Bupati Wardan Tandatangani Dua Prasasti Pencanangan Tugu

Administrator - Kamis,21 November 2019 - 14:10:36 wib
Bupati Wardan Tandatangani Dua Prasasti Pencanangan Tugu
Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menandatangani suatu prasasti pencanangan pembangun tugu menongkah di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah. Foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menandatangani suatu prasasti pencanangan pembangun tugu menongkah di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah.

Selain itu, juga ditandatangani prasasti pembangunan desa wisata.Penandatangan disejalankan dengan festival menongkah dan merapah diatas lumpur. Kegiatan, diketahui merupakan agenda rutin tahunan bagi masyarakat setempat.

"Menongkah ini merupa kebiasaan sehari-hari Suku Duanu dalam mencari kerang. Tidak saja siang, menongkah juga biasa dilakukan pada malam hari. Oleh sebab itu, timbul ide agar festival menongkah kedepannya dilakukan pada malam hari dengan diterangi hiasan lampu-lampu colok," katanya.

Keunikan papan menongkah, juga dapat dipergunakan untuk sebagai alat transportasi masyarakat untuk menyeberangi sungai yang berlumpur. Oleh karena itu festival ini merupakan tujuan mempertahankan tradisi masyarakat suku laut.

Bupati berharap agar festival menongkah dapat masuk dalam kalender wisata Provinsi Riau, bahkan juga sampai dengan tingkat nasional. Dia berharap keinginan itu dapat terwujud.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Riau Bambang Rudiyanto mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi keinginan bupati untuk memasukan festival menongkah ke dalam kalender wisata Provinsi Riau.

"Kalau seperti diminta Bupati Inhil, memasukan festival menongkah ke dalam moment kalender wisata Provinsi Riau. Tentu akan diupayakan ini terealisasi. Kalau perlu, kegiatan ini dipromosikan untuk mengikuti anugrah ke rumah Indonesia yang ada di Jakarta," paparnya.

Selain, itu Wardan juga mengungkapkan rasa bangganya pada pelaksanaan gelaran Seni Serumpun Festival Bumi Sri Gemilang XVIII Tahun 2019 di Lapangan Gajah Mada Tembilahan. Apalagi event ini turut diikuti negara Malaysia dan Singapura.

Festival Seni Serumpun Festival Bumi Sri Gemilang ini digelar selama 7 hari yakni dari tanggal 11-17 November 2019. Kegiatan diikuti 13 Tim Kesenian dan 50 peserta festival dangdut yang melibatkan tiga negara, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Dalam acara kesenian itu, diisi dengan beragam pertunjukan kesenian yang berasal dari berbagai wilayah. Seperti halnya Sanggar Era Dance Theatre Singapura, Sanggar Asbari Dance Theatre Kuala Lumpur Malaysia, serta Sanggar Antropologi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Aceh, dan Sanggar Sedulang Setudung Kabupaten Bayu Asin Sumetera Selatan.

Selain itu tampil Sanggar Anak Negeri Kota Jambi, Lembaga Kesenian Bunga Tanjung Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Sanggar Pelangi Budaya Studio Kabupaten Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau, Sanggar FH Art Community Padang Panjang Sumatera Barat, Sanggar Tiga Dara dari Tembilahan, Sanggar Citra Sebati dari Tembilahan dan Sanggar Sri Gemilang dari Tembilahan.

Wardan dalam paparan kata sambutan, mengungkapkan rasa bangganya, karena melihat animo masyrakat Kabupaten Inhil yang dinilainya cukup tinggi untuk hadir menyaksikan gelaran seni tersebut.

"Saya sangat mendukung dan menyambut baik atas terselenggara gelar seni serumpun dalam rangka festival bumi sri Gemilang ke-XVIII tahun 2019, yang ditaja oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hilir," ujarnya.

Dijelaskan Wardan, pergelaran kesenian ini memiliki makna yang cukup penting, yakni berperan sebagai forum untuk berbagi dan bertukar informasi tentang pembinaan, pengembangan dan upaya untuk memajukan seni tradisi serumpun antar Provinsi dan antar Negara.

"Namun tidak kalah penting adalah untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya serta memberikan hiburan yang edukatif dan bernilai kultural sebagai filter masuknya budaya barat yang dapat mengikis jati diri bangsa khususnya rumpun Melayu, mengingat jati diri bangsa akan tercermin dari penampilan seni dan budaya," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) serta masyarakat, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Indragiri Hilir.

Makanya merasa bangga, merasa senang dan bahagia atas banyaknya tamu-tamu datang terutama dari luar Kabupaten Inhil. Yakni dari luar Provinsi Riau dan juga negeri  jiran Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Inhil, Junaidi mejelaskan maksud tujuanya dilaksanakan gelar seni serumpun ini, adalah untuk menjadikan sebagai wadah seni dan budaya dalam rangka melestarikan maupun memelihara dan mengembangkan budaya seni yang ada di Kabupaten Inhil sekitarnya.

Sanggar Pelangi Budaya Studio (PBS) menjadi satu-satunya kelompok seni yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau pada even Serumpun Festival Bumi Sri Gemilang 2019.Kegiatan tersebut merupakan even peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Indra Giri Hilir, Provinsi Riau ke-18 tahun.

Ada banyak kelompok pegiat Tarian seni Melayu yang mengikuti even tersebut. Bahkan, beberapa peserta berasal dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Sedangkan, untuk peserta dalam negeri sendiri beberapa diantaranya berasal dari Lhokseumawe, Aceh, Kabupaten Banyu Asin Sumsel, Jambi, Deli Serdang Sumut, Karimun, Padang Panjang Sumbar dan Tembilahan.PBS sendiri, mengusung konsep tarian dengan 'Tari Riak Beriring' yang di lakoni  sebanyak delapan orang penari wanita.

"Gerakan riak dan buih ini diinterpretasikan ke dalam garapan ini dengan menggunakan medium-medium gerakan zapin," ujar Manager Fenny Rahayu.

Filosofinya, kata Feni, tarian ini memiliki makna yang santun dan anggun, sesekali bisa berubah menjadi tegas dan dinamis ibarat ombak yang mengganas di laut lepas."Tarian Riak Beriring adalah terinspirasi dari keelokan, keindahan dan keharmonisan alunan dan candaan riak air dan buih dilautan, ketika disinari cahaya bulan dan matahari riak dan buih seakan-akan menari-nari mengikuti irama tiupan angin yang berhembus,"jelasnya.

Dinilai memiliki sepak terjang dan berkualitas dalam menari, Tim penari sanggar tari Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten Karimun, unjuk kebolehan di acara Gelar Seni Serumpun Festival Bumi Sri Gemilang ke-18 tahun di Kabupaten Inhil, Tembilahan, Riau.Dalam pagelaran tersebut, Sanggar tari PBS ini menurunkan 8 penari nya dengan membawakan tarian yang bernama ‘Riak Beriring.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan Inhil, R. Indra maulana mengatakan, kegiatan gelar seni serumpun ini adalah pagelaran yang menampilkan penari dari 9 sanggar tari pilihan yang diundang secara khusus, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Gelar seni serumpun ini kita gelar bersempena dengan festival bumi Sri gemilang yang mana kita adakan setiap tahunnya dan tahun ini sudah ke-18 tahun.

“Memang dari beberapa daerah banyak yang minta, namun kita seleksi dan cari yang mendekati kultur budaya kita. Kita juga membaca kurikulum sanggarnya bagaimana, kemudian yang mempunyai kualitas, sehingga menjadi bahan pembelajaran bagi kita yang di Inhil dan tembilahan,” katanya.

Indra menjelaskan, digelarnya kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kepada anak muda, para seniman baik penari dan pemusik dapat mengekpresikan kemampuan dalam berkesenian, baik bakat dan talenta mereka.

“Harapan kita tentu kegiatan ini tetap berlangaung setiap tahunnya, lebih meningkat lagi baik kualitas maupun kuantitas dan yang terpenting jalinan silaturahmi ini tetap erat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Pelangi Budaya Studio (PBS) Fenni Rahayu menambahkan, tarian Riak Beriring adalah terinspirasi dari keelokan, keindahan dan keharmonisan alunan dan candaan riak air dan buih dilautan, ketika disinari cahaya bulan dan matahari riak dan buih seakan-akan menari-nari mengikuti irama tiupan angin yang berhembus.

Kadisparporabud Inhil Junaidi menyampaikan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah unuk menyalurkan seni dan budaya serta melestarikan seni dan budaya yang ada di kabupaten Inhil.

"Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi, karena kegiatan ini di ikuti oleh 2 negara tetangga yakni negara malaysia dan singapura, selain negara tetangga kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa perwakilan provinsi seperti Prov. Jambi, Prov. Sumsel, Prov. Sumut, Prov. Kepri, Prov. Sumbar, serta Prov. Nangroe Aceh Darussalam," Ujar junaidi

kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka membangun dan memajukan kebudayaan melalui seni dan budaya dalam rangka menjaga nafas dan pembangunan di negeri hamparan kelapa dunia.

HM Wardan selaku Bupati Indragiri Hilir sekaligus tuan rumah merasa bangga dan mendukung baik pergelaran Seni Serumpun dalam rangka festival Bumi Sri Gemilang yang disambut baik oleh masyarakat, karena selain di isi oleh 13 grup seni yang tampil, acara ini juga akan diisi dengan penampilan 50 peserta yang mengikuti festival dangdut.

"Pagelaran kesenian ini memiliki makna yang cukup penting, tidak hanya berperan sebagai forum untuk berbagi dan bertukar informasi, tentang pembinaan, pengembangan dan upaya untuk memajukan seni tradisi serumpun antar Provinsi dan antar Negara," ungkap Bupati.

Bupati mengatakan pergelaran tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya serta memberikan hiburan yang edukatif dan bernilai cultural sebagai filter masuknya budaya barat yang dapat mengikis jati diri bangsa khususnya rumpun Melayu.Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di di dermaga CT-3 BPKS Sabang, dihadiri ribuan penonton.

Pergelaran Budaya Etnik Serumpun tersebut diikuti, seni budaya melayu dari Provinsi Aceh/Sabang selaku tuan rumah, Sumatera Utara, Padang, Sumatera Barat, Riau dan Provinsi Kalimantan Barat.

 

RR/KMPC/RLK/LC/ADV