Radarriaunet | Indramayu – Dukungan terhadap Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Karyoto untuk menjadi Kapolri terus bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari H. Mulyadi, tokoh masyarakat Indramayu yang juga aktif di Jawa Barat serta dikenal sebagai Pembina Koperasi Bareng Bareng Sugih (BBS) dan penggerak program pemberdayaan petani padi, jagung, dan kedelai (Pajale).
Bagi H. Mulyadi, Komjen Pol Karyoto merupakan figur pemimpin Polri yang tidak hanya memiliki rekam jejak panjang dalam penegakan hukum, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap program strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Menurut H. Mulyadi, Indonesia membutuhkan Kapolri yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan nasional. Dalam pandangannya, Komjen Pol Karyoto memiliki kapasitas tersebut karena selama mengemban berbagai jabatan strategis selalu membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan berbagai elemen bangsa.
"Komjen Pol Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Saya mendukung beliau menjadi Kapolri karena saya melihat sendiri perhatian beliau terhadap program ketahanan pangan serta kesejahteraan petani," ujar H. Mulyadi, Senin 20 Juli 2026 di kantornya.
Penggerak Petani Pajale
H. Mulyadi bukan sosok baru dalam dunia pemberdayaan masyarakat. Selama bertahun-tahun ia aktif membina petani di Kabupaten Indramayu melalui Koperasi Bareng Bareng Sugih.
Berbagai program pendampingan yang digagasnya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari penyediaan benih unggul, pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar hasil panen memiliki kepastian pasar.
Fokus utamanya adalah memperkuat produksi komoditas Pajale sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, petani harus memperoleh dukungan nyata berupa akses permodalan, teknologi pertanian modern, pembangunan irigasi, hingga jaminan harga hasil panen.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatannya dalam berbagai program penanaman kedelai berskala nasional di Indramayu. Ia terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor kedelai dapat dikurangi.
Karyoto Dinilai Memahami Pentingnya Ketahanan Pangan
Dukungan H. Mulyadi kepada Komjen Pol Karyoto tidak muncul tanpa alasan.
Menurutnya, selama menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Karyoto menunjukkan perhatian terhadap penguatan program ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan organisasi masyarakat.
H. Mulyadi menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kemampuan negara menjaga ketersediaan pangan, stabilitas sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berpandangan bahwa sosok Kapolri ke depan harus mampu menjadikan institusi Polri hadir sebagai mitra masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah.
"Beliau memahami bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat saling berkaitan. Ketika petani sejahtera, ketahanan pangan kuat, maka stabilitas sosial juga semakin baik," kata H. Mulyadi.
Rekam Jejak Dinilai Layak
Dalam penilaiannya, pengalaman Komjen Pol Karyoto menjadi salah satu alasan utama dirinya memberikan dukungan.
Karyoto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 yang mengawali karier di bidang reserse. Selama lebih dari tiga dekade mengabdi di Polri, ia dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari lingkungan Bareskrim Polri, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolda Metro Jaya, hingga kini menjabat Kabaharkam Polri.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan bekal kepemimpinan yang komprehensif, baik dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, pemeliharaan keamanan, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Menurut H. Mulyadi, figur dengan pengalaman lintas bidang seperti itu dibutuhkan untuk menjawab tantangan Polri ke depan yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, narkotika, konflik sosial, hingga penguatan keamanan nasional.
Harapan untuk Polri dan Petani
Selain menyampaikan dukungan kepada Komjen Pol Karyoto, H. Mulyadi berharap sinergi antara Polri, pemerintah, koperasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia meyakini bahwa pembangunan sektor pertanian harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan Indonesia.
Bagi H. Mulyadi, kepemimpinan nasional membutuhkan figur yang mampu menghubungkan aspek keamanan dengan pembangunan ekonomi kerakyatan. Karena itu, ia menyatakan dukungannya kepada Komjen Pol Karyoto sebagai calon Kapolri berangkat dari keyakinannya bahwa pengalaman, integritas, serta perhatian terhadap masyarakat dan sektor pertanian dapat menjadi modal penting dalam memimpin institusi Polri ke depan.
"Dukungan ini merupakan pandangan saya sebagai tokoh masyarakat yang selama ini bergerak bersama petani. Saya berharap Polri ke depan semakin dekat dengan rakyat, mendukung ketahanan pangan, dan terus menjadi institusi yang profesional serta dipercaya masyarakat," pungkas H. Mulyadi.
( igo)