Kesatuan Karunia Dalam Jemaat

Administrator - Rabu,18 Desember 2019 - 15:33:40 wib
Kesatuan Karunia Dalam Jemaat
Ilustrasi.internet

Efesus 4:1-16: Membangun kesatuan dari hal-hal yang sama itu mudah. Namun, membangun kesatuan dari hal-hal yang berbeda-beda sangat sulit. Bagi orang Kristen, itulah tujuan kehadirannya di dunia.

Rasul Paulus yang dipenjara karena Yesus Kristus (1) menasihati agar jemaat Efesus hidup dengan rendah hati, lemah lembut, dan sabar (2). Selain itu, Paulus mendorong supaya jemaat Efesus memelihara kesatuan Roh, yaitu kesatuan tubuh Yesus (3). Kesatuan Roh tidak bisa dipisahkan dengan pengakuan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa (4-6).

Paulus juga menjelaskan adanya berbagai karunia yang diberikan berdasarkan kehendak Allah dan berfungsi untuk pelayanan dalam jemaat (7). Karunia yang satu tidak bisa dipisahkan dengan karunia lainnya. Semua karunia merupakan satu kesatuan. Tidak ada karunia yang lebih rendah atau pun lebih kecil. Semuanya bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan jemaat. Tuhan sendiri yang memperlengkapi umat-Nya dan memberikan tugas, yaitu memelihara kesatuan jemaat sebagai tubuh-Nya (8-12).

Tuhan memberikan orang-orang dengan jabatan nabi, rasul, gembala, pemberita-pemberita, dan pengajar-pengajar (11) untuk membimbing, dan memperlengkapi umat-Nya (12) agar mereka mengalami pertumbuhan serta pengenalan akan Allah secara dewasa dan mandiri (13), tidak mudah disesatkan (14), dan teguh bertumbuh ke arah Kristus (15-16).

Pertumbuhan jemaat dengan karunia yang berbeda harus berfokus ke arah Kristus, sebagai Tuhan dan Kepala Gereja. Kalau anggota jemaat memiliki pengenalan yang benar tentang Allah, maka tujuan kehadiran gereja di dunia menjadi konkret dalam kesatuan. Gereja yang bersatu menjadi sebuah kesaksian yang sangat berkuasa dan indah di tengah dunia yang saling menjatuhkan dan terpecah-pecah ini.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk membangun jemaat-Mu yang begitu kaya dengan karunia-Mu. [MT]

 

RRN




Berita Terkait