HATI-HATI

Administrator - Selasa,28 Juni 2016 - 13:12:51 wib
HATI-HATI
ilustrasi. pixabay
Bacaan: Efesus 5:1-21
Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:16)
 
Bacaan setahun: Ayub 13-16
 
Hati-hati. Kata ini, tentu tidak asing lagi buat kita. Kita sering mendengarnya. Kita juga sering mengucapkannya. Begitu sering, sampai akhirnya, hati-hati seolah ucapan basa-basi tanpa makna. Tidak demikian bagi rekan saya, Yanto. Ia menderita penyakit diabetes. Kadar gula darahnya sangat tinggi. Jika Yanto terluka, lukanya akan sulit sekali sembuh. Itulah sebabnya, dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Yanto selalu bersikap hati-hati. Ia tidak mau terluka. Baginya, hati-hati bukan ucapan basa-basi tanpa makna. 
 
Sikap hati-hati bukan sekadar bagaimana memegang pisau yang tajam tanpa melukai diri sendiri. Sikap hati-hati juga bukan sekadar bagaimana mengemudi kendaraan bermotor tanpa celaka. Karena sikap hati-hati adalah tentang memperhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup (ay 16). Sudahkah kita menjalani hidup seperti orang arif ? Mempergunakan waktu yang ada dengan baik? Jangan-jangan kita masih menjalani hidup seperti orang bebal. Jangan-jangan kita masih mempergunakan waktu yang ada dengan sembarangan. 
 
Mari bersikap hati-hati. Memperhatikan dengan saksama, bagaimana kita hidup. Saat kita berpikir, saat kita berucap. Saat kita bersikap, saat kita berkarya. Bukan sekadar supaya kita tidak terluka. Atau supaya orang di sekitar kita tidak terluka. Namun karena sebuah kesadaran. Kiranya kita dijauhkan dari segala kecerobohan. Kiranya kita dan orang di sekitar kita terluput dari segala malapetaka. Mari bersikap hati-hati. Ini bukan ucapan basa basi. --Okky Sutanto/Renungan Harian
 
 
UCAPKAN HATI-HATI, DARI DALAM HATI. UCAPAN HATI-HATI, SIMPAN DALAM HATI.



Berita Terkait