Kasus Kematian Covid-19 di Amerika Latin Terbanyak di Dunia

Administrator - Minggu,09 Agustus 2020 - 02:33:08 wib
Kasus Kematian Covid-19 di Amerika Latin Terbanyak di Dunia
Ilustrasi. Medcom.id

RADARRIAUNET.COM: Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di negara-negara Amerika Latin dan Karibia melampaui kematian di Eropa. Hal ini menjadikan Amerika Latin dan Karibia sebagai kawasan dengan kematian akibat covid-19 terbanyak di dunia.

Hingga Jumat (7/8), Amerika Latin dan Karibia melaporkan 213.120 kematian, lebih banyak 460 kasus dari Eropa. Jumlah ini juga berarti hampir sepertiga kematian di dunia terjadi di Amerika Latin dan Karibia. Di seluruh dunia, kasus Covid-19 telah melewati 19 juta kasus dengan total lebih dari 715 ribu kematian.

Jumlah kasus di negara-negara Amerika Latin terus meningkat. Lima negara di Amerika Latin yakni Brasil, Meksiko, Peru, Chili dan Kolombia menempati posisi 10 besar negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Brasil merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua di dunia, mencapai 2,9 juta kasus dengan 99 ribu kematian.

Dilansir dari AFP, virus corona juga semakin menyebar luas di India dan Afrika. Kasus di India meningkat dua kali lipat dalam tiga minggu.

Total, jumlah kasus di India telah melewati 2 juta kasus. India menjadi negara ketiga di dunia yang mencatatkan jumlah kasus lebih dari 2 juta, setelah Amerika Serikat dan Brasil. Pada Jumat, kasus harian di India mencatatkan rekor dengan 60 ribu infeksi baru. Jumlah kematian di India mencapai 42 ribu kasus.

Menurut ahli, jumlah ini lebih sedikit dari jumlah sebenarnya lantaran kasus kematian di India tidak tercatat dengan baik. Selain itu, stigma yang tinggi juga membuat banyak orang enggan menjalani tes di negara itu.

"Ada ketakutan akan penyakit ini serta isolasi dan karantina," kata ahli kesehatan masyarakat Rajib Kumar kepada AFP.

Aturan pembatasan yang dilonggarkan dianggap jadi salah satu pemicu meningkatkannya kasus di India. Pada Maret lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi sempat memberlakukan lockdown yang ketat.

 

RRN/Cnni