Disnakbun Rohul Kembali Bangun Jalan Produksi Pertanian di Empat Desa

Administrator - Kamis,17 Oktober 2019 - 16:25:56 wib
Disnakbun Rohul Kembali Bangun Jalan Produksi Pertanian di Empat Desa
Tekan biaya produksi petani, Disnakbun Rohul kembali bangun jalan produksi pertanian di Empat Desa. Salah satu jalan produksi pertanian dibangun Pemkab Rohul. Foto: Rtc

RADARRRIAUNET.COM: Pemerintah daerah, melalui instansi Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali membangun jalan produksi pertanian di empat desa.

Plt Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM, melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Disnakbun Rohul Samsul Kamar S.Hut, M.Si, mengatakan, bahwa pembangunan empat jalan produksi pertanian ini adalah kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, melalui APBD Rohul tahun anggaran 2019.

Sebelumnya, masih melalui APBD, jelas Samsul, Disnakbun Rohul juga telah membangun jalan produksi pertanian di enam desa. Dan saat ini, ada beberapa paket yang sudah selesai.

Jalan produksi pertanian yang akan dilakukan pembangunan di tahun ini, yaitu di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, Desa Ujung Batu Timur Kecamatan Ujung Batu, Desa Kepenuhan Hulu Kecamatan Kepenuhan Hulu, dan di Desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo.

Panjang jalan produksi pertanian di tiga dibangun rata-rata sepanjang 1 kilometer. Sedangkan di Desa Kepenuhan Hulu panjang jalan dibangun yaitu 1,8 kilometer, dengan lebar rata-rata 6 meter.

Ditambahkan Samsul, Disnakbun Rohul juga tengah mengusulkan? untuk pembangunan jalan produksi pertanian di APBD Rohul 2020 dengan panjang jalan itu 25 kilometer. "Memang jalan produksi pertanian ini dibutuhkan masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Rohul merupakan petani perkebunan," jelas Samsul, Rabu (16/10/19).

Jalan produksi produksi,  jelas Samsul, upaya dari pemerintah daerah dalam mengatasi transportasi, sehingga masyarakat petani mengeluarkan hasil produksi dari kebunnya.

"Jalan produksi ini juga untuk mengurangi biaya produksi petani, mengingat harga TBS kelapa sawit belum bagus sampai saat ini, sementara pemerintah tidak bisa kendalikan harga," sebut Samsul, yang pernah menjabat Sekretaris DKPP Rohul.

"Diharapkan, ekonomi petani naik dan lebih baik lagi ke depannya dengan adanya jalan produksi pertanian ini,"? kata Samsul, dan mengakui seperti jalan produksi pertanian di Aur Betung dan Tingkok sudah bisa dilalui truk, sehingga mengurangi biaya produksi petani.

Selain jalan produksi pertanian, tambah alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Pemkab Rohul juga membangun embung untuk tampungan air. Embung juga untuk membantu petani dalam mendapatkan pasokan air.

"Saat harga kelapa sawit rendah, pemerintah daerah tidak bisa kendalikan harga, sehingga hanya bisa mengurangi biaya produksi petani, seperti membangun jalan produksi dan embung," ungkapnya, dilansir riauterkini.com.

Kata Samsul lagi, melalui DAK 2019, Pemkab melalui Disnakbun Rohul juga membangun embung yang tersebar di sepuluh desa. Pengerjaan embung berkapasitas 600 kubik air ini dilakukan swakelola, melibatkan masyarakat kelompok petani, dan realisasinya baru sekira 45 persen.?

"?Apalagi tanaman sawit kan membutuhkan air yang besar. Jadi embung dibangun di desa-desa yang sering kekeringan air, salah satunya seperti di Desa Rambah Muda," tegas Samsul Kamar.

 

RR/DAI