Elpiji 3 Kg Kembali Langka, Disperindag akan Sidak Pasar

Administrator - Rabu,30 September 2015 - 11:31:55 wib
Elpiji 3 Kg Kembali Langka, Disperindag akan Sidak Pasar
Ilutrasi./foto: riaumandiri

SIAK (RRN) - Pantauan di lapangan, hampir semua agen penjual yang biasa menjual gas elpiji 3 kg, terpampang kertas bertuliskan “Gas Elpiji Habis”. “Saya sudah mencari ke agen penjualan di daerah saya, semuanya kehabisan stok gas elpiji. Kelangkaan ini sudah berlangsung empat atau 5 hari lalu, sejak Hari Raya Idul Adha. Kalo ada gas pun saya harus pergi sampai ke kecamatan lain,” kata Adi (39), warga Kecamatan Siak.


Lanjut Adi, akibat kelangkaan gas elpiji 3 kg, untuk masak dan keperluan makan sehari-hari sekarang susah. "Memang repot kalau tidak ada gas elpiji. Saya mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat memberikan solusi dan menyediakan gas elpiji agar tidak langka kembali dan kita bisa mudah mendapatkannya," harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Kabupaten Siak Wan Bukhari mengatakan, Disperindag langsung turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan atas kelangkaan gas bersubsidi tersebut. "Saat ini, tim sedang melakukan pengecekan terhadap kelangkaan elpiji 3 kilogram tersebut. Apakah memang langka dari Pertamina atau  memang sengaja ditimbun oleh pangkalan atau memang dari Pertaminanya maka ini, akan kita chek," ungkap Wan Buhori.


Lanjut Wan Buhori, gas elpiji 3 kg merupakan kewenangan dari Pertamina, namun dirinya akan tetap melakukan pengawasan terhadap kelangkaan elpiji. "Kita hanya sebagai pengawas saja, namun yang berhak penuh itu Pertamina. Namun sebagai pengawas, maka akan kita pertanyakan hal ini kepada Pertamina, kenapa kelangkaan ini terjadi," ungkapnya.


Hingga dua hari ke depan, Disperindag akan melakukan operasi pasar gas elpiji 3 kg, karena keluhan masyarakat atas kelangkaan. Selain itu, operasi pasar ini  untuk menjawab keluhan masyarakat yang banyak mengeluhkan harga gas elpiji yang dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu. “Untuk harga elpiji 3 kg maksimal 18 ribu, tapi masih ada juga pangkalan yang menjual di atas itu seperti Rp20-22 ribu. Itu yang kita cek ke lapangan. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk membeli gas elpiji 3 kg di pangkalan, sehingga harganya sesuai dengan yang telah ditetapkan. Jangan beli di pedagang eceran, karena harganya akan drastis jauh berbeda," pungkasnya. (teu/rmn)