Komitmen Bupati Wardan Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Administrator - Rabu,20 November 2019 - 14:23:33 wib
Komitmen Bupati Wardan Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bupati Inhil HM Wardan menyampaikan sambutan pada peringatan puncak HKN 2019, di Tembilahan. Foto: Rpc

RADARRIAUNET.COM: Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan terutama bagi petugas kesehatan dalam melayani pasien. Mengingat pentingnya komitmen dalam pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Karena ini, sudah menjadi tujuan pemerintah memberi pelayanan demikian.

"InsyaAllah, salah satu fokus kita, yaitu kedepan mengupayakan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Inhil," kata Bupati Inhil HM Wardan kepada wartawan, kemarin, pada puncak HKN 2019.

Pada kesempatan itu, Bupati Inhil HM Wardan didampingi Penasehat Persada Inhil Hj Zulaikhah Wardan dan beberapa pihak terkait. Seperti Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin dan lain sebagainya.

Acara mengusung tema Generasi Sehat Indragiri Hilir Unggul, inipun diawali dengan senam bersama oleh seluruh peserta. Selain itu ada penampilan yel-yel ditampil UPT Puskesmas Mandah. Lalu dilanjutkan launching majalah elektronik Diskes Inhil.

Dengan menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia, kata Bupati Inhil HM Wardan, bahwa ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Yakni stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional.

Namun ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat serta alat kesehatan, dan masih rendah penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri."Hal-hal tersebut akan menjadi fokus diupayakan solusinya," ucap bupati.

Ia menambahkan, melalui rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke -55 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil telah berupaya memberi pelayanan-pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat, tercapai sesuai harapan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin, mengatakan, pihaknya  meluncurkan program posyandu pra konsepsi dalam rangka pencegahan durasi penting (stunting).Ini katanya, merupakan momentum untuk meningkatkan kesehatan.

"Sebagaimana diketahui, bahwa HKN Tahun 2019 merupakan momentum untuk meningkatkan kesehatan. Sedangkan HKN sebelumnya fokus pada persoalan ibu. Namun untuk sekarang beralih soal gizi yakni pencegahan stunting," katanya.

Durasi penting, lanjut Zainal, bertujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan secara terpadu dan terstandar pada calon pengantin. Artinya, stunting merupakan masalah gizi kronis disebab asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama.

Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 di Kabupaten Indragiri Hilir digelar di gedung venue futsal Tembilahan, Senin (18/11/2019). Ribuan undangan yang didominasi oleh petugas instansi dan lembaga kesehatan memenuhi gedung venue futsal tersebut.

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir untuk menyemarakan peringatan HKN ke 55. Salah satu nya adalah louncing majalah elektronik yang diberi mama "Inter Sehat".

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, H Zainal Arifin, M.Kes mengatakan, majalalah elektronik tersebut akan terbit sebulan sekali dan bisa di akses atau download oleh masyarakat melalui smartphone.

Ditambahkan Zainal, majalah elektronik Inter Sehat tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat tentang kesehatan dan sebagai media sosialisasi program kesehatan yang digulirkan oleh pemerintah.

Edisi pedana majalah Inter Sehat mengupas tentang program Dinkes Inhil yaitu "Durasi Penting". Durasi Penting merupakan akronim dari Posyandu Pra Konsepsi Dalam Penanganan Stunting, yaitu progam Dinkes Inhil dalam mengatasi masalah gizi buruk.

Majalah Inter Sehat Edisi 001 November 2019 terbit dalam bentuk format PDF sebanyak 59 halaman. Louncing majalah tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Indragiri Hilir HM Wardan dan disaksikan ribuan undangan yang hadir di peringatan puncak HKN ke-55.

Dalam rangka memeriahkan HKN 2019, berbagai lomba digelar diantaranya lomba Handy Hygiene dance 6 langkah mencuci tangan menurut WHO dengan hstenk generasi sehat, Indonesia unggul di RSUD Puri Husada tembilahan.

Pelaksanaan tersebut di laksanakan pada tanggal 12-13 November 2019. Puluhan peserta ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut tidak ketinggalan dari pihak rumah sakit hingga Puskesmas.Semarak terlihat dari sorak-sorak para peserta hingga para penonton melihat berbagai macam lomba yang ditampilkan.

Mario lestari kabid keperawatan selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperingati hari HKN ke- 55 dan milad RSUD Puri Husada ke-35."Jadi, memang kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun yaitu lomba 6 langkah cuci tangan menurut WHO adapun tujuannya yaitu untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat kesehatan insan kesehatan baik di Rumah Sakit, Puskesmas atau pendidikan untuk membiasakan mencuci tangan 6 langkah," kata Mario lestari saat diwawancarai langsung.

Menurut Mario lestari, WHO dari beberapa penelitian mengatakan bahwasanya penularan yang paling mudah itu melalui tangan. Jadi, dengan membudayakan cuci tangan kita melindungi diri kita sendiri dari penyakit mengurangi penularan dari kita ke orang lain dari pasien ke pasien lain dari pasien ke keluarga.

"Untuk jumlah  peserta Lomba Handy Hygiene dance 6 langkah mencuci tangan Sekitar 40 grup yang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan ini terdiri dari ada Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Selensen, Pelangiran, Sungai Piring, Akbid, BPJS, BNI, Klinik Bersalin, Rumah Sakit 3M, Dokter-dokter spesialis, dan lain-lainnya," ujarnya.
Sangat menyenangkan di tahun ini karena dokter spesialisnya ikut berpartisipasi dan BNI pertama karena tujuannya untuk memotivasi jadi, kami berharap mudah-mudahan menjadi budaya bagi insan kesehatan untuk selalu mencuci tangan.

"Kedepannya, di tahun-tahun berikutnya bukan hanya seperti kepala dinas kesehatan H. Zainal Arifin semalam menyampaikan di acara pembukaan, kesehatan lebih baik juga untuk masyarakat, sekolah. Jadi, anak-anak sekolah misalnya SD kita harus membiasakan yang baik itu sejak dini. Alangkah baiknya kalau di tahun depan itu nanti lebih kepada lebih luas lagi pesertanya bisa ke anak-anak sekolah," Harapnya.

Selanjutnya juri, Dr. Wilda Masniati mengatakan ada 4 penilaian yang paling penting terutama nilai koreografi yang paling utama mungkin penilaian karena inikan kreatif dan lumayan lebih bagus."Untuk tahun ini pesertanya sangat bagus-bagus, kreatif dan semangat karena semuanya ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan lomba Handy Hygiene dance 6 langkah mencuci tangan ini," kata Dr. Wilda Masniati.

Dr. Wilda Masniati  menuturkan bahwa memang tahun ini lebih meriah, kreatif, inovasi. Tapi, kami dari dewan juri menilai yang paling penting adalah gerakan mencuci tangan bukan jogetnya. Karena kita secara tidak langsung memberikan pelajaran bagi masyarakat bagaimana cara mencuci tangan dengan benar."Ya, walaupun ini dance akan tetapi harus ditonjolkan gerakan 6 langkah mencuci tangan, dan mengurangi sedikit jogetnya," jelas Dr. Wilda Masniati.

Kemudian, salah satu peserta yaitu dari IDI Inhil dengan nama tim 7 pemuda tangguh Dr. Firman Nurdiansah Sp. T HT- KL mengatakan kegiatan Lomba Handy Hygiene dance 6 langkah mencuci tangan ini sebetulnya tidak pernah diikuti oleh dokter spesialis."Kami ikut partisipasi walaupun latihan cuma 2 jam. Tapi, acara ini menunjukkan kami juga bisa tampil untuk berpartisipasi untuk ikut memeriahkan hari kesehatan nasional yang ke 55 dan ulang tahun Rumah sakit Puri Husada yang ke-35," kata Dr. Firman Nurdiansah Sp. T HT- KL

Dr. Firman Nurdiansah Sp. T HT- KL menuturkan bahwa ini penting kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari atau mencegah mencegah penyakit yang muncul karena ada istilah mencegah lebih baik dari pada mengobati."Maka dari itu, semoga dengan adanya acara ini masyarakat paham pentingnya mencuci tangan, dan kedepannya menampilkan yang wanita untuk ikut berpartisipasi karena saat ini hanya tim laki-laki," tutupnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Menggelar acara Puncak Perayaan Hari Kesehatan Nasional dengan Tema " Generasi Sehat, Indragiri Hilir Unggul" yang dilaksanakan di gedung Venue Futsal Tembilahan.Wardan juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dan jajarannya dalam hal ini sudah banyak ikut kontribusi di bidang kesehatan serta apresiasi yang setinggi-tingginya hingga terselenggaranya kegiatan ini yang sudah dikemas dengan baik dan berjalan lancar.

"kita melaksanakan hari Kesehatan Nasional ke-55 di Kabupaten Indragiri Hilir tentunya kegiatan ini adalah merupakan kegiatan puncak yang telah diawali dengan berbagai kegiatan kegiatan sebelumnya masuk kemarin hari Minggu kita melaksanakan kegiatan senam bersama juga kegiatan-kegiatan pengobatan gratis dari kata sosialisasi dan sebagainya dalam rangka bagaimana upaya kita untuk menjaga kesehatan kepada masyarakat," kata Wardan.

"Dalam sambutan tertulis bapak menteri Kesehatan Republik Indonesia di mana salah satu topiknya penekanan untuk mengatasi masalah stanting dan Alhamdulillah dalam periode pertama secara bersinergi pusat dan daerah, kita baru mampu untuk mengatasi lebih kurang 11%. ini yang menjadi pusat aktivitas secara bersama-sama kepada seluruh masyarakat terutama bagi pasangan pengantin baru, karena masalah saat ini muncul nya itu pada sebelum pembuahan janin," lanjut Bupati Inhil.

Wardan juga sangat memberikan apresiasi ada kerjasama Dinas Kesehatan bersama-sama dengan kementerian Agama persamaan kesempatan untuk memberikan pencerahan dan penjelasan kepada calon-calon pengantin baru agar mereka paham mengenai stanting atau penyakit lainnya."Saya berharap agar rangkaian kegiatan ini juga dapat memberi, edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk menciptakan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dan juga untuk melaksanakan pembangunan kesehatan dalam mewujudkan generasi yang sehat untuk Indonesia unggul," tutup Wardan.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin mengatakan HKN ke-55 ini sebenarnya momentum kami untuk mengukur tingkat keberhasilan, kalau dulu ada angka kematian ibu sekarang kita sudah beralih ke masalah stanting atau kekerdilan karena gizi yang kurang, jadi di tahun 2019 kedepan ada dua tantangan utama pertama adalah penanganan stunting yang jumlahnya 1700-an dan yang kedua masalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pembiayaan kesehatan yang masih carut marut.

Kedepannya kami menargetkan penurunan masalah stating ini bukan 10% tapi Zero alias 0% oleh karena itu kami buat Pos Terpadu Prakonsepsi Penanganan Stanting (Peluncuran Durasi) artinya kita membuat pos sebelum orang menikah, di situ bekerjasama dinas kesehatan, Muslimat NU dan Kementerian Agama (Kemenag) yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kemenag dari sisi agamanya, kemudian Muslimat NU itu dari Pendidikan anak dan orang tuanya sedangkan Dinas Kesehatan dari sisi kesehatannya," lanjut Zainal.

"Masalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pembiayaan kesehatan kita masih carut-marut, kita berupaya juga bagaimana itu bisa teratasi dan semua masyarakat benar-benar dijamin kesehatannya oleh pemerintah sepanjang dia mau di kelas 3. Jadi hari ini kita juga akan terus berupaya bagaimana sinkronisasi provinsi dengan kabupaten yang berapa bulan lalu pak Gubernur ingin mewujudkan setiap masyarakat Riau yang memiliki nomor induk kependudukan itu dijamin kesehatannya kalau itu terwujud insya Allah kita tidak ada masalah lagi dengan pembiayaan kesehatan," tutup Zainal.

Sesuai dengan laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa perayaan HKN Ke-55 TH 2019 dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yaitu; Senam Sehat bersama, Pemeriksaan Kesehatan gratis berbentuk cek tekanan gula darah, asam urat, kolesterol, konsultasi kesehatan serta jamu sehat bugar dan germas.

Zainal menambahkan, akan terus mencanangkan gerakan masyarakat hidup sehat dengan tujuan untuk menurunkan beban penyakit, menghindarkan masyarakat terjadinya penurunan kesehatan, penyakit infeksi degeneratif atau penyakit dengan pola hidup masyarakat.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan Area Car Free Day yang dipusatkan di Jalan Swarna Bumi Tembilahan.

Pelaksanaan Car Free Day pada hari ini juga melakukan Senam Sehat Bersama, Pemeriksaan Gratis dan Door Prize (Sepeda) bagi para peserta yang hadir, Generasi Sehat Indonesia Unggul dengan hestek Sehat Milik Kita.

Bupati Inhil HM Wardan secara langsung meresmikan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Senam Sehat Bersama, Pemeriksaan Gratis dan Door Prize (Sepeda)"Pada pagi hari  yang cerah ini dengan memperingati hari kesehatan nasional yang ke- 55 melaksanakan memang sengaja kita pusat dan di lokasi Jalan Swarna Bumi ini Alhamdulillah saya melihat ketika lokasi ini kita jadikan tempat karakteristik dan aktivitas," ujar Bupati Inhil.

Bupati Inhil juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Inhil  kepada semua jajaran pemerintah, organisasi perangkat daerah mari kita bersama-sama memanfaatkan lokasi ini."Dengan memanfaatkan tempat ini betul-betul menjadi tempat kegiatan yang membuat kita melakukan kegiatan-kegiatan olahraga kegiatan seni dan banyak sekali bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang lainnya seperti kegiatan usaha kecil dan menengah dalam rangka pengembangan ekonomi kemasyarakatan," Imbuh Bupati Inhil.

Bupati Inhil menuturkan bahwa saya menghimbau kepada kita semua mari kita bersama-sama menjaga lokasi ini dengan sebaik-baiknya tanaman-tanaman pohon-pohon yang sudah tertata rapi kemudian trotoar jalan ini sudah ada kita buat taman ada bunga-bunga untuk menambah keindahan taman."Mari kita pelihara bersama mari kita bersama dalam rangka menjaga keindahan kota kita Tembilahan apalagi di sejalankan dengan hari kesehatan Nasional. Dan ini tentunya banyak sekali kegiatan yang dilakukan termasuk kegiatan cek kesehatan gula darah, konsultasi kesehatan dan lain-lain. Semoga kita semua selalu menjaga kesehatan kita selalu berolahraga," Harap Bupati Inhil.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Zainal Arifin mengatakan pada acara ini sebagai rangkaian dari perayaan hari kesehatan nasional yang ke- 55 melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu pemeriksaan kesehatan gratis dan yang diperiksakan berbentuk cek tekanan darah, cek gula darah, asam urat, kolesterol.

"Semua Pemeriksaan ini secara gratis dan konsultasi kesehatan dan ini bertujuan untuk menurunkan beban penyakit. Karena terjadinya saat ini penyakit infeksi sudah beralih ke penyakit degeneratif penyakit dengan pola hidup masyarakat yang kurang teratur," tutur kadiskes.

Kadiskes menuturkan bahwa semua disponsori oleh insan kesehatan, Ikatan bidan Indonesia, ikatan perawat Akademi Kebidanan, Ikatan dokter Kantor kesehatan pelabuhan, persatuan dokter gigi, BNI, apoteker persagi, persatuan perawat gigi, SMK farmasi, RSUD Puri Husada, Rumah Sakit 3M Plus, rumah sakit Toperasi Linux, apotek Farma, apotek pembina apotek Medika.

"Pelaksanan ini juga membagikan sebanyak 35 buah sepada kepada masyarakat yang beruntung. Semoga dengan HKN ini kita lebih menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit," harapnya.

Pada 12 november 2019 hari ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Kementerian Kesehatan dan beberapa dinas kesehatan daerah merayakan dan memperingati HKN dengan upacara atau melakukan beberapa kegiatan. Tema yang diangkat kali ini adalah Generasi Sehat Indonesia Unggul. Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh presiden tentang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dilansir dari sambutan Menteri Kesehatan, ada dua isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM itu, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional. Meskipun dalam 5 tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat. Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi.

"Begitu juga dengan jaminan kesehatan yang masih banyak menuai permasalahan. Jaminan Kesehatan seperti BPJS misalnya masih belum sempurna. Tapi kita akan terus memperbaikinya dengan menghadirkan inovasi-inovasi kesehatan yang lebih baik," jelas Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam sambutannya.

Selain dua isu itu, yang juga akan menjadi fokus Kemenkes dalam 5 tahun mendatang adalah tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri. Dilansir Kemenkes.go momentum HKN ke-55 ini merupakan pengingat publik, kesehatan masyarakat akan meningkat jika ada kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat itu sendiri.

''HKN ini mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan upaya promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Germas. Masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya,'' ucap Murti Utami, Irjen Kemenkes seperti dilansir Kemenkes.go.

Di beberapa daerah HKN dirayakan dengan melakukan berbagai kegiatan seperti Kelas Ibu Hamil,Senam Massal, Pameran Kesehatan, Deteksi Dini Penyakit Tidak menular (PTM), Sunatan Massal dan lain sebagainya. Perkembangan Bidang Kesehatan di HKN 55 Ada beberapa inovasi yang sudah diluncurkan oleh Kementrian Kesehatan. Beberapa aplikasi ini diperlihatkan pada Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri, Kamis (7/11).

Produk inovasi ini didominasi oleh aplikasi, seperti aplikasi ''Online Monitoring Kerja Sama Kementerian Kesehatan dengan Mitra Asing'', yang memudahkan monitoring perkembangan kerja sama dengan mitra asing. Lalu ada aplikasi ''Online Integrated Depository and Monitoring System (IDeMS)'' yaitu aplikasi untuk membangun mekanisme pemantauan cepat permintaan endorsement online serta membangun networking portal untuk forum diskusi antar ASEAN, dan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Kesehatan Kerja dan Olahraga (SITKO), yang memperkuat upaya-upaya Kesehatan Kerja dan Olahraga di setiap tingkatan.

Selain itu ada aplikasi Bahan Baku Kosmetika (e-BBKOS), Emergency Operation Center (EOC), dan Online Integrated Depository and Monitoring System (IDeMS). "Kita berharap Generasi Sehat yang kita perjuangkan bersama dapat menjadi SDM Unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, yang bertepatan juga dengan bonus demografi akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur dan sejahtera," tutup Terawan dalam sambutannya.

 

RR/RPC/IKC/MRC/KRC/ADV