KBRI Siapkan Bantuan Kedua bagi WNI di Lokasi Gempa Jepang

Administrator - Senin,18 April 2016 - 15:01:50 wib
KBRI Siapkan Bantuan Kedua bagi WNI di Lokasi Gempa Jepang
Kondisi pengungsi WNI di posko penampungan di Kumamoto, Jepang, pasca gempa. Dok. Risnandar
RADARRIAUNET.COM - Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Tokyo, Jepang, akan mengirimkan bantuan tahap kedua kepada warga negara Indonesia yang terdampak gempa di Kumamoto. Saat ini kebutuhan pokok di daerah itu kian menipis dan akses ke lokasi juga sulit.
 
"Bantuan akan dikirim secepatnya begitu logistik telah tersedia dan transportasi sudah siap," kata Agus Heryana, pejabat fungsi protokol dan konsuler di Kedutaan Besar RI di Jepang kepada CNN Indonesia, Senin (16/4).
 
Menurut Agus, bantuan tahap pertama telah diberikan selang dua hari setelah gempa berkekuatan lebih dari 6 skala richter terjadi Kamis pekan lalu. Bantuan ini dikirimkan melalui jalur darat yang menghabiskan waktu perjalanan hingga 24 jam dengan jarak antara Tokyo dan Kumamoto mencapai 1.200 km.
 
Bantuan tahap kedua ini berupa makanan, obat-obatan, kebutuhan wanita dan pakaian ganti. Saat ini tercatat ada lebih dari 200 WNI di wilayah Kumamoto, yang merupakan mahasiswa atau pekerja di berbagai perusahaan.
 
"Kebutuhan mereka tentunya adalah bahan makanan dan obat-obatan. Di tempat penampungan Universitas Kumamoto ada 24 anak-anak, mereka membutuhkan perhatian lebih, karena stres beberapa hari berada di pengungsian," kata Agus.
 
Gempa terparah Jepang setelah tahun 2011 ini menewaskan 42 orang dan melukai ratusan lainnya. 
 
Dua orang WNI dilaporkan terluka dalam gempa susulan yang berkekuatan lebih besar, 7 SR, yang terjadi pada Sabtu (16/4). Namun pihak KBRI menegaskan mereka hanya mengalami luka ringan dan kini dalam keadaan sehat.
 
Pemerintah Jepang masih menyarankan warga di wilayah itu untuk tetap berada di penampungan karena gempa susulan masih terus terjadi walau skala dan frekuensinya lebih kecil. Total saat ini ada 180 ribu orang yang mengungsi di wilayah tersebut.
 
Gempa susulan
 
Risnandar, mahasiswa jurusan ilmu komputer di Universitas Kumamoto mengatakan secara umum kondisi WNI di pengungsian sangat baik. Mereka menggunakan tempat publik sebagai penampungan, seperti aula olahraga dan masjid. Sementara itu gempa susulan masih terus terjadi.
 
"Kondisi pengungsi sangat terkendali dan kami mengikuti standar prosedur pemerintah Jepang saat terjadi gempa. Belum diumumkan kapan kira-kira gempa akan berakhir. Lima menit lalu terjadi gempa susulan yang berstatus skala 3 dalam perhitungan seismik," ujar Risnandar kepada CNN Indonesia.
 
Komunikasi antara WNI di Kumamoto menurut Risnandar sangat baik. Hal ini memudahkan pemberian bantuan, tidak hanya bagi warga Indonesia, tapi juga bagi warga sekitar.
 
"Bahan makanan pokok di supermarket sudah habis, tapi hebatnya orang Indonesia adalah komunikasi yang sangat kuat. Komunitas Indonesia di Jepang sangat solid, dalam memberi bantuan pokok dan kebutuhan anak-anak," lanjut dia. 
 
Di posko penampungan Kumamoto Islamic Center, bahan makanan pokok milik warga Indonesia juga dibagikan ke warga lain yang membutuhkan. "Ada semacam posko di Masjid Kumamoto. Bantuan yang diperuntukkan untuk warga Indonesia juga kita bagikan ke warga negara lain. Kami juga membagi rata bagi warga Indonesia di seluruh Kumamoto," kata Risnandar.
 
Saat ini beberapa warga Indonesia telah pulang untuk menengok kediaman mereka pasca gempa. Pemerintah Jepang sendiri masih belum memberikan izin bagi warga untuk kembali ke rumah karena kondisi yang masih rentan. Sebanyak 25 ribu tim penyelamat diturunkan ke lokasi untuk menyisir wilayah gempa.
 
Agus menyarankan agar WNI mematuhi perintah otoritas Jepang di saat bencana seperti ini. "Yang diperlukan mereka saat ini adalah keamanan fisik, mental dan moral," lanjut Agus.
 
Agus juga mengimbau keluarga di Indonesia untuk terus "mendoakan kerabat mereka di wilayah gempa Jepang". Untuk perkembangan kondisi terkini, WNI bisa memantau akun Twitter KBRI @kbritokyo atau menghubungi hotline +818035068612. 
 
stu/cnn/ alex