Ini Perkembangan Terbaru Tol Jabodetabek (I)

Administrator - Rabu,21 September 2016 - 12:51:06 wib
Ini Perkembangan Terbaru Tol Jabodetabek (I)
ilustrasi. kps
RADARRIAUNET.COM - Sampai 2021, pemerintah merencanakan membangun 11 tol untuk menghubungkan wilayah-wilayah di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
 
Sebagian sudah dalam tahap proses konstruksi, sementara yang lainnya masih menunggu kesiapan lahan.
 
Berdasarkan data yang diterima awak media, total panjang 11 tol ini adalah 263 kilometer dengan investasi senilai Rp 78 triliun.
 
Sementara biaya tanahnya Rp 14,69 triliun dibebankan kepada badan usaha jalan tol (BUJT). Pemerintah menanggung biaya konstruksi dengan total Rp 38,29 triliun. Ini merupakan bagian pertama dari dua tulisan. Tulisan kedua bisadiklik di sini. Berikut 11 tol tersebut dengan perkembangan terakhir dan badan usaha jalan tol (BUJT) masing-masing.
 
1. Cengkareng-Batu-Ceper-Kunciran
Tol ini dibangun oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk di bawah anak usahanya, PT Marga Kunciran Cengkareng (MCK). Dengan panjang 14,19 kilometer, tol ini dibagi menjadi 4 seksi dan membutuhkan total biaya Rp 3,5 triliun. Biaya tanahnya sendiri adalah senilai Rp 1,219 triliun, sedangkan biaya konstruksinya sebesar Rp 1,34 triliun. Perkembangannya saat ini masih dalam proses pembebasan lahan sebesar Rp 18,87 persen. Adapun konstruksinya menunggu kesiapan lahan. Targetnya, tol ini mulai beroperasi pada 2019.
 
2. Kunciran-Serpong
Melalui anak usahanya yakni PT Marga Trans Nusantara, Jasa Marga kembali terlibat pembangunan jalan tol di Jabodetabek. Tol Kunciran-Serpong dibangun dengan investasi Rp 2,6 triliun dan memiliki panjang 11,19 kilometer yang terbagi atas dua seksi. Di luar investasi tersebut biaya tanahnya sebesar Rp 989 miliar dan konstruksi Rp 760 miliar. Saat ini, proses penyerapan dana pembebasan lahan baru mencapai 29,39 persen. Dengan target operasi pada 2019, tol ini juga tengah menunggu kesiapan lahan untuk konstruksinya.
 
3. Serpong-Cinere
Pembangunan tol ini menjadi tanggung jawab PT Serpong Cinere Jaya yang juga merupakan anak usaha Jasa Marga. Tol tersebut dirancang sepanjang 10,14 kilometer yang terbagi atas 2 seksi. Biaya investasinya sebesar Rp 2,2 triliun beserta biaya tanah Rp 712 miliar dan konstruksi Rp 880 miliar. Saat ini, pembebasan lahan baru mencapai 3,44 persen, sementara target operasinya ditetapkan pada 2019 mendatang.
 
4. Cinere-Jagorawi
PT Translingkar Kita Jaya menjadi badan usaha yang bertanggungjawab dalam pembangunan tol Cinere-Jagorawi. Terbagi atas 3 seksi, tol ini memiliki total panjang 14,64 kilometer. Dengan total investasi Rp 2,6 triliun, biaya tanah dan konstruksinya masing-masing adalah Rp 930 miliar dan Rp 1,11 triliun. Tol yang ditargetkan selesai seluruhnya pada 2018 ini, sudah mulai beroperasi pada beberapa seksi, yakni seksi 1 dan 3. Saat ini, pembebasan lahannya mencapai 63,75 persen.
 
5. Cimanggis-Cibitung
Tol ini dibangun oleh PT Cimanggis-Cibitung Tollways yang telah diakusisi PT Waskita Toll Road. Pada proyek ini mengalokasikan dana sebesar Rp 4,5 triliun untuk pembangunan tol tersebut. Selain itu, biaya tanah sebesar Rp 1,3 triliun dan konstruksi Rp 1,61 triliun. Dengan target operasi pada 2019, saat ini perkembangan fisiknya baru mencapai 3,21 persen.
 
 
kps/fn/radarriaunet.com