Wardan Inginkan Penerima Zakat Jaga Ibadah

Administrator - Kamis,07 November 2019 - 13:59:25 wib
Wardan Inginkan Penerima Zakat Jaga Ibadah
Bupati Inhil HM Wardan Melakukan penyaluran zakat produktif. Foto: Rpc

RADARRIAUNET.COM: Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, menyerahkan penyaluran zakat produktif berupa perahu nelayan di Desa Pasar Kembang, Kecamatan Keritang. Selain perahu, bupati juga menyerahkan uang tunai serta perangkat alat salat bagi jemaah laki-laki dan perempuan. Setia mustahik berhak menerima lebih kurang Rp12.089.100.

Dia berharap perahu tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh para penerima. Dan sehingga pada tahun-tahun berikutnya, status penerima zakat ini dapat berubah menjadi pemberi zakat. "Kalau hari ini kita disebut sebagai mustahik, Insya Allah ke depan menjadi Muzakki," ucap Bupati Wardan, kemarin dilansir riaupos.co.

Melalui pemberian zakat berupa sampan, maka para penerima ke depan akan memiliki penghasilan tetap yaitu minimal Rp4 juta per bulan. Artinya, akan menjadi nilai tambah ekonomi keluarga. Namun sambungnya, sampan-sampan tersebut harus diproduktifkan, harus dimanfaatkan sebagaimana kegunaannya.

Secara utuh, peruahu yang dimaksud dipergunakan untuk mencari rezeki. Melalui zakat disalurkan itu, lanjut Bupati, penerima harus memiliki tekat yang keras untuk merubah hidup menjadi lebih baik lagi. Dia optimis hal itu akan tercapai jikalau diiringi dengan motivasi. Demikian halnya bantuan perangkat Salat, yang harus dipergunakan untuk beribadah. Diharap para nelayan, tidak meninggalkan Shalat, meski dalam keadaan sedang menjalankan aktivitas rutin.

"Ketika masuk waktunya salat, atau mendengar suara adzan dan kita belum sempat pulang kan bisa digunakan saat itu pula," paparnya. Pada prinsipnya, kata Bupati Wardan, aktivitas tetap tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim. Dikarena, sesungguhnya semua datang dari Allah. Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Kecamatan Keritang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Diketahui sebelumnya, Bupati Wardan juga menyerahkan zakat produktif keoada 10 mustahik, yang berada di Sungai Berapit, Kecamatan Concong. Penyerahan zakat produktif, dipusatkan di Kantor Desa Sungai, dalam bentuk perahu nelayan bermesin hasil pengumpulannya oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) yang bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Inhil.

Sebelumnya, Bupati Inhil HM Wardan mengikuti Konferensi World Zakat Forum 2019 yang dibuka Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin didampingi Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA. Beberapa jajaran menteri pemerintahan pun turut diundang menjadi pembicara dalam forum ini diantaranya Menteri Agama RI, Fahrul Razi; Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, serta Menteri PPN Suharso Monoarfa di Di aula hotel  crowne plaza bandung, Selasa (5/11/2019).

Di hadapan 300 peserta konferensi yang berasal dari 28 negara, KH Ma’ruf Amin mengatakan sebagai wakil dari pemerintahan, ia ikut bangga menjadi bagian dari pembukaan pertemuan pegiat zakat dunia ini karena semangat yang dijunjung dalam WZF ini untuk membangun gerakan zakat dunia.

Konferensi WZF ini mengangkat tema "Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology" turut juga dihadiri Bupati Indragiri Hilir - Riau, HM.Wardan yang didampingi, Plh Asisten 1, Kabag Kesra Setda Inhil dan Ketua Baznas Inhil Di samping beberapa pimpinan dan lembaga Zakat Se-dunia, negara-negara sahabat, Pimpinan dan dinas Terkait, akademisi dan peneliti, Baznas se Indonesia, Lembaga amil zakat.

Bupati HM.Wardan pada kesempatan tersebut usai menghadiri pembukaan Konferensi WZF TH 2019 mengatakan, sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI Pemerintah Kabupaten Inhil untuk menciptakan industri yang halal dan lembaga keuangan yang berbasis syariah dengan mengucurkan dana 2 M setiap tahunnya untuk membantu lembaga Baznas yang tidak lain merupakan salah satu lembaga keuangan yang berbasis syariah."Di samping itu, dana zakat semakin dianggap sebagai bagian yang sangat penting dan sebagai sumber keuangan syariah sosial yang sangat potensial" Ungkap Bupati HM. Wardan.

Terakhir, beliau juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir untuk menyalurkan zakat melalui Baznas yang telah di atur dengan Undang-undang.Wardan, menyerahkan penyaluran zakat produktif berupa perahu nelayan di Desa Pasar Kembang, Kecamatan Keritang.

Selain perahu, saat itu bupati juga menyerahkan uang tunai serta perangkat alat salat bagi jemaah laki-laki dan perempuan. Setia mustahik berhak menerima lebih kurang Rp12.089.100.Dia berharap perahu tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh para penerima. Sehingga pada tahun-tahun berikutnya, status penerima zakat dapat berubah menjadi pemberi zakat."Kalau hari ini kita disebut sebagai Mustahik, Insya Allah ke depan menjadi Muzakki," ucap Bupati, seraya memberi motivasi.

Melalui pemberian zakat berupa sampan, maka para penerima ke depan akan memiliki penghasilan tetap minimal Rp4 juta per bulan. Artinya  pengadilan akan menjadi nilai tambah ekonomi keluarga."Artinya, sampan-sampan tersebut harus diproduktifkan, harus dimanfaatkan sebagaimana kegunaannya," tegasnya.

Secara utuh, peruahu yang dimaksud dipergunakan untuk mencari rezeki. Melalui zakat yang disalurkan itu, lanjut Bupati, penerimanya meski memiliki tekat yang keras untuk merubah hidup menjadi lebih baik lagi. Dia optimis hal itu akan tercapai jika diiringi dengan motivasi.Demikian pula bantuan perangkat Salat, yang harus dipergunakan untuk beribadah. Para nelayan, tidak meninggalkan Shalat, meski dalam keadaan sedang menjalankan aktivitas rutin."Ketika masuk waktu salat, atau mendengar suara adzan dan kita belum sempat pulang kan bisa digunakan saat itu pula," paparnya.

Prinsipnya, aktivitas tetap tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim. Karena, sesungguhnya semua datang dari Allah.Bupati, mengucapkan terimakasih kepada Kecamatan Keritang yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Hal itu hendaknya diikuti desa dan kelurahan.

Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), Bupati HM Wardan didapuk sebagai penerima penganugrahan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Award dari Baznas Pusat, sebagai salah satu kepala daerah pendukung kebangkitan zakat tahun 2019. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Baznas Inhil, Yunus Hasby. Dikatakannya, Bupati Inhil mendapatkan penganugrahan Baznas Award tahun 2019 itu setelah melalui tahapan penjaringan dari Baznas pusat sejak tanggal 10 Juli hingga 8 Agustus 2019 yang lalu.

"Baznas award 2019 merupakan hasil penilaian Baznas pusat dalam indikator kepala daerah yang dinilai komit dan secara terus menerus memberikan support dan bantuan regulasi serta pendanaan operasional dari APBD terhadap Baznas Kabupaten Inhil," jelas Yunus Hasby, Sabtu 24 Agustus 2019. Anugerah Baznas Award tahun 2019 yang mengusung tema yang 'Zakat Tumbuh Bermanfaat' akan diserahkan pada Senin 26 Agustus 2019 oleh Kementerian Agama RI dan Ketua Baznas Pusat, Bambang Sudibyo di aula HM Rasjidi Kemenag RI, Jalan MH Thamrin Nomor 6 Jakarta Pusat.

"Selamat untuk bupati Inhil HM Wardan, semoga dengan? penganugrahan Baznas Award ini, kebangkitan zakat di Kabupaten Inhil semakin bangkit dan Inhil semakin kuat karena zakat," pungkasnya.

Ketua BAZNas Kabupaten Inhil, HM Yunus Hasbi SAg MAg MH mengungkapkan bahwa kegiatan BAZNas diatur dalam undang-undang."Jadi urusan zakat adalah urusan agama yang diatur oleh negara sehingga kami tidak bisa melakukan pengumpulan dan pendistribusian zakat sembarangan," ujarnya.

BAZNas Kabupaten Inhil dibiayai langsung oleh Pemkab Inhil. Diutarakan Yunus Hasbi, selama 2 tahun terakhir dana operasional BAZNas yang diberikan oleh Pemkab Inhil adalah sebesar 2 miliar rupiah.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati menyerahkan zakat produktif tersebut. Sebanyak 10 unit perahu nelayan bermesin resmi menjadi milik nelayan yang terpilih menjadi mustahik di Desa Pasar Kembang.Selain perahu, Bupati juga menyerahkan uang tunai serta perangkat alat solat laki-laki dan perempuan kepada para mustahik tersebut. Total zakat yang disalurkan kepada 10 mustahik di Desa Pasar Kembang ialah Rp.12.089.100 perorang.

Bupati berharap perahu tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh para penerima. Dirinya juga berharap agar para mustahik yang menerima perahu tersebut, pada tahun depan dapat menjadi muzakki (orang yang membayar zakat)."Mudah-mudahan dengan sampan ini, dari yang tidak punya penghasilan tetap, dengan diberikan bantuan ini diharapkan nanti setiap bulannya mendapatkan minimal 4 juta rupiah. Jadi sampan ini harus diproduktifkan, harus digunakan untuk menghasilkan, sehingga zakat ini disalurkan kepada penerima manfaat yang benar," urai Bupati.

Pemimpin Negeri Seribu Parit ini terus mengingatkan agar perahu yang telah didistribusikan membuat para penerima semangat dalam mencari rezeki."Sampan ini jangan dipendam, jangan tidak ada motivasi untuk menghasilkan. Harus punya tekad, kemauan ke depan akan berubah," kata Bupati penuh semangat.Sedangkan perangkat solat tersebut, diharapkan Bupati Agamis ini agar selalu dibawa oleh para nelayan sehingga tidak meninggalkan solat.

"Kain dan baju yang di tas kuning itu dibawa melaut, jadi pas terdengar adzan, tidak sempat pulang, bisa digunakan untuk solat. Jangan tinggalkan solat, karena solat adalah tiang agama. Jangan sampai kesibukan membuat kita lupa beribadah," tegas Bupati.

Bupati mengucapkan terimakasih kepada Kecamatan Keritang yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ia berharap agar ke depan Desa dan Kelurahan dapat mandiri dan membentuk UPZ di masing-masing desa dan kelurahannya.

Orang Nomor Satu di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini bercita-cita agar BAZNas Kabupaten Inhil menjadi BAZNas terbaik se-Provinsi Riau. Saat ini, BAZNas Kabupaten Inhil berada di urutan ke-3 se-Provinsi Riau.

 

RR/CPL/IKC/RMC/ADV