Rebut Masjid Al-Nuri, Irak Yakin Kalahkan ISIS

Administrator - Jumat,30 Juni 2017 - 18:01:48 wib
Rebut Masjid Al-Nuri, Irak Yakin Kalahkan ISIS
Pasukan Irak berhasil merebut kembali masjid Al-Nuri dari tangan ISIS pada Kamis (29/6). AFP Pic/Cnni

Jakarta: Irak akan segera mengumumkan kemenangan mereka atas ISIS di Mosul dalam ‘beberapa hari’, sebut komandan senior militer Irak, Jumat (30/6).

“Dalam beberapa hari kami akan mengumumkan kemenangan terhadap ISIS,” kata Letnan Jenderal Abdulghani al-Assadi, komandan senior pasukan elit Counter-Terrorism Service, kepada AFP.

Meskipun demikian, sering terjadi kesenjangan antara deklarasi kemenangan dan akhir pertempuran di wilayah tertentu dalam perang Irak selama bertahun-tahun melawan ISIS.

Pasukan Irak melancarkan serangan guna merebut kembali Mosul pada Oktober lalu dan berhasil menguasai wilayah timur kota tersebut, sebelum kemudian memusatkan gempuran pada wilayah barat yang lebih kecil namun padat penduduk.

Militan ISIS kini terdesak di kawasan kecil di Kota Lama, Mosul. Namun, jalanan yang sempit dan banyaknya warga sipil di kawasan tersebut, membuat laju pasukan keamanan terhambat.

Assadi memperkirakan terdapat 200-300 pejuang ISIS di Mosul dan mayoritas merupakan militan asing.

Pasukan Irak berhasil merebut masjid Al-Nuri dari tangan ISIS pada Kamis (29/6), lokasi dimana pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik dan mengumumkan kekhalifahannya.

Namun sebelumnya, ISIS meledakkan masjid ikonik tersebut, beserta menara Al-Hadba, pekan lalu, yang menurut militer Irak, melambangkan kekalahan kelompok teroris tersebut.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyebutkan perebutan kembali masjid Al-Nuri adalah tanda kemenangan sudah dekat.

“Kami melihat ISIS akan segera kalah,” kata Abadi melalui Twitter.

Pernyataan tersebut dikonfirmasi juru bicara Pasukan Koalisi Kolonel Ryan Dillon.

“Saya belum bisa menentukan tenggat waktu soal kekalahan ISIS, tapi saya bisa melihat itu sudah dekat, hanya beberapa hari hingga sepekan ke depan,” tutur Dillon.

Sementara di Raqqa, ISIS juga sudah semakin terdesak. Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung AS terus menggempur Raqqa, ibu kota de facto ISIS di negara tersebut.

Pada Kamis, mereka berhasil menutup jalan keluar ISIS dan menjebak para teroris dari kota tersebut.

“Pasukan SDF sudah berhasil mengepung Raqqa,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Sementara pada Jumat, pasukan koalisi terus menggempur Raqa dengan serangan udara yang semakin mendesak ISIS di kota tersebut. Mereka menyebut terdapat 2500 militan yang bertempur di Raqqa dan menyandera puluhan ribu warga sipil.

ISIS, yang mendeklarasikan ‘kekhalifahan’ di perbatasan Irak dan Suriah, tiga tahun lalu, kini dalam posisi terdesak karena gempuran dari militer kedua negara di Mosul dan Raqqa, yang merupakan dua ‘ibu kota’ bagi kelompok militan tersebut.

Kendati kejatuhan kedua kota tersebut merupakan pukulan telak bagi ISIS, bukan berarti militer dan pasukan koalisi benar-benar berhasil memberangus teroris tersebut. Pasalnya, kini ancaman datang dari para simpatisan yang melakukan serangan tak terduga di kota-kota besar di seluruh dunia.

cnni/les