Darmin: Pendidikan Indonesia Belum Ciptakan SDM Kompeten

Administrator - Selasa,12 Juli 2016 - 09:14:54 wib
Darmin: Pendidikan Indonesia Belum Ciptakan SDM Kompeten
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau bazar Ramadhan di pelataran parkir Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu. kps

RADARRIAUNET.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pendidikan dan pelatihan di Indonesia belum bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Itu dilihat dari lamanya proses pendidikan yang terjadi di Indonesia.

"SDM kita selama ini, terus terang tidak pernah ngurusi lebih detail, kita ada kebijakan 20 persen penerinamaa dalam negeri itu dipake untuk pengeluaran pendidikan, itu kan kebijakan penting," kata Darmin saat ditemui rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Kamis (7/7/2016).

Darmin mencontohkan pada proses pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang selama tiga tahun hanya mendapatkan sertifikat ijazah tanpa mendapatkan sertifikat kompetensi kerja.

"Bukan begitu caranya, boleh saja tahun ketiga dapat ijazah, tapi tahun pertama, misalnya SMK urusan bangunan tahun pertama dia harus punya sertifikat kompetensi bikin jendela sama pintu, atau memasang tembok yang bagus itu harus ada sertifikatnya standar kompetensinya," jelasnya.

Dia melanjutkan, di tahun kedua misalnya, untuk pondasi udah dapat sertifikat. "Sehingga, kalau sampai tahun kedua bapaknya meninggal, atau adiknya sakit ya nggak bisa terus, yang terjadi dia nggak bisa dapat apa-apa cuma dapet cerita,"  lanjut dia.

"Tapi kalau ada sertifikat di tahun pertama, tahun kedua juga ada, tahun ketiga, dia punya sertifikat kompetensi bikin rumah, disamping itu dia dapet ijazah SMK, kita nggak pernah nerapin begitu," ucapnya.

Oleh karena itu, Darmin bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melakukan rapat untuk menyiapkan suatu program pendidikan yang yang menciptakan SDM berkualias dan berkompetensi. Namun Darmin tidak memberitahukan program pendidikan apa yang sedang disiapkan.

"Kita jangan mendorong dulu kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasional sebelum perbaiki masing-masing pendidikan itu," pungkasnya.


kps/fn/radarriaunet.com