Lewat Film Animasi, Diharap Kesadaran Masyarakat Akan Diabetes Meningkat

Administrator - Rabu,26 Agustus 2015 - 13:01:22 wib
Lewat Film Animasi, Diharap Kesadaran Masyarakat Akan Diabetes Meningkat
FOTO:int

Jakarta (RRN) - Selain sebagai hiburan, film animasi juga bisa dijadikan sarana edukasi. Salah satunya untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes.

Kementerian Kesehatan Indonesia dengan PT Sanofi Indonesia membuat kompetisi pembuatan film animasi untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes. Film animasi pendek dengan durasi kurang lebih 5 menit itu berisi beberapa konten seputar diabetes seperti fakta diabetes, jumlah pasien dan prevalensi kematian akibat diabetes.

dr Hanna Herawati dari Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI menuturkan, berdasarkan data Riskesdas, di tahun 2007 pasien diabetes yang terdiagnosis yakni 26,3% dan jumlahnya naik menjadi 30,4% di tahun 2013.

"Berarti ada peningkatan kesadaran dan deteksi dini diabetes. Namun, tetap diperlukan kesadaran masyarakat, salah satunya melalui film pendek atau animasi," kata dr Hanna di sela-sela Konferensi Pers Animasi Manis di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Prof Dr Agung Pranoto, dr, MSc, SpPD-KEMD, FINASIM menuturkan sayangnya, 1 dari 5 pasien tidak sadar kena diabetes. Maka diperlukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Kenapa pasien nggak sadar? Karena sebagian tidak timbul gejala, kalau sudah ada gejala sudah tinggi gulanya dan sudah komplikasi. Kalau sudah begitu, biaya pengobatan tidak sedikit. Maka dari itu, penting adanya kampanye agar tidak membebani," tutur Prof Agung.


Angka pasien diabetes juga meningkat. Nah, dengan kampanye diharap bisa ditemukan pasien diabetes. Lalu, jika sudah ditemukan pasien bisa menjaga dirinya supaya dia diabetesi bisa hidup dengan sehat agar tidak terjadi komplikasi dan membebani.

Benoit Martineau, presiden direktur Sanofi Group Indonesia menegaskan kesadaran akan diabetes penting di Indonesia mengingat Indonesia menempati posisi ke-5 untuk jumlah pasien diabetes terbanyak di dunia. Apalagi, kebanyakan pasien tidak terdiagnosis sehingga ketika dibawa ke RS sudah mengalami berbagai komplikasi.

"Menyedihkan sekali pasien diabetes mengalami komplikasi sampai harus cuci darah dan diamputasi. Padahal, diabetes bisa dicegah jika kita lebih peduli dan lebih sadar sehingga kita mau melakukan deteksi dini," kata Bernoit.

Rencananya, film animasi tersebut akan disebarluaskan melalui sosial media. Mengusung kreativitas dari para animator muda, diharapkan film animasi ini bisa meningkatkan awareness akan diabetes terutama pada kawula muda. (rdn/up)