Ditemukan 50 Hotspot di Wilayah Inhil Kabut Asap Mulai Mengganggu

Administrator - Selasa,01 September 2015 - 12:53:55 wib
Ditemukan 50 Hotspot di Wilayah Inhil Kabut Asap Mulai Mengganggu
Ditemukan 50 hotspot di Inhil. Diduga inilah penyebab semakin pekatnya kabut asap di daerah itu. (FOTO:riauterkini)

TEMBILAHAN (RRN) - Ditemukan 50 titik api, di wilayah Inhil, akibatnya kabut asap makin tebal menyelimuti daerah ini. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran laham dan hutan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, Encim Kamal melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardhi Yusuf terkait semakin meningkatnya jumlah hotspot (titik api) yang ditemukan dibeberapa wilayah di Kabupaten Inhil.


Dikatakannya, berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua dari Sipongi.menlhk.go.id, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni mencapai 50 titik api. “Jumlah ini sangat jauh meningkat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, yang hanya ditemukan 9 titik api, di enam kecamatan di Kabupaten Inhil,” tutur Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardhi Yusuf, Senin (31/8/15).


Dijelaskan Ardhi, munculnya titik api tersebut dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh masyarakat. Oleh karena itu, kondisi tersebut harus segera diantisipasi oleh semua pihak, terutama masyarakat setempat. Sehingga titik api yang ditemukan saat ini dapat segera diminimalisir, agar tidak semakin meningkat jumlahnya. “Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, yang salah satunya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat yang berkebun dan berladang, untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sebab resiko yang ditimbulkan sangat besar,” terangnya.


Adapun wilayah yang paling banyak ditemukan titik api, yaitu di Kecamatan Kempas dan Gaung yang masing-masingnya terdapat 18 dan 16 titik api. Kemudian, disusul Kecamatan Mandah 10 titik, GAS 4 titik serta Kecamatan Tempuling dan Kemuning masing-masing dengan 1 titik api. Masyarakat juga mulai mengeluhkan dampak dari pekatnya kabut asap ini, seperti mata perih dan sesak nafas. Sampai saat ini belum ada imbauan Disdik Inhil agar para pelajar diliburkan, ditengah makin parahnya kabut asap menyelimuti wilayah Inhil. (teu/rtc)