Kasus Penikaman di Meranti, Pelaku Mengaku Karena Dendam

Administrator - Sabtu,03 Oktober 2015 - 10:24:23 wib
Kasus Penikaman di Meranti, Pelaku Mengaku Karena Dendam

Jajaran Polres Kepulauan meranti berhasil menangkap pelaku penikaman warga Dusun Gogok Desa Centai. Pelaku mengaku aksinya karena dendam.

SELATPANJANG (RRN) - Hardiyono (21), melakukan penikaman terhadap Nazaruddin (45), warga Dusun Gogok Desa Centai Kecamatan Pulau Merbau, Meranti didasari dendam lama terhadap korban.

Pengakuan itu diungkapkan Hardiyono, Jum'at (2/10/15) siang tadi saat ditemui di Mapolres Kepulauan Meranti.

Dendam ini timbul disebabkan dugaan pelaku terhadap korban sebagai penyebab terbakarnya rumah keluarga pelaku setahun yang lalu.

Namun dugaan pelaku tidak bisa dibuktikannya. Perselisihan dua warga berdekatan rumah ini pun berlanjut hingga terjadi pertumpahan darah.

Pemuda yang bekerja sebagai buruh tersebut mengaku tidak tenang jika tidak berhasil membunuh pelaku."Kalau tidak saya, dia yang mati," ujarnya.

Pelaku ditangkap Tim Reskrim Polres Kepulauan Meranti, Kamis (1/10) dini hari kemarin. Pelaku ditangkap polisi saat terlelap tidur di Kapal Motor yang bersandar di pelabuhan Desa Lukit Kecamatan Merbau.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad, SH MSi melalui Kasat Reskrim, AKP Antoni L Gaol, SH MH mengatakan, saat memimpin penangkapan sempat menggeledah rumah pelaku di Desa Centai, Rabu (30/9) malam, namun tim yang dipimpinnya tersebut tidak menemukan pelaku. Sedangkan keluarga pelaku juga tidak mengetahui keberadaan pelaku sejak dua hari yang lalu.

Dari penggeledahan tersebut, Antoni menjelaskan, Tim Reskrim hanya menemukan sepeda motor yang sering digunakan pelaku terparkir di halaman rumah. Karena pelaku tidak membawa motornya, tim Reskrim curiga jika pelaku akan melarikan diri ke luar daerah melalui jalur laut. Kecurigaan polisi didukung oleh seorang warga yang melihat pelaku pada Rabu (30/9) sore menuju arah pelabuhan di Desa Lukit.

"Malam itu juga, tim Reskrim melakukan pengejaran terhadap pelaku menggunakan Speedboat menuju pelabuhan rakyat di Desa Lukit. Setelah melakukan penyisiran di sejumlah kapal yang besandar, akhirnya polisi menemukan pelaku tertidur pulas di dalam Kapal Motor Tirta Buana. Iya ternyata pelaku berencana akan kabur ke Sei Apit, Kabupaten Siak. Untung saja, kapalnya masih bersandar di sekitar pelabuhan ," ujarnya. (rtc)