Aksi Pencegahan Karlahut, ?

Plt Gubri Segera Panggil Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan

Administrator - Jumat,16 Oktober 2015 - 15:29:19 wib
Plt Gubri Segera Panggil Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan

Meninadak lanjuti hasil audit kepatuhan, Plt Gubri akan mememanggil pimpinan perusahaan sektor perkebunan dan kehutanan. Pertemuan mebahas pelaksanaan aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau.

PEKANBARU (RRN) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman panggil pimpinan perusahaan sektor perkebunan dan kehutanan, pada Senin (19/10/15) di Pekanbaru. Pemanggilan tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No 5 tahun 2015 tentang pelaksanaan rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk membahas pelaksanaan rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau.Pelaksanaan rencana aksi ini merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dan kwajiban seluruh element masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

"Senin kita akan mengumpulkan perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk menindak lanjuti audit kepatuhan," kata Plt Gubri, ketika diwawancarai awak media setelah membuka acara bakti sosial kesehatan dan pengobatan gratis di Kantor Lurah Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (14/10/15).

Dalam rencana Aksi yang tertera dalam peraturan Gubernur (Pergub) no 5 tahun 2015, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melakukan rencana aksi pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan pemegang konsesi yang berada di kawasan gambut dalam, dan memastikan melaksanakan tata kelola air (water management) untuk memastikan gambut tetap basah dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Perusahaan harus patuh menjalankan kwajiban dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dan akan dilaksanakan penegakan hukum adminstrasi apabila tidak melaksanakan rekomendasi hasil audit.

''Menurut data dari BMKG, Provinsi Riau terletak pada garis khatulistiwa (Equator), musim panas tahun 2016 diperkirakan akan datang pada bulan maret atau april, kita tetap melaksanakan pencegahan tidak boleh berhenti termasuk di dalam APBD pemerintah provinsi dan kabupaten/kota saat ini sudah mencerminkan komitmen daerah untuk pencegahan" ungkap Plt Gubri. (mok/fn)