Suap Proyek Jalan di Bengkalis

Amril Mukminin Mangkir Dari Panggilan KPK

Administrator - Selasa,21 Januari 2020 - 11:03:00 wib
Amril Mukminin Mangkir Dari Panggilan KPK
Bupati Bengkalis Amril Mukminin

RADARRIAUNET.COM: Bupati Bengkalis Amril Mukminin, mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amril dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka pada tindak pidana penerimaan suap Proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Amril tidak hadir pada panggilan pemeriksaan yang diagendakan pada hari ini Senin (20/1) dengan alasan sedang ada kegiatan di Riau.

"Yang bersangkutan tidak hadir dan mengirimkan surat minta dijadwalkan ulang karena yang bersangkutan sedang ada kegiatan," terang Ali, dilansir dari detik.com, Senin sore.

Selanjutnya Ali menerangkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang, namun belum dapat memastikan kapan waktu pemanggilan ulang akan dilakukan.

"Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang namun belum ditentukan waktunya," tutup Ali.

Informasi yang dihimpun, Amril Mukminin pada hari ini melaksanakan kegiatan penabalan gelar adat. Penabalan itu diberikan oleh Masyarakat Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis. Kegiatan itu dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB hari ini, bertempat di Balai Kerapatan Adat Daerah Sri Mahkota, Jalan Antara Bengkalis.

Untuk diketahui, Amril yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bengkalis itu ditetapkan sebagai tersangka pada tindak pidana suap pada proyek multi years pembangunan Jalan Duri - Sei Pakning, di Kabupaten Bangkalis. Amril diduga menerima suap sebesar Rp5,6 miliar.

Adapun status Amril ditetapkan sebagai tersangka sudah sejak pertengahan tahun 2019 lalu, namun pihak penyidik KPK belum melakukan penahanan terhadap Amril.

Selain Amril, KPK juga menetapkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut. Dimana penetapan tersangka itu terkait proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu - Siak Kecil (multi years) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar.

10 Tersangka Baru
Sementara itu, pekan lalu KPK juga telah menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan di Bengkalis, Riau. Ada 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus.

"Kami sudah menemukan tersangka, khusus untuk empat paket terakhir ada 10 tersangka yang hari ini kami lanjutkan proses penyidikan," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, dilansir dari detik.com, Jumat (17/1).

Kesepuluh tersangka tersebut adalah, M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis (sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka), Handoko selaku kontraktor, Melia Boentaran selaku kontraktor, Tirtha Ardhi Kazmi selaku pejabat pembuat komitmen, I Ketut Surbawa selaku kontraktor, Petrus Edy Susanto selaku kontraktor, Didiet Hadianto selaku kontraktor, Firjan Taufa selaku kontraktor, Viktor Sitorus selaku kontraktor, Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor.

Firli mengatakan kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat dari total paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Riau. Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

"Berdasarkan hasil penghitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang-lebih sebesar total Rp 475 milyar," ucapnya.

Para tersangka dikenai Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka, yakni Bupati Bengkalis Amril Mukminin, M Nasir, Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan, dan Hobby Siregar.

M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis. Sedangkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar.

Proyek jalan itu terdiri atas enam paket pekerjaan pada 2012 dengan total anggaran Rp 537,33 miliar. Amril diduga sempat menerima Rp 2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.

 

RR/dtc/zet