Karhutla Riau

Makin Parah, Kabut Asap Sudah "Menyerang" ke Dalam Rumah

Administrator - Senin,09 September 2019 - 15:11:16 wib
Makin Parah, Kabut Asap Sudah
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Senin (9/9/2019).cakaplah.com pic

PEKANBARU : Kabut asap di Kota Pekanbaru akibat kebakaran hutan dan lahan semakin pekat. Senin (9/9/2019) pagi bau asap menusuk hidung.

Akibat kabut asap ini, sejumlah warga mulai terganggu kesehatannya. Mereka mengaku kesehatannya memburuk karena selalu menghirup asap.

"Asap makin parah saja. Kesehatan juga semakin memburuk. Batuk-batuk terus belum lagi kondisi badan jadi lemas. Kayak mendemam gitu," ujar Oni (50) warga Panam seperti sitat CAKAPLAH.com, Senin (9/9/2019).

Ia mengatakan kabut asap juga sudah masuk ke rumah melalui ventilasi ataupun jendela dan pintu ketika dibuka. "Nggak tahu lagi mau cari udara bersih dan sehat dimana. Di dalam rumah pun asap dah masuk. Sampai kapan gini terus?" keluhnya.

Dikatakan Oni, ketika keluar rumah ia selalu menggunakan masker untuk mengurangi dampak negatif asap ini.

"Apalagi anak-anak, mereka rentan kali. Sebisa mungkin mainnya di dalam rumah saja, meski memang asap dah masuk tapi tak separah di luar rumah," pungkasnya.


Hal senada juga dikatakan Hadi. Dua orang anaknya sekarang terserang ISPA. Ia meminta pemerintah tegas menindak pelaku Karhutla agar tidak terjadi kebakaran yang menyebabkan kabut asap.

"Kita minta pemerintah serius menanggulangi Karhutla ini. Dan yang tak kalah pentingnya, tindak pelaku pembakaran," ujarnya.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Marzuki mengatakan untuk hari ini Pekanbaru memang diselimuti asap. Namun tak hanya Pekanbaru, wilayah lain ada juga yang diselimuti asap.

"Ada 4 wilayah yang diselimuti asap yakni Pekanbaru, Inhu, Dumai dan Pelalawan," cakapnya.

Akibat kabut asap tersebut, jarak pandang di 4 wilayah tersebut juga sangat terbatas dan terparah itu di Kota Pekanbaru yakni hanya 2 Kilometer.

"Sementara 3 daerah lainnya jarak pandangnya adalah 3 kilometer," pungkasnya.


RRN/CKP