Rapat Banggar DPRD Riau Memanas, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet Nyaris Baku Hantam, Polisi Selidiki Kericuhan

Administrator - Jumat, 17 Juli 2026 - 10:53:19 wib
Rapat Banggar DPRD Riau Memanas, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet Nyaris Baku Hantam, Polisi Selidiki Kericuhan
foto. dok bukamata

Radarriaunet | Pekanbaru – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), berubah menjadi suasana tegang setelah terjadi adu argumentasi antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Ketegangan yang awalnya terjadi di dalam forum rapat tersebut bahkan nyaris berujung baku hantam. Situasi semakin memanas hingga rapat terpaksa diskors sementara. Setelah rapat berakhir, kericuhan kembali terjadi di luar ruang sidang dan berujung aksi saling dorong yang kini tengah diselidiki aparat kepolisian.
Kedua legislator yang sama-sama berasal dari Partai Golkar itu terlibat perdebatan saat pembahasan mengenai pelaksanaan APBD Riau Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rapat Banggar pada awalnya berlangsung dalam suasana kondusif. Sidang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan dihadiri sejumlah anggota Banggar, di antaranya Suyadi, Imustiar, Indra Gunawan Eet, Andi Darma Taufik, Abdul Kosim, serta anggota Banggar lainnya.

Agenda rapat difokuskan pada pembahasan LKPJ APBD Riau Tahun Anggaran 2025 bersama TAPD sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan evaluasi pelaksanaan anggaran daerah.

Namun suasana berubah ketika Indra Gunawan Eet menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan APBD. Dalam penyampaiannya, Eet disebut menyinggung adanya dugaan keterlibatan unsur pimpinan DPRD dalam proses pergeseran anggaran APBD Riau Tahun 2025.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari pimpinan rapat.
Interupsi Berujung Adu Argumentasi
Menurut sumber yang mengikuti jalannya rapat, Parisman Ihwan langsung menginterupsi penyampaian Indra Gunawan Eet karena merasa namanya dikaitkan dengan persoalan pergeseran anggaran.

Parisman disebut meminta agar penyampaian tersebut diluruskan karena dinilai menyentuh integritas pimpinan DPRD yang disampaikan dalam forum resmi yang juga dihadiri jajaran TAPD.

Perdebatan pun tidak lagi sebatas penyampaian pendapat. Kedua politisi dikabarkan saling meninggikan suara, menunjuk satu sama lain, hingga beberapa kali menepuk meja rapat.
Beberapa saksi bahkan menyebut keduanya sempat saling menantang sehingga suasana ruang rapat menjadi tidak terkendali.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah anggota DPRD dan peserta rapat segera berdiri untuk memisahkan kedua belah pihak agar bentrokan fisik tidak terjadi.

Rapat Diskors Demi Meredakan Ketegangan

Akibat situasi yang semakin memanas, pimpinan rapat akhirnya mengambil keputusan untuk menskors jalannya rapat sementara.
Skors dilakukan guna memberikan waktu bagi seluruh peserta rapat menenangkan situasi sebelum pembahasan kembali dilanjutkan.
Usai insiden tersebut, Parisman Ihwan menyatakan keberatan atas pernyataan yang disampaikan Indra Gunawan Eet, terutama karena disampaikan dalam forum resmi pembahasan anggaran yang turut dihadiri unsur pemerintah daerah.

Sebelum rapat dimulai kembali setelah Salat Zuhur, Parisman dikabarkan sempat mendatangi ruang Komisi V DPRD Riau dengan tujuan menemui Indra Gunawan Eet untuk melakukan klarifikasi secara langsung.

Namun saat itu, Eet disebut sudah tidak berada di ruang kerjanya.
Rapat Banggar bersama TAPD akhirnya kembali dilanjutkan di bawah pimpinan Parisman Ihwan. Sementara Indra Gunawan Eet tidak terlihat kembali mengikuti jalannya pembahasan hingga rapat berakhir.
Kericuhan Berlanjut di Luar Ruang Rapat

Ketegangan ternyata tidak berhenti di dalam forum Banggar..

Informasi yang beredar menyebutkan, setelah rapat selesai sekitar pukul 14.30 WIB, sejumlah orang dari dua kelompok yang berada di lingkungan Gedung DPRD Riau kembali terlibat adu mulut di luar ruang rapat.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong hingga bentrokan fisik.

Video yang memperlihatkan keributan tersebut sempat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat beberapa orang berusaha melerai, sementara sebagian lainnya terlibat saling dorong.

Seorang pria bahkan dilaporkan sempat terjatuh dan kehilangan kesadaran sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari orang-orang di lokasi.

Situasi akhirnya berhasil dikendalikan sehingga kericuhan tidak meluas.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Pascainsiden tersebut, aparat kepolisian turun tangan untuk menyelidiki penyebab kericuhan.

Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi, termasuk mendalami kronologi lengkap baik saat rapat berlangsung maupun insiden yang terjadi setelah rapat selesai.

Selain itu, penyidik juga akan menelusuri rekaman video yang beredar di media sosial sebagai bagian dari proses penyelidikan guna memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan DPRD Provinsi Riau belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kericuhan tersebut.

Sementara itu, Indra Gunawan Eet juga belum menyampaikan keterangan kepada publik terkait insiden yang terjadi maupun substansi perdebatan mengenai pembahasan LKPJ APBD Riau Tahun Anggaran 2025.

Kasus ini masih menjadi perhatian karena terjadi dalam forum resmi pembahasan anggaran daerah yang semestinya menjadi ruang pembahasan kebijakan publik secara profesional dan konstruktif.

Perkembangan hasil penyelidikan kepolisian maupun klarifikasi dari para pihak masih dinantikan untuk memberikan gambaran utuh mengenai penyebab insiden tersebut. []