Asian Agri dan Tanoto Foundation Latih Warga Ukui Sulap Sampah jadi Rupiah

Administrator - Selasa,06 September 2016 - 09:38:19 wib
Asian Agri dan Tanoto Foundation Latih Warga Ukui Sulap Sampah jadi Rupiah
Sampah yang kerap dianggap sebagai masalah ternyata bisa jadi pintu rejeki. Pelatihan itulah yang diberikan Asian Agrian dan Tonoto Foundation untuk masyarakat Ukii, Pelalwan. rtc

RADARRIAUNET.COM - Untuk meningkatkan kreativitas warga menyulap sampah menjadi rupiah, maka pada 30-31 Agustus 2016, PT. Inti Indosawit Subur (PT. IIS) bekerjasama dengan Tanoto Foundation dan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Pelalawan melakukan pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat Desa Air Emas, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

“Kebanyakan orang akan berpikir bahwa sampah adalah hal yang kotor dan merusak lingkungan. Padahal dengan kreativitas ternyata sampah itu bisa kita sulap menjadi rupiah. Oleh karena itu maka hari ini Asian Agri, BLH Kabupaten Pelalawan dan Tanoto Foundation melakukan pelatihan pengelolaan sampah. Harapan kami pelatihan dapat meningkatkan kreatifitas warga sehingga kedepan lebih banyak produk-produk daur ulang yang bisa dihasilkan, yang bermanfaat bagi banyak orang serta menambah pundi-pundi masyarakat,” ujar Welly Pardede, Head Sustainability & CSR Asian Agri sembari menunjukkan tas daur ulang hasil kreatifitas warga.

“Selain itu, pelatihan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan secara berkesinambungan. Sebelumnya perusahaan juga sudah memberikan bantuan Gudang Sampah, yang dibangun pada tahun 2015 lalu di Desa Air Hitam,” ujar Welly menambahkan.

Sebelumnya, atas kolaborasi BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kab Pelalawan, Asian Agri, Tonoto Foundation dan masyarakat, maka di Desa Air Hitam sudah terbentuk bank sampah, yang diberi nama Bank Sampah Asri. Di mana seluruh warga desa dapat mengirimkan sampahnya ke bank sampah tersebut sebagai bentuk tabungan mereka. Dan pada periode tertentu tabungan sampah mereka akan dibayarkan dalam bentuk rupiah kepada warga penabung.

Adapun rata-rata sampah yang dikelola oleh Bank Sampah Asri ini adalah 1–1,5 ton perbulannya, dengan pendapatan 2-2,5 juta/bulan. Selain menabung di bank sampah, warga juga secara kecil-kecilan sudah mendaur ulang sampah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual dengan penghasilan Rp2 juta pertahun.

Kepala BLH Pelalawan, Syamsul Anwar mengatakan bahwa pengolahan sampah ini dilakukan berdasarkan undang-undang yang ada. Saat ini Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbanyak ke-2 di Dunia, sehingga pengelolaan sampah harus menjadi perhatian berbagai elemen bangsa.

“Sampah sudah menjadi masalah global, sehingga dibutuhkan kepedulian berbagai elemen bangsa. Pada hari ini kami sangat berterima kasih atas sinergi pemerintah, perusahaan dan masyarakat, sehingga Bank Sampah Asri ini dapat menjadi Bank Sampah yang paling aktif di Kabupaten Pelalawan. Oleh karena itu pada hari ini kami juga memberikan bantuan berupa motor bak pengangkut sampah dengan harapan jangkuan sampah yang dikumpulkan dapat lebih luas. Sebelumnya kami juga sudah membangun kantor bagi Bank Sampah Asri ini,” ujarnya.

Kedepannya beliau berharap agar sinergi antara Pemerintah, Masyarakat dan Perusahaan dapat diwujudkan dalam suatu kerjasama yang tertuang dalam bentuk MoU antara instasi Pemerintah, Bank Sampah, dan Perusahaan.

Direktur Bank Sampah ‘ASRI”, Satori beserta Camat Ukui Basyarudin juga berterima kasih kepada perusahaan yang sudah melakukan pembinaan selama ini. Dan berharap agar pembinaan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga lingkungan terjaga dan produk-produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis dapat menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan masyarakat.

CSR Spesialist Tanoto Foundation, Hendrik mengatakan bahwa Tanoto Foundation (TF) adalah yayasan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto untuk mendampingi unit-unit usaha beliau, agar dapat menjadi perusahaan yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pelatihan pengelolaan sampah yang berlangsung selama dua hari, dan diikuti oleh 30 orang warga; disambut baik oleh para peserta. Yusnita dari Desa Air Hitam mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah melakukan pelatihan pengelolaan sampah bagi warga desa.

“Kami sangat berterima kasih atas pelatihan pengelolaan sampah yang telah dilakukan perusahaan, harapan kami agar bimbingan dan dukungan dari perusahaan dapat terus berkelanjutan, sehingga kami semakin ahli dalam berkreasi untuk mengelola limbah sampah agar dapat menghasilkan rupiah,” ujarnya.


rtc/fn/radarriaunet.com