Berlantai Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Tak Merespon Kondisi SDN 006 Kepenuhan

Administrator - Senin,14 Oktober 2019 - 14:23:23 wib
Berlantai Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Tak Merespon Kondisi SDN 006 Kepenuhan
Menyayat hati, siswa SDN 006 Kepenuhan di Rokan Hulu (Rohul) ini belajar di kelas berdinding papan dan berlantai tanah. Foto: R24

RADARRIAUNET.COM: Kepala SDN 006 Kecamatan Kepenuhan, Desa Ulak Patian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Andimarianto, mengatakan, sudah lakukan melaporkan kelas kayu berlantai tanah di sekolahnya. Melaporkan selain ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga meminta bantuan ke perusahaan dekat sekolah.

Namun seakan semua 'tutup mata' sehingga siswa harus belajar di kelas berdindingkan papan dan lantai tanah, sepanjang tahun ini. "Sudah pernah ada disampaikan ke Pemkab Rohul melalui Disdik juga perusahaan disekitar sekolah. Tetapi belum ada kejelasan," sebut Andimarianto, kemarin, dilansir riau24.com.

Bahkan pihaknya juga pernah meminta bantuan ini kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di tahun 2018. Yakni, dengan memasukkan proposal ke provinsi dan sudah dinyata akan dibantu untuk dua kelas. Bahkan mereka itu telah meninjau ke sekolah ini, namun hingga kini belum ada juga realisasinya.

Kepsek SDN 006 Kecamatan Kepenuhan ini, menjelaskan bahwa sekolah ini merupakan SDN satu-satunya yang diperuntukkan bagi 350 Kepala Keluarga (KK). Tapi hingga saat ini tidak kunjung diperbaiki, maka siswa dari total 200-an murid terpaksa menuntut ilmu dengan kondisi yang ala kadarnya.

Belum lagi kalau banjir akibat luapan Sungai Rokan Kanan, atap yang rusak, jendela hancur, beralaskan tanah. Dan lebih parah lagi, siswa-siswanya duduk dibawah kursi darurat. "Untuk kursi, siswa kami duduk dengan kursi swadaya saja. Kursinya dibuat sendiri" imbuhnya, Andimarianto.

Setiap ruangan, ujarnya, baik yang rusak parah dan tidak. Itu diisi dengan 27 sampai 35 orang siswa. Untuk itu dirinya berharap banyak baik ke pemerintah dan perusahaan, atau siapa saja yang mau jadi donatur. Karena kalau mengandalkan swadaya masyarakat, maka kelas yang layak tidak akan terwujud.

Kesempatan itu Andimarianto, berharap pemerintah dan perusahaan swasta bermukim tak jauh dari sekolah ini, hendaknya mau mengulurkan bantuanya demi meremajakan kembali sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1970-an tersebut. "Harapan kami adanya untuk kepedulian terhadap pendidikan," sebutnya.

 

RR/DAI