LHK Minta Lahan Gambut Jangan Dirusak

Administrator - Kamis,30 Juni 2016 - 14:23:52 wib
LHK Minta Lahan Gambut Jangan Dirusak
ilustrasi lahan gambut. pertanian.go.id
RADARRIAUNET.COM - Deputi Bidang Litbang Badan Restorasi dan staf khusus Menteri LKH RI, Hanni Adiyati dan Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG, Dr Haris membas permasalahan gambut di Siak. Kedatangan rombongan staf khsusus Menteri LKH ini disambut Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi didampingi Sekdakab Siak Drs H Tengku Said Hamzah dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan pemkab.
 
Badan Restosai Gambut, Haris menyampaikan kebijakan nasional tentang upaya mengelola lahan gambut agar bisa terselamatkan. Dalam mengelola lahan gambut ini harus bisa di sinkronisasikan dengan kebijakan nasional yang telah dicetuskan  oleh pemerintah pusat. “Restorasi ini hanya berumur lima tahun, makanya dalam kurun waktu itu persoalan penanganan lahan gambut harus bisa dituntaskan dan memperoleh hasil yang positif,” kata Haris.
 
Dia menyebutkan, tugas BRG hanya mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut pada Provinsi Riau dan sejumlah provinsi lainnya dengan menyusun berbagai langkah terhadap pemanfaatan lahan gambut. Dari data hampir 900 ribuan hektare lahan gambut dimiliki oleh Provinsi Riau. Jika ini bisa dimanfaatkan secara baik, maka akan membuka mata dunia bahwa Riau bisa. 
 
Makanya lahan gambut ini jangan sampai dirusak dengan asap dan api. Ini harus diamankan lewat sentuhan restorasi yang harus dikeroyok secara bersama. 
 
Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di hadapan staf ahli menteri memaparkan, penduduk Kabupaten Siak berjumlah 400 ribu jiwa lebih yang menghuni 131 kampung dan kelurahan.  
 
Sedangkan kondisi lahannya lebih dari 53 persen merupakan lahan gambut yang dikuasai oleh beberapa perusahan besar yang bergerak di bidang perkebunan. Hanya sebagian kecil saja lahan gambut di daerah ini yang dimiliki oleh masyarakat. Beberapa langkah juga telah dicetuskan oleh pemerintah daerah dengan mengedepankan agar lahan gambut daerah ini terbebas dari tindak kebakaran lahan. Sebagai antisipasi telah dibuat embung untuk menangani terjadinya kebakaran dan menanam sejumlah tanaman seperti karet.
 
 
teu/rpg/radarriaunet.com