Strategi Wardan Maksimalkan Pemanfaatan Energi dan Sumber Daya Alam

Administrator - Selasa,07 Januari 2020 - 13:52:12 wib
Strategi Wardan Maksimalkan Pemanfaatan Energi dan Sumber Daya Alam

RADARRIAUNET.COM: Kabupaten Indragiri Hilir memiliki berbagai potensi diantaranya sumber daya alam yang harus dimaksimalkan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir. Demikian disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Wardan usai memimpin rapat bersama Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid di Rumah Dinas Bupati Inhil.

Menurut Wardan, persoalan energi berkaitannya dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur di Kabupaten Inhil. Untuk itu sebut Wardan, banyak hal yang tentunya dimanfaatkan dan ini peluang besar pada pengembangan perkelapaan."Sebab beberapa waktu lalu, Pemkab Inhil sudah melakukan sejumlah MoU dengan perusahaan pengolah produk turunan kelapa," kata Wardan.

Hasil MoU tersebut diharapkan kedepan akan ada mesin-mesin yang dapat digunakan oleh masyarakat. Sehingga 197 desa yang sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat memanfaatkannya dengan maksimal. "Meski saat ini baru sekitar 20 persen BUMDes sudah aktif dan sehat. Saya tidak akan pernah berhenti mendorongan agar agar berkembang," katanya.

Supaya hal itu dapat tercapai, BUMDes yang dimaksud harus mampu menggali potensi di masing-masing desa. Sebab, salah satu tujuan dari dibentuknya BUMDes adalah untuk membentuk unit-unit usaha produk turunan kelapa. Hal ini sambungnya, dipaparkan rencana program prioritas daerah supaya dapat dukungan baik dari Pemprov Riau maupun pemerintah pusat.

"Kita bersama perwakilan rakyat riau di DPR RI, dengan harapan khususnya Kanupaten Inhil mendiskusikan bagaimana program prioritas, dan kita juga mendapat dukungan dari pusat. Seperti, masalah dari rencana pengembangan industri kelapa, Program Pengelolaan Air Bersih (PDAM), listrik dan juga infrastruktur," terangnya.

Bupati menegaskan untuk memanfaatkan peluang besar pada pengembangan perkelapaan, mengingat Pemkab Inhil beberapa waktu lalu telah banyak melakukan MoU dengan perusahaan-perusahaan pengolah produk turunan kelapa."Mudah-mudahan ke depan ada mesin-mesin yang dapat digunakan oleh masyarakat. 197 desa sudah terbentuk BUMDes. Saya mengharapkan BUMDes ini dapat dimaksimalkan," kata Wardan.

Saat ini, Bupati mengungkapkan bahwa BUMDes yang aktif dan sehat belum mencapai 20 persen. Dirinya tidak berhenti memberi dukungan dan dorongan agar BUMDes terus berkembang dengan menggali potensi di masing-masing desa, karena prioritas BUMDes dibentuk ialah untuk membentuk unit-unit usaha produk turunan kelapa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir, Riau, menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif  PT Rekadaya Multi Adiprima dalam penyediaan sabut kelapa. Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan di Tembilahan (Riau), mengatakan penandatangan nota kesepahaman bersama (memorandum of understanding, MoU) dihadiri perwakilan PT Rekadaya Multi Adiprima dan Pemkab Indragiri Indragiri Hilir.

“Penandatangan MoU ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan beberapa waktu lalu dan setelah perusahan melakukan peninjauan dan melihat langsung potensi sabut kelapa di Indragiri Hilir yang sangat besar,” kata Wardan.

PT Rekadaya Multi Adiprima membutuhkan bahan baku sabut kelapa sebanyak 100 ton untuk berbagai keperluan di industri otomotif. “Dengan adanya (kerja sama) perusahaan ini, maka sabut kelapa yang selama ini banyak terbuang akan memiliki nilai ekonomis bagi petani kelapa,” kata Wardan.

Penandatanganan MoU tersebut merupakan upaya Pemkab Indragiri Hilir agar produk turunan kelapa berupa sabut itu memiliki nilai jual tinggi dan bisa meningkatkan nilai ekonomi petani setempat. “Apalagi, saat ini sudah terbentuk badan usaha milik desa (BumDes) pada 197 desa di Kabupaten Indragiri Hilir. Nantinya, potensi kelapa lainnya ini juga akan ditampung dan juga diolah oleh badan usaha ini,” katanya.

Presiden Direktur PT Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya, menyatakan mereka tertarik berinvestasi dalam pembelian dan pengolahan sabut kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir yang sangat besar dan dapat memenuhi pasokan bahan baku yang dibutuhkan perusahaan mereka.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian RI menegaskan akan mendorong sabut kelapa masuk industry sebagai isi jok mbil. Itu terutama untuk menampung produk-produk utrunan kelapa asal Kabupaten Halmahera Barat (Maluku Utara). Besarnya potensi produksi sabut kelapa di Halmahera Barat yang mencapai 32.671 hektare dengan produksi buah kelapa sebesar 35.259 ton menjadikan ini sebagai alasan Kemenperin melirik Industri Kecil Menengah (IKM) kelapa terpadu di Halmahera Barat.

“Seperti salah satu usaha jok mobil yang ada di Bekasi, ternyata jok mobil Mercedes Benz berasal dari sabut kelapa. Nah ini yang akan kami dorong bagaimana sabut kelapa dari Halmahera Barat ini masuk ke perusahaan,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih saat membuka acara bimbingan teknis produksi dan bantuan mesin peralatan untuk para IKM pengolah kelapa di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, yang dikutip Kompas.

Selama ini sabut kelapa dari Indonesia masih banyak yang diekspor dalam bentuk mentah, belum ada penambahan nilai ekonomi. Misalnya, sebanyak 90 persen serat kelapa yang diolah Koperasi Produksi Mitra Kelapa (KPMK), Pangandaran (Jawa Barat) diekspor. Ekspor ini sudah berlangsung sejak awal 2017 lalu.

Ketua KPMK Yohan Wijaya mengatakan, selama ini masyarakat belum memiliki pengetahuan dan teknologi cara mengolah sabut kelapa menjadi serat. Bahkan, tak jarang pula mereka menganggap sabut kelapa adalah sampah dan limbah. “Masyarakat kebanyakan membuang dan dibakar,” kata Yohan seperti dikutip Kompas.

Indonsesia merupakan salah satu penghasil buah kelapa terbesar di dunia saat ini. Sehingga potensi serat kelapa jadi industri baru sangat besar.
Kepala Disparporabud Inhil, Junaidy SSos MSi mengutarakan bahwa di daerah pesisir, listrik bukan semata-mata dibutuhkan dalam kegiatan rumah tangga, tetapi juga industri.

"Contohnya itu di Concong yang merupakan daerah penghasil ikan dan kelautan lainnya, butuh listrik 24 jam untuk freezer supaya ikan tetap segar," sebut Junaidy.

Perlu diketahui,  Indragiri Hilir, salah satu kabupaten di Riau memiliki peluang investasi dan pemanfaatan lahan untuk komoditas perkebunan yang sangat menjanjanjikan. Salah satu hasil perkebunan paling terkenal dari kabupaten ini adalah kelapa. Kabupaten dengan julukan “Hamparan Kelapa Dunia” ini memiliki perkebunan kelapa dengan luas lebih dari 400 ribu hektar.  Hal ini disampaikan oleh Bupati Indragiri Hilir M. Wardan.

“Indragiri Hilir merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam yang bisa terus dimaksimalkan. Baik dari segi perkebunan, perikanan, dan pariwisata.Saya berkeinginan untuk menjadikan Indragiri Hilir sebagai daerah yang terkenal dengan kelapanya. Kelapa merupakan potensi Indragiri Hilir yang ingin saya bawa ke mata investor. Masyarakat di sini hidup dari kelapa. Ketika harga kelapa naik, perekonomian masyarakat juga ikut bergerak,” ucap Wardan.

Hal inilah yang membuat pemerintah Indragiri Hilir akan terus mempromosikan potensi kelapa di daerah ini. Bupati yang dilantik sejak tahun 2013 ini mengklaim bahwasannya harga jual kelapa dari 2013 yang ada dikisaran harga Rp 500 – 600 per butirnya sempat mencapai angka Rp 2000 per butir. Tentunya, hal ini ikut menggerakkan perekonomian masyarakat Indragiri Hilir ketika harga pasar kelapa meningkat.

Kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir memang menjadi daya tarik utama investor, akan tetapi masih terdapat kendala dalam hal sumber daya manusia pada pengelolaan kelapa. Sehingga, membuat masyarakat begitu saja membuang peluang untuk menghasilkan produk – produk turunan dari kelapa. Akibatnya, kelapa dirasa belum memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Indragiri Hilir.

“Saat ini memang sudah ada empat perusahaan besar di sektor komoditas kelapa  Indragiri Hilir. Akan tetapi, para investor yang nantinya memang berminat akan diseleksi dengan sebaik mungkin. Kami sangat mengharapkan, kelapa ini nantinya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat,” kata Wardan.

Selain berfokus mengembangkan komuditas perkebunan, Kabupaten Indragiri Hilir saat ini memang juga berfokus untuk mengembangkan industri perikanan dengan melakukan budi daya terhadap kepiting dan udang. “Potensi perikanan disini juga sangat baik. Hanya saja, terkendala pendistribusian dan transportasi,” jelas Wardan. Mulai tahun ini kabupaten Indragiri Hilir telah membuka rute baru penerbangan dengan pesawat Susi Air sebagai sarana distribusi hasil laut yang ada di Indragiri Hilir untuk didistribusikan ke Pekanbaru.

Sebelumnya, dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM. Wardan melakukan audiensi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEK DIKTI) RI yang diwakili Dr. Ir. Jumain Appe M. Si (Direktur Jendral Inovasi dan Penguatan) bersama Eka Gandara (Kasubdit kemitraan strategis dan wahana inovasi Kemenristek Dikti), di ruang rapat Pulau Sepa 2 hotel mercure Pantai Indah Ancol Jakarta Utara.

Pada kesempatan itu Bupati HM. Wardan didampingi Sekda, Asisten II, Kepala Bappeda beserta Kabid, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Perkebunan, Plt. Kadis Perindag, Kabag Ekonomi dan SDA serta Kasubbag.

“Kedepan Kabupaten Indragiri Hilir akan dijadikan Klaster Kelapa di Indonesia dengan 3 hal; mendorong kerativitas, melakukan inovasi, interprenership,” ungkap Dirjen Kemenristek Dikti Dr. Ir. Jumain Appe, M. Si.

Ia menambahkan, Kelapa semuanya bisa dimanfaatkan mulai dari daging sampai pohonnya. Untuk itu kita mendorong kelapa menjadi produk unggulan Nasional. Untuk itu kita harus memberikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga bisa menguntungkan ekonomi masyarakat dengan tujuan mendorong kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan Konsep dari hulu hingga hilir.

“Untuk itu, Kemenristek Dikti RI akan Daerah-daerah yang berpotensi bisa dikembangkan kedepanya”, Tutup Dirjen. kedepan bagaimana kita sama-sama mabangun perkelapaan di Inhil yang unggul dimasa yang akan datang.

Wardan dihadapan Dirjen KEMENRISTEK DIKTI RI menyampaikan, luas wilayah Kabupaten Inhil merupakan Kabupaten terluas dari 12 Kabupaten Di Provinsi Riau. Dengan memiliki wilayah seluas itu masyarakat Inhil sebagian besar bergantung pada kelapa.

Bupati menambahkan ada 1500 turunan kelapa menurut Prof. Wisnu. Disamping, permasalahan yang dihadapi masyarakat sebagai petani kelapa, diantaranya; Kondisi kelapa yang sudah tua. Beliau juga mengatakan, dengan ketergantungan masyarakat inhil kepada Komunitas kelapa, kami sangat mengharapkan Adanya inovasi baru dari Pemerintah Pusat.

Sekda yang ikut mendampingi Bupati saat audiensi dengan Dirjen Kemenristek Dikti RI menambahkan, “mengingat wilayah Kabupaten inhil merupakan wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Singapore dan Malaysia. Dari segi ekonomi ini sangat menguntungkan," paparnya.

Audiensi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir ini juga turut dihadiri, Prof.Wisnu dan beberapa Dunia Usaha yang bahan dasarnya kelapa. Di akhir acara di lanjutkan dengan penyerahan plakat dari pemda inhil oleh Bupati kepada Dirjen Kemenristek Dikti RI

Berdasarkan beberapa kebutuhan yang telah dipaparkan oleh peserta rapat, Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid memposisikan dirinya sebagai perpanjangan tangan dari kabupaten untuk menjemput dana di pusat.

"Jadi anggap saja saya ini pesuruh Bapak-baoak semuanya. Saya harapkan setiap instansi mempersiapkan proposal, sebagai bahan saya untuj bicara supaya kita dapat bantuan dana dari pusat demi pembangunan kampung kita ini," pungkas Abdul Wahid.

Wahid melaporkan beberapa cara untuk mengantisipasi kelangkaan BBM dan gas. Termasuk, dalam halnya mempertahankan potensi terbesar di Kabupaten Inhil ini, yaitu kelapa dan yang lainnya. Katanya, sejalan persoalan kelistrikan masih ada terdapat 29 desa yang belum dapat aliran listrik. Maka pada 2020 mendatang, akan ditargetkan persoalan kelistrikan sampai ke dusun-dusun.

Abdul Wahid menyatakan, siap perjuangkan program prioritas Pemkab Inhil imi di Pusat. Maka, sebutnya, dikegiatan rapat koordinasi ini merupakan rangkaian agenda kunjungan kerjanya dalam mensinergikan program-program pemerintah daerah dan pemerintah pusat. "Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja saya di Riau, guna mensinergikan program yang ada di Pusat untuk mendukung program daerah," katanya.

Abdul Wahid, berjanji akan memaksimalkan perannya untuk memperjuangkan kemajuan daerah. Maka dirinya, menjadi ujung tombak untuk memaksimalkan program di pusat agar dapat mendukung kemajuan daerah. Yang penting pak bupati siapkan perencanaannya dan buat usulannya. Dan itu. akan kawal di pusat. Makanya, perlu dukungan Pemkab dan masyarakat Inhil.

 

RR/RP/GIC/ROC/ADV