Dewan Minta Pemko Dumai Bangun Rumah Layak untuk Masyarakat Miskin

Administrator - Jumat,16 Oktober 2015 - 15:07:05 wib
Dewan Minta Pemko Dumai Bangun Rumah Layak untuk Masyarakat Miskin

Sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan, wakil rakyat mengusulkan Pemko Dumai mulai 2016 membangun rumah layak huni untuk PMKS.

DUMAI (RRN) - Pemerintah Kota Dumai diharapkan pada tahun anggaran 2016 ini mengusulkan pembangunan Rumah Sosial. Pasalnya, selama ini hal seperti ini luput menjadi perhatian bersama dalam rangka memberikan perhatian lebih kesejahteraan sosial kepada masyarakat.

Sekretaris Komisi III DPRD Dumai, Johanes MP Tetelepta, saat berbincang-bincang dengan awak media di Jakarta, Rabu (14/10/15) mengatakan, bahwa fungsi dari keberadaan rumah sosial ini melaksanakan pendataan penyandang masalah kesejahteraan sosial mulai dari orang tua jompo, pengangguran, orang terlantar dan yang lainnya.

"Keberadaan rumah sosial ini diharapkan mampu untuk memberdayakan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ada di Kota Dumai. Oleh karena itu, kami harapkan pemerintah bisa merespon dan mewujudkan terbentuknya Rumah Sosial bagi masyarakat," jelas politisi Partai Gerindra ini.

Selain mampu beberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang kurang mendapatkan kesejahteraan sosial, kata dia, keberadaan rumah sosial ini juga menjadi jawaban atas kepedulian Pemerintah Kota Dumai, dengan kondisi sosial kemasyarakatan yang sampai saat ini belum terwujudkan.

"Kota Dumai ini daerah yang cukup luas dan banyak dari masyarakat kurang mendapatkan kesejahteraan sosialnya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Kota Dumai ini memiliki rumah sosial dan kalau bisa bergandengan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dumai, sehingga masyarakat yang tinggal di rumah sosial itu bisa berlajar untuk mandiri," katanya.

Diuraikannya, mengenai arah dan tujuan selanjutnya jika Rumah Sosial itu sudah selesai dibangun oleh Pemerintah Kota Dumai, maka seluruh perusahaan industri dan lain sebagainya untuk turut bersama bertanggungjawab dan memajukan apa yang dibutuhkan bagi Rumah Sosial itu sendiri.

"Kalau sudah ada Rumah Sosial baru kita gandeng dengan perusahaan yang ada di daerah kita ini. Saya rasa seluruh perusahaan akan turut berpartisipasi dan memikirkan kondisi masyarakatnya yang memang dalam konsisi kesejahteraan sosialnya tidak mereka dapatkan," tegas pria yang akrab disapa Aci ini.

Bukan itu saja, kata dia, keberadaan Rumah Singgah yang dibangun Pemerintah Kota Dumai dinilai kurang efesien dalam memberikan perhatian lebih kepada masyarakat. Sebab, rumah singgah itu sendiri digunaan untuk persinggahan sebentar bagi orang terlantar dan kurang waras yang ujung-ujung di oper ke Pekanbaru.

"Jelas beda Rumah Singgah dengan Rumah Sosial. Kalau rumah singgah itu berfungsi untuk persinggahan saja. Sedangkan kalau rumah sosial yang saya maksud tujuanya untuk memberikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang tidak mendapatkannya," tutur Johanes.

Sedangkan kapasitas rumah singgah yang sudah dibangun itu, lanjutnya, dinilai sangat terbatas. Dia menjelaskan, rumah singgah itu hanya sebagai upaya penanggulangan, pembinaan dan menekan tingginya jumlah orang yang hidup di jalanan dan buka untuk memberikan kesejahteraan sosial.

"Orang yang ditampung di rumah singgah tersebut, merupakan warga yang ditertibkan aparat instansi terkait dari sejumlah operasi yang dilakukan di jalanan. Tapi upaya lanjutnya kan sebatas itu saja, jelas sangat berbeda dengan rumah sosial ini. Sasaran dan tujuannya saja sudah berbeda, jadi ini harus terwujud di Kota Dumai," pungkasnya. (had/fn)