Kinerja PT Jakpro akan Diaudit

Administrator - Kamis,08 Juni 2017 - 13:16:05 wib
Kinerja PT Jakpro akan Diaudit
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. Ant Pic/Fanny Octavianus/Mtvn

Jakarta: Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta akan mengaudit beberapa proyek pembangunan Asian Games 2018. Proyek dikerjakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
 
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, audit dilakukan untuk memastikan anggaran digunakan secara wajar. "Mereka bilang kekurangan anggaran, tapi apa yang dikerjakan juga kami mau audit," kata Saefullah dikutip dari situs resmi Pemerintah DKI, Beritajakarta.com, Kamis 8 Juni 2017.
 
Saefullah mengatakan, PT Jakpro mendapatkan penyertaan modal pemerintah (PMP) pada 2016 sebanyak Rp 1 trilun. Kemudian pada 2017 dianggarkan PMP sebesar Rp 1,95 triliun.
 
"Mereka sudah mendapatkan PMP, kami ingin pembangunan fisik dan nonfisik di DKI ini dalam menggunakan keuangan harus wajar, tidak boleh berlebihan," ujarnya.
 
Setidaknya ada tiga proyek penugasan kepada PT Jakpro untuk menunjang pelaksanaan Asian Games 2018. Ketiga proyek tersebut masing-masing Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome, arena equestrian atau arena balap kuda, dan velodrome atau arena balap sepeda.
 
Direktur Utama (Dirut) Jakpro Satya Heragandhi mengklaim pembangunan ketiga proyek itu sejauh ini sudah melebihi target. Untuk LRT, prosesnya sudah berjalan 23 persen.
 
"LRT 23 persen per minggu lalu, lebih tinggi dari target, Velodrome dan Equistrian juga cepat," kata Satya di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 7 Juni 2017.
 
Meski angka 23 persen terlihat kecil, Satya memastikan proses pembangunan LRT sudah lebih cepat dari target. Ia mengatakan, di setiap awal proyek memang proses pembangunannya cukup memakan waktu. Namun ia menjanjikan infrastruktur Asian Games akan rampung pada 2018.
 
Total investisasi untuk ketiga proyek tersebut senilai Rp6,8 triliun. "Yang terserap sudah Rp2,7 triliun per bulan ini," ujar Satya.
 
Satya pun menyebutkan beberapa kendala soal penganggaran. Untuk 2016, semestinya Jakpro menerima Rp1,95 triliun dari Pemprov DKI. Namun karena ada beberapa hambatan, dana itu tak bisa dicairkan dan kemudian diproyeksikan kembali di APBD 2017 dan APBD Perubahan 2017.
 
"Digesernya Rp1,2 triliun di quarter pertama (APBD 2017), dan Rp750 miliar di APBD Perubahan. Tapi kebutuhan 2017 masih kekurangan, yang Rp750 miliar ditambah menjadi Rp3,560 triliun," jelas Satya.
 
Total anggaran yang mesti dikeluarkan untuk proyek Asian Games di bawah Jakpro tahun ini menjadi sebesar Rp4,760 triliun. Satya optimistis Pemprov DKI Jakarta mengabulkan kekurangan dana sebesar Rp3,560 triliun yang dimasukkan dalam APBD Perubahan 2017.
 
"Pertama, proyek ini dibutuhkan masyarakat. Kedua, kesukseskan proyek ini akan memberi warna pada Asian Games. Enggak ada opsi kita tidak bisa selesaikan," kata Satya.

Mtvn/RRN