Ari Wibowo: Jadikan Bencana Ini Sebagai Pelajaran

Administrator - Jumat,11 September 2015 - 10:57:40 wib
Ari Wibowo: Jadikan Bencana Ini Sebagai Pelajaran
Kapolres Inhu saat salat di areal kebakaran.

RENGAT (RRN) - Kendati sibuk memadamkan api, ibadah bagi Kapolres Indragiri Hulu (Inhu), Riau, AKBP Ari Wibowo tetap diurutan pertama. Bahkan, ia rela menunaikan salat dzuhur ditengah areal kebakaran.  Hal itu terjadi saat dirinya bersama personil Polres dan tim Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Inhu serta tim Manggala Agni melakukan memadaman titik api di Desa Rawa Asri, Kecamatan Kuala Cenaku.


Bahkan, selama bencana kabut asap melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kapolres Inhu itu tidak hanya mengandalkan anggotanya untuk melakukan pemadaman melainkan aktif melakukan pemantauan serta turun tangan untuk memadamkan titik api. "Walau bapak pulang dengan baju dinas yang kotor, namun ia tak peduli dan dia tetap turun melakukan pemadaman titik api. Begitu pula dengan ibadah, baginya salat bukan sekadar wajib, melainkan suatu kebutuhan", ungkap Brigadir Jepri yang merupakan ajudan Kapolres Inhu itu.


 Jepri mengaku, hampir setiap hari selama kabut asap ini dirinya bersama Kapolres melakukan pemantauan dan membantu pemadaman. "Setiap hari kami keliling melakukan. Pemantauan, dimana ada titik api, disitu ada pak Kapolres", singkatnya.


    Dilokasi yang sama, koordinator tim pemburu titik apai AKP Dwi Kormal mengaku, pihaknya sudah tiga hari berada di lokasi kebakaran. Upaya pemadaman api cukup sulit, karena areal yang terbakar sangat luas dan lokasi titik api juga sulit dijangkau. "Areal yang terbakar merupakan lahan gambut, sementara alat pemadaman sangat terbatas dan hanya ada mesin pompa satu unit, sedangkan sumber air juga sangat terbatas dan hanya mengandalkan genanagan air yang ada dari kanal-kanal yang ada", terang Dwi Kormal.


Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo usai melaksanakan salat zuhur kepada wartawan menyebutkan bahwa, dirinya sangat prihatin atas bencana kabut asap yang sudah mengganggu kesehatan masyarakat.  Maka dari itu, kapolres menghimbau kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan disaat musim kemarau tiba. "Hendaknya warga jangan lagi melakukan pembakaran lahan, kondisi saat ini sudah cukup menyiksa kita semua. Janganlah korbankan orang lain atas kepentingan diri sendiri. Jadikanlah bencana ini sebagai pelajaran bagi kita semua", tukas Kapolres tegas. (teu/grc)