Bupati Inhil Wardan Pimpin Upacara Hari Pahlawan

Administrator - Rabu,13 November 2019 - 14:15:11 wib
Bupati Inhil Wardan Pimpin Upacara Hari Pahlawan

RADARRIAUNET.COM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019, di Lapangan Upacara Gajah Mada Tembilahan. Bertindak selaku Inspektur Upacara ialah Bupati Inhil, Drs HM Wardan.

Upacara ini diikuti TNI, POLRI, Satpol PP, ASN, Pramuka, dan Pelajar SMA di Tembilahan. Turut hadir kesempatan itu Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/Inhil, Kapolres Inhil, Kajari Inhil, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, Sekda Inhil, Ketua TP-PKK Inhil, Veteran, dan tamu undangan lain.

Setiap peringatan Hari Pahlawan, Bangsa Indonesia ini diingatkan kembali peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surbaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut diutarakan Bupati Wardan, ketika menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI). Katanya, dipertempuran itu rakyat bersatu padu, berjuang, dengan pantang menyerah melawan penjajah ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

“Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu Negeri. Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia,” urainya, dilansir karimuntoday.com.

Dengan Peringatan Hari Pahlawan, imbuhnya, rakyat Indonesia diharapkan akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers RI, Bung Karno yang menyatakan bahwa ‘Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya.’ Peringatan Hari Pahlawan tahun ini mengusung tema Nasional ‘Aku Pahlawan Masa Kini.’

“Menjadi pahlawan masa kini dapat diakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti tolong menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugukan orang lain dan sebagainnya,” papar Bupati.

Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahakan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi juga dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, serta membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

“Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu Negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain,” pesannya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya.

“Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan disemua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang,” sebut Wardan dalam amanatnya.

Tema Pahlawanku Idolaku, sebutnya kembali, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa.Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal hadiri upacara Hari Pahlawan yang digelar di lapangan upacara Gajah Mada Tembilahan, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (10/11/19).

Wardan dalam amanatnya menuturkan bahwa momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional diharapkan tidak hanya sebatas seremonial semata, namun semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang terdahulu harus terus ditumbuhkembangkan didalam hati dan sanubari segenap insan warga negara Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir," ujar Bupati H M Wardan.

Bupati mengharapkan masyarakat Inhil lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, dengan mengutip kalimat Bung Karno yang menyatakan bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya lah yang dapat menjadi bangsa yang besar.

"Selain itu momentum peringatan Hari Pahlawan ini juga kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 "Aku Pahlawan Masa Kini". Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia dengan cara membentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI," ujar Bupati.

Bupati menambahkan bahwa masyarakat juga bisa menjadi pahlawan tanpa harus mengangkat senjata dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat serta membawa harum nama bangsa Indonesia dimata internasional.

"Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat. Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita bercerai-berai dan berkonflik satu sama lain," pungkas Bupati H M Wardan.

Seiring akan hal itu, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal saat dikonfirmasi awak media menyatakan, bahwa setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momen refleksi untuk memberi makna atas pengorbanan para Pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

Peringatan tersebut, didasarkan pada peristiwa ‘Pertempuran 10 November 1945’ di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dengan memakan korban jiwa yang cukup besar,” ujarnya.

Lanjutnya, peristiwa tersebut, merupakan sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia Internasional, betapa segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Bung Karno pernah menegaskan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini, memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua, bahwa tanpa pengorbanan dan perjuangan para Pahlawan serta perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia,” ujarnya.

Wardan selaku Bupati Indragiri Hilir menuturkan bahwa peringatan Hari Pahlawan Nasional ini jangan hanya sampai jadi sebatas seremonial saja.
"Kiranya kita dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air ini dan menjaganya sampai akhir hayat. Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu Negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Dan jangan biarkan tangan-tangan tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa" ujarnya.

Setiap Hari Pahlawan, Bangsa Indonesia diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surbaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut diutarakan Bupati saat menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI).

Pada pertempuran itu rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia."Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu Negeri. Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia," urainya.

Dengan Peringatan Hari Pahlawan, imbuhnya, rakyat Indonesia diharapkan akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers RI, Bung Karno yang menyatakan bahwa 'Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya.'Peringatan Hari Pahlawan tahun ini mengusung tema Nasional 'Aku Pahlawan Masa Kini.'

"Menjadi pahlawan masa kini dapat diakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti tolong menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugukan orang lain dan sebagainnya," papar Bupati.

Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahakan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi juga dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, serta membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

"Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu Negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain," pesannya.

Akhir acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun, S. Ag, M. Pd memimpin pembacaan do'a pada upacara peringatan hari pahlawan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, di Lapangan Gajah Mada Tembilahan.

Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil, Kapolres Inhil, Kajari Inhil, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, Sekda Inhil H Said Syarifuddin SE MP MSn, Kakan Kemenag Inhil, H. Harun, S. Ag, M. Pd, Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan SSos ME, Wakil Ketua I TP-PKK Inhil Anita Pramawati Syamsuddin, Veteran, dan tamu undangan lain.

 

RR/MLC/LKC/ADV