Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi Tiba di Pekanbaru Jumat

Administrator - Rabu,01 Juli 2020 - 15:48:38 wib
Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi Tiba di Pekanbaru Jumat
Pelda Anumerta Rama Wahyudi. Foto: Int.

RADARRIAUNET.COM: Jenazah Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi, dijadwalkan tiba di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (3/7/2020). Rama gugur saat Misi Monusco, Republik Demokratik Kongo, Afrika.

"Insya Allah, jenazah akan sampai di Indonesia, besok malam (Kamis malam, di Jakarta," ujar Komandan Resor Militer 031 Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed, saat ditemui di Satbrimobda Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Rabu (1/7/2020).

Dilansir Cakaplah.com, Jenazah Pelda Anumerta akan dibawa dari Jakarta ke Pekanbaru pada Jumat pagi. Sesampai di Bandara Sultan Syarif Kasim II, selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Garuda Sakti Kilometer 6 Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Di hari yang sama, pemakaman akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pekanbaru "Jika tidak ada hambatan, Jumat pagi sampai di Pekanbaru. Kita terima di Bandara, kemudian dibawa ke rumah duka, setelah itu dibawa ke TMP Pekanbaru (dimakamkan)," kata Ismet.

Pelda Anumerta Rama Wahyudi sebelumnya berpangkat Sersan Mayor. Prajurit Angkatan Darat ini bertugas di Satuan Detasemen Peralatan 1/4 Pekanbaru Komando Distrik Militer I Bukit Barisan.

Dia gugur pada Senin (22/6/2020) malam usai serangan kelompok bersenjata saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Ketika perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Selain Pelda Anumerta Rama Wahyudi, serangan itu juga melukai seorang prajurit TNI lain. RRN/CPL/SMR.