Pemprov Bantu Pompa Air Bagi Petani Riau

Administrator - Selasa,25 Agustus 2015 - 15:50:23 wib
Pemprov Bantu Pompa Air Bagi Petani Riau

Pekanbaru,  (RRN) - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau menyerahkan bantuan 64 pompa air kepada petani di daerah tersebut untuk mengantisipasi kekeringah lahan yang bisa mengganggu produksi pertanian.

"Total ada 64 pompa air yang dibagikan kepada petani di empat kabupaten yang mengalami kekeringan lahan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau Askardia Patrianov kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan pompa air itu akan ditempatkan di beberapa lahan tanaman pangan yang mengalami kekeringan yakni di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Rokan Hulu.

Menurut dia, pemerintah juga menyiapkan strategi lainnya untuk mengatasi kekeringan di sawah dengan pemerintah kabupaten sebagai motor utamanya.  
   
"Pihak Pemerintah Kabupaten juga berinisiatif membangun kanal untuk mengairi sawah. Selain itu, kami juga akan membangun embung (penampungan air)," katanya.

Berdasarkan data terakhir dari Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Provinsi Riau, sedikitnya ada 1.691 hektare (ha) tanaman pangan yang dilanda kekeringan di empat daerah.

Daerah yang mengalami kekeringan itu antara lain Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Rokan Hulu.

Kekeringan paling luas ada di Kabupaten Kampar seluas 660 ha dengan 541,8 ha diantaranya merupakan persawahan padi.

Kemudian kekeringan di Kuantan Singingi seluasl 495 ha dengan 397 ha merupakan lahan sawah padi.

Kekeringan di Rokan Hulu luasnya sekitar 263 ha. Lahan tersebut kebanyakan ditanami jagung, sementara lahan padi yang dilanda kekeringan hanya enam ha.

Selain itu, Kabupaten Indragiri Hulu mengalami kekeringan seluas 273 ha.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya agar tidak terjadi gagal panen akibat kekeringan tersebut.

"Namun jika terjadi gagal panen, Riau tidak akan mengalami krisis pangan karena ada beberapa wilayah yang panen sebelum masuknya musim kemarau," ujarnya. (ant/fn)