Banjir di Limapuluh Kota Ratusan Keluarga Diungsikan

Administrator - Kamis,12 Desember 2019 - 10:43:32 wib
Banjir di Limapuluh Kota Ratusan Keluarga Diungsikan
Foto banjir di limapuluh kota sumbar

RADARRIAUNET.COM: Sebanyak 187 warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengungsi akibat bencana banjir. Korban banjir yang mengungsi berasal dari dua kecamatan, yaitu Harau dan Lareh Sago Halaban.

"Ada 187 warga yang terpaksa mengungsi dan tinggal di pengungsian atau rumah tetangga serta saudara," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/12).

Rahmadinol menyebutkan, banjir di Kecamatan Harau terjadi di Nagari atau Desa Taram dengan 63 warga mengungsi. Untuk di Taram ini, BPBD membuat tenda pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya terendam banjir.

"Untuk di Taram ini kita buat tenda pengungsian bagi warga," kata Rahmadinol. Sementara di Lareh Sago Halaban, ada tiga nagari yang terdampak, yaitu Bukik Sikumpua dengan 68 pengungsi, Balai Panjang 48 pengungsi, dan Nagari Batu Payuang 8 pengungsi.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama tujuh hari, terhitung Selasa (10/12).

Penetapan status itu karena hingga saat ini tercatat ada empat kecamatan yang masih terdampak banjir dan longsor. Empat kecamatan yang terdampak banjir dan longsor adalah Lareh Sago Halaban, Harau, Pangkalan Koto Baru, dan Akabiluru.

Tanggap Darurat 7 Hari

Sehubungan dengan peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama 7 hari. Masa tanggap darurat terhitung sejak Selasa (10/12). Hingga saat ini, tercatat ada empat kecamatan yang masih terdampak banjir dan longsor.

"Kita ingin menangani bencana ini secepatnya. Kita tidak ingin masyarakat terganggu aktivitas ekonominya karena bencana. Makanya kita tetapkan status tanggap darurat," kata Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.

Irfendi mengatakan, selama 7 hari pihaknya akan berusaha keras menangani bencana yang dirasakan warga. Penanganan dengan melibatkan semua pihak terkait untuk merehabilitasi kondisi masyarakat yang terdampak bencana."Akses jalan yang terganggu akibat banjir dan longsor segera kita atasi. Rumah penduduk yang terdampak, semuanya akan kita perbaiki," kata Irfendi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota Rahmadinol menyebutkan, empat kecamatan yang terdampak banjir dan longsor adalah Lareh Sago Halaban, Harau, Pangkalan Koto Baru dan Akabiluru.

Di dua kecamatan lainnya, Pangkalan Koto Baru dan Akabiluru, terjadi longsor yang sempat membuat jalan Sumbar-Riau terputus, Selasa kemarin. "Kondisi cuaca yang sedang ekstrem dengan curah hujan sangat tinggi membuat kita terus waspada dan siaga. Banjir dan longsor bisa mengancam," kata Rahmadinol.

 

RR/kps/zet