Semua Crane di Masjidil Haram Dihentikan Hingga Prosesi Haji

Administrator - Jumat,18 September 2015 - 13:39:13 wib
Semua Crane di Masjidil Haram Dihentikan Hingga Prosesi Haji
FOTO:cnnindonesia

JAKARTA (RRN) - Penggunaan seluruh crane di proyek perluasan Masjidil Haram dihentikan hingga prosesi haji. Keputusan ini diambil pasca insiden jatuhnya crane pada Jumat (11/9) yang menewaskan ratusan orang, termasuk jemaah haji dari Indonesia.

Dikutip dari Saudi Gazette, Hisham Al-Faleh, Penasihat Gubernur Makkah Khaled Al-Faisal dan ketua komite penyelidikan insiden crane menyatakan seluruh crane akan benar-benar diperiksa untuk memastikan bahwa setiap crane terpasang dengan benar.

Dalam penyelidikan ini, para teknisi dari Saudi Aramco dan Dewan Teknisi Saudi dilibatkan dan dimintai pendapat independen terkait penyebab jatuhnya crane dan upaya terbaik untuk membersihkan puing-puing tanpa menyebabkan kerusakan yang lebih besar.

Faleh menyatakan perbaikan bagian Masjidil Haram yang rusak akibat insiden tersebut kini sedang dilakukan di bawah instruksi komite teknis Kementerian Pendidikan Saudi.

Faleh memaparkan sejumlah bagian telah rampung diperbaiki, termasuk jembatan tawaf dan sebagian besar Massa, tempat di mana jemaah haji berjalan tujuh kali di antara bukit Safa dan Marwah.

Menurut Faleh, banyak wilayah yang rusak akibat insiden tersebut kini telah dibuka kembali. Hanya bagian kecil dari Massa dan plaza timur masih ditutup untuk para jemaah.

"Kami sedang menunggu pendapat teknis tentang cara untuk memindahkan crane yang menghantam dinding Massa," kata Faleh.

Prosesi Haji berlangsung selama lima hari, dari tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah, setiap tahun menurut perhitungan kalender Islam.

Proyek Saudi Binladin Group Dihentikan Sementara

Sementara menurut laporan CNN, Raja Arab Saudi memerintahkan agar seluruh proyek konstruksi Saudi Binladin Group, kontraktor utama perluasan Masjidil Haram, dihentikan sementara di seluruh wilayah Saudi, hingga penyelidikan penuh terkait insiden crane rampung.
  
Saudi Binladin Group merupakan perusahaan konstruksi besar di Saudi yang didirikan oleh ayah Osama bin Laden, Muhammmed bin Laden. Crane yang menimpa Masjidil Haram merupakan crane milik Saudi Binladin Group.

Proyek pengembangan Masjidil Haram tersebut bernilai 14 triliun poundsterling dan hanya salah satu dari sejumlah proyek bergengsi perusahaan ini.

The Telegraph menyebutkan, terdapat beberapa proyek perluasan yang tengah berlangsung di Kompleks Masjidil Haram seluas 88 acre tersebut. Crane yang jatuh merupakan salah satu dari puluhan yang tersebar di sekitar Masjidil Haram.

Meski demikian, menurut pekerja konstruksi asal Indonesia, Sriyono Bashier, crane tersebut sudah lama tidak digunakan.  

Perluasan Masjidil Haram ditetapkan oleh Raja Abdullah pada 2011. Jika proyek yang direncanakan selesai pada 2020 ini rampung, Masjidil Haram akan mampu menampung lebih dari 2,5 juta jemaah.

Disebutkan, jika proyek ini rampung, maka akan ada banyak perumahan, jalan tol, tempat parkir dan sistem metro baru.

Sementara, tiga pakar dari Liebherr, perusahaan Jerman yang memasok crane, tiba di Saudi pada Sabtu (12/9), atau sehari setelah tragedi itu, menurut laporan Saudi Gazette.

Juru bicara perusahaan Liebherr yang berbasis di kota Biberach an der Riss, Jerman, menyatakan para pakar akan mengawasi pemindahan crane yang menghantam Masjidil Haram tanpa menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Para pakar juga akan dimintai pendapat soal cara merekonstruksi crane.

Juru bicara yang tak disebutkan namanya itu menolak mengungkapkan harga crane itu, tetapi menyatakan bahwa crane itu dijual ke Saudi pada 2012, dan termasuk dalam 40 crane yang dipasok ke sejumlah negara berbeda. (ama/ama/fn)