu berlalu dari rumahnya tanpa membawa apa-apa. Meskipun awalnya disuruh dirinya mengambil sepeda.


Terkait dengan kejadian itu, Johan yang mengaku tidak pernah menyuruh siapapun mengambil sepeda karena sedang dinas di luar kota, menyimpulkan dua kemungkinan. Pertama, kedua orang tersebut benar-benar ingin menipu dengan berpura-pura memperoleh perintah atau disuruh untuk mengambil barang atas perintahnya.


Kedua, untuk melakukan pencurian di siang hari. Namun karena tidak menyangka jika di rumahnya ada orang, maka kedua ‘tamu ak diundang’ itu berpura-pura disuruh mengambil sesuatu oleh dirinya. Yaitu, hanya untuk menutupi maksud lain yang sesungguhnya. Apapun maksud dan tujuan kedatangan kedua orang tersebut ke kediamannya, Johan berharap masyarakat waspada. Selain mengingatkan siapapun yang ada di rumah untuk tidak mudah percaya pada orang tak dikenal yang datang ke rumah, hendaknya juga selalu memantau kediaman masing-masing. “Lebih-lebih jika baik suami atau istri sama-sama bekerja dan di rumah tidak ada orang. Terutama pada saat-saat di sekitar rumah setiap harinya memang diketahui dalam situasi yang sepi,” harap Johan. (hum)