DISTANAK SIAP KEMBANGKAN PRODUK OLAHAN UBI

Administrator - Senin,31 Agustus 2015 - 14:15:41 wib
DISTANAK SIAP  KEMBANGKAN PRODUK OLAHAN UBI

PEKANBARU (RRN) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, mengatakan siap mengembangkan produk olahan ubi kayu menjadi produk beragam lainnya selain sanjai.


Bahkan pihaknya  akan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengembangkan produk olahan ubi kayu diwilayah setempat guna memperluas pangsa pasar.

"Pekanbaru memiliki Usaha Menengah  Kecil Mikro (UMKM) olahan ubi kayu jadi kripik sanjai," ungkap Kadistanak Pekanbaru, El Syabrina, Sabtu (29/8).


Namun menurut El pangsa pasarnya saat ini masih melayani lokal. Karena produk turunannya masih sanjai belum berkembang dengan beragam kreasi.

Sementara peluang pengembangan kripik ubi menjadi penganan yang tidak hanya sanjai bisa dikembangkan.
"Seperti kita ketahui Malaysia sudah mengembangkan kripik ubi ini menjadi menu makanan ringan yang lebih bergengsi seperti "kit kasava" dan sebagainya untuk dinikmati oleh kalangan kelas atas," bebernya.


Pekanbaru baru fokus pada kripik ubi dan sanjai. Yang nota bene pangsa pasarnya kalangan menengah kebawah. Makanya tutur El, pihaknya akan menggandeng Disperindag kedepan untuk mengembangkan industri hilir ubi kayu ini.

Dengan membina mereka berkreasi menciptakan makanan ringan dari ubi yang berkelas. Jika ini berhasil bisa jadi salah satu upaya pemerintah untuk memberdayakan ekonomi kreatif dimasyarakat. Karena dapat menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Demikian juga dengan kemasan masih perlu pembenahan untuk penampilan yang menarik, sehat dan terjamin kandungan gizinya," beber El.

Pemasaran juga bisa lebih luas bukan hanya pasar tradisional tetapi juga merambah ke mal dan hotel.

El menambahkan saat ini di Pekanbaru tepatnya di Jalan Pesantren arah lintas Pelalawan terdapat sebuah pabrik olahan ubi kayu menjadi kripik dan sanjai.

"Produksi mereka mencapai 2-3 ton perhari," ujarnya.

Jika ini bisa diberdayakan dengan menyatukan antara sentra bahan baku ubi kayu di Kulim dan Rumbai serta lokasi lain, maka akan berdiri industri kerajinan keripik lainnya. (lusi)