Kedapatan Maling Sapi, Dua Warga Gunung Sahilan Dihajar Massa, Satu Tewas, Satu Sekarat

Administrator - Sabtu,22 Oktober 2016 - 13:33:55 wib
Kedapatan Maling Sapi, Dua Warga Gunung Sahilan Dihajar Massa, Satu Tewas, Satu Sekarat
SR salah seorang terduga pelaku pencurian sapi selepas dihajar massa yang emosi karena pencurian sapi. rsc

RADARRIAUNET.COM - Dua orang pria Warga Gunung Sahilan, Kampar Kiri Hilir, masing-masing BN (32) dan SR (36) menjadi korban amuk massa.

Warga menghakimi keduanya karena kedapatan membawa dua ekor sapi milik warga desa yang hilang pada Kamis, 20 Oktober 2016.

BN sendiri dilaporkan tewas di tempat dalam aksi massa. Tubuhnya sekarat dan tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan dan berlumuran darah. Sedangkan rekannya SR berhasil diselamatkan dari amuk massa walaupun tubuh penuh luka.

Kemarahan warga terhadap kedua pria yang juga warga Gunung Sahilan ini bermula dari pencurian sapi milik Sunaryo, warga Dusun I RT01 RW01, Desa Rantau Kasih, Kampar Kiri Hilir.

Sunaryo pun melaporkan peristiwa kehilangan sapi tersebut kepada warga lainnya, hingga kemudian warga pun berkumpul dan melakukan penelusuran dengan mengikuti jejak kaki sapi yang melekat di tanah.

Langkah itu membawa warga yang panas menuju lokasi persembunyian kedua tersangka pelaku. Benar saja, di sebuah kawasan hutan, dua pria bersama barang bukti dua ekor sapi yang mereka curi berhasil diamankan.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK dan Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Zulkarnain melalui Paur Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra membenarkan kejadian tersebut “para tersangka tersebut adalah BN laki-laki berumur 32 tahun warga Desa Sahilan Darussalam Kec Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, ia meninggal dunia setelah dihakimi masa,” terangnya.

Lebih lanjut Deni menjelaskan bahwa satu lagi tersangka yang hanya mengalami luka bonyok diwajah yakni SR laki-laki yang berumur 39 tahun tersebut merupakan warga Desa Subarak Kec Gunung Sahilan Kabupaten Kampar

“kejadian terjadi pada Pada hari jumat , 21 Oktober 2016 Sekitar pukul 05.00 wib, dimana masyarakat Kelurahan Sungai pagar, Desa Mentulik, Desa Sungai Petai Kecamatan Kampar Kiri Hilir. sekitar 200 orang mengambil keputusan yakni satu tersangka dibolehkan untuk dibawa oleh kapolsek dengan syarat mobil pelaku tetap diamankan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut Deni menjelaskan bahwa pada saat itu tersangka berlumuran darah akhirnya diputuskan untuk membawa tersangka ke Klinik Mawar yang berada di KM 60 Dusun Tasik Indah “Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Zulkarnain bersama anggota polsek dan securiti PT. NWR membawa pelaku SR untuk dilakukan pertolongan pertama, selanjutnya dibawa ke Mapolres Kampar, sedangkan jenazah pelaku BN dibawa ke RS. Bhayangkara Polda Riau, ” tegasnya.

Deni juga menyebutkan aksi massa baru mereda setelah aparat kepolisian datang dan meminta warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri.


rsc/radarriaunet.com