Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Hadapi Ahok di Pilkada

Administrator - Selasa,21 Juni 2016 - 14:55:31 wib
Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Hadapi Ahok di Pilkada
Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. cnn

RADARRIAUNET.COM - Partai Gerindra meyakini bakal dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan mendasarkan pada naluri Prabowo Subianto dalam memilih calon yang akan diusungnya. Gerindra  mengklaim tak memusingkan besarnya dukungan pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berhasil meraup 1 juta pendukung dari jalur independen dan sokongan dari tiga partai politik.

“Gerindra yakin dengan naluri Pak Prabowo dalam memilih dan menentukan calon gubernur Jakarta yang akan kami usung. Naluri, insting, Pak Prabowo akan sangat tepat sehingga nantinya calon yang kami usung akan menang,” tutur Wakil Sekjen Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo saat berbincang dengan awak media, Selasa (21/6).

Aryo menyatakan siapapun yang akan menjadi lawan Gerindra dalam Pilgub Jakarta nanti, terutama Ahok, bakal bisa dikalahkan oleh calon yang akan diusung Gerindra. “Kami tidak khawatir sama sekali dengan besarnya dukungan yang diraih Ahok saat ini,” ujar Aryo.

Gerindra bercermin pada ajang Pilkada Jakarta 2012 lalu yang sukses memenangkan pasangan calon yang diusungnya ketika itu yakni Joko Widodo dan Ahok. “Yang punya ide mengusung Pak Jokowi dan Pak Ahok waktu itu adalah Pak Prabowo. Naluri Pak Prabowo sangat tepat mengusung duet itu,” kata Aryo.

Aryo mengingatkan bahwa ketika itu banyak pihak yang meragukan bahkan menganggap remeh duet Jokowi-Ahok yang diusung Gerindra bersama PDI Perjuangan. “Waktu itu sudah menit-menit akhir kami mengajukan pasangan calon, dan calon yang kami usung itu dipandang pasti kalah oleh calon incumbent Fauzi Bowo,” ucapnya.

Tapi nyatanya, kata keponakan Prabowo itu, yang memenangkan pilkada Jakarta adalah pasangan Jokowi-Ahok. “Artinya yang menentukan itu pada saat hari H pemungutan suara, bukan saat ini yang kelihatannya sudah di atas angin atau meraih banyak dukungan. Hari H yang menentukan, bukan sebelum hari H,” ujar Aryo. “Yang menentukan bukan polling media atau pemberitaan media tapi suara rakyat,” tambah dia.

Anggota Komisi VII DPR itu menegaskan kembali bahwa Prabowo satu-satunya pihak di Gerindra yang mempunyai wewenang untuk menentukan siapa yang akan diusung sebagai kandidat kepala daerah. Adapun pemilihan bakal calon dilakukan oleh tim penjaringan di internal Gerindra. “Sekarang ini kami masih fokus ke kader Gerindra untuk kami usung sebagai calon,” ucap Aryo.

Aryo menyatakan partainya tak akan mendukung Ahok sebagai gubernur Jakarta mendatang. Kemungkinan untuk memberi dukungan juga sudah tidak ada lagi. “Saya katakan 99 persen sudah tidak mungkin untuk mendukung Ahok. Kalau Pak (Ahmad) Muzani bilang sudah 100 persen tak mungkin Gerindra memberi dukungan ke Ahok,” tutur Aryo.

Sementara untuk koalisi dengan partai lain dalam mengusung calon, Aryo mengatakan Gerindra masih sangat terbuka karena membutuhkan tambahan suara untuk bisa mengusung calon. Suara Gerindra di DPRD DKI Jakarta saat ini ada 15 kursi sehingga membutuhkan tambahan tujuh suara lagi untuk bisa mencapai 22 suara sebagai syarat untuk mengusung pasangan calon.


cnn/radarriaunet.com