Allah Adalah Sandaran

Administrator - Rabu,23 Oktober 2019 - 13:47:37 wib
Allah Adalah Sandaran
Ilustrasi

MAZMUR 49: Pada masa kini, dunia mengajarkan bahwa kekayaan, status, dan jabatan adalah syarat untuk memperoleh kebahagiaan. Maka tidaklah mengherankan jika orang-orang menghalalkan segala cara untuk memperoleh ketiganya.

Mazmur 49 merupakan sebuah peringatan akan kecenderungan hidup yang demikian. Bagi Tuhan, semua manusia adalah setara. Allah tidak membedakan mereka yang kaya atau miskin; berjabatan atau tidak (1-5). Dalam hal ini, kita bisa menyimpulkan bahwa Allah tidak mengacu pada nilai yang ditetapkan dunia.

Bagi pemazmur, orang yang hanya mengandalkan dirinya dan kekayaannya sedang mengarahkan diri kepada kebinasaan. Pada akhirnya setelah ajal menjemput, bukankah semuanya akan tertinggal di dunia (18)? Karena itu, keselamatan orang percaya tidak terletak pada banyaknya harta atau tinggi rendahnya jabatannya. Keselamatannya ada pada sikap hidup yang selalu mengandalkan Allah semata.

Orang yang hanya mengandalkan Allah di dalam kehidupannya akan menemukan kebebasan di dalam hidupnya. Sukacita hatinya tidak bergantung pada apa pun, melainkan hanya pada keintiman relasinya dengan Allah. Relasi dengan Allah itulah satu-satunya hal yang kekal dalam hidup ini (16).

Pesan Allah melalui Mazmur 49 ini amatlah keras. Allah merombak pemikiran umat-Nya. Allah mengajarkan bahwa harta dunia tidak menjamin seseorang untuk memperoleh keselamatan jiwa. Seseorang tidak boleh mengandalkan dirinya sendiri, atau hartanya, apalagi jabatannya.

Mulai sekarang, kita jangan lagi memprioritaskan diri hanya untuk mencari kekayaan, status, dan jabatan. Apabila ini terjadi, kekayaan fisik kita mungkin saja semakin bertambah. Namun, pada saat yang sama, jiwa kita semakin miskin akan kehadiran dan relasi dengan Allah. Sadarilah bahwa Allah sajalah satu-satunya tempat kita bersandar.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk hanya menyandarkan hidup kami kepada-Mu saja. [WN]

 

RRN




Berita Terkait