Trump Hentikan Tradisi Buka Puasa Bersama di Gedung Putih

Administrator - Senin,26 Juni 2017 - 16:16:31 wib
Trump Hentikan Tradisi Buka Puasa Bersama di Gedung Putih
Tradisi buka puasa bersama sebelum Idulfitri sudah ada sejak pemerintahan Bill Clinton. Getty Pic/Mtvn

Washington: Tradisi buka puasa bersama di hari terakhir berpuasa tampaknya sudah dihilangkan oleh Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tidak menyebarkan undangan untuk acara buka bersama di kediaman dinasnya tersebut.

Biasanya, para pejabat dan karyawan Gedung Putih menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan acara tersebut di mana sudah menjadi tradisi sejak pemerintahan Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama.

Dilansir Independent, Senin 26 Juni 2017, pesan yang dikeluarkan Gedung Putih pun berbeda saat rumah dinas orang nomor satu di Amerika Serikat itu masih ditinggali oleh Obama.

"Umat Muslim di AS bergabung dengan orang-orang di seluruh dunia selama bulan suci Ramadan untuk fokus pada tindakan iman dan amal," sebut pernyataan resmi dari Gedung Putih yang dikeluarkan Sabtu kemarin, waktu setempat.

"Sekarang, saat mereka memperingati Idulfitri bersama keluarga dan teman, mereka meneruskan tradisi untuk membantu sesama. Selama liburan ini, kita diingatkan akan pentingnya belas kasih dan niat baik. Bersama umat Islam di seluruh dunia, AS memperbaharui komitmen kita untuk menghormati nilai-nilai ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri," lanjut pernyataan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson dikabarkan juga sudah menyatakan di mana pemerintah tidak akan menyelenggarakan buka bersama di hari terakhir umat Muslim Amerika berpuasa.

Pernyataan tersebut sangat berbanding terbalik dengan pesan Idulfitri yang disampaikan Obama.

"Muslim Amerika telah menjadi bagian dari keluarga Amerika sejak lama," ucap Obama, kala masih menjabat.

Begitu juga dengan mantan presiden AS, Thomas Jefferson yang dianggap sebagai pendukung kebebasan beragama yang gigih. Pada Desember 1805, ia menggelar acara makan malam bersama di Gedung Putih untuk menghormati Duta Besar Tunisia Sidi Soliman Mellimelli di mana pada saat itu AS sedang berkonflik dengan Tunisia.

Pada 1996, Hillary Clinton yang saat itu menjadi Ibu Negara juga menggelar acara yang khusus untuk mempelajari agama Islam.

Sementara mantan Presiden George W. Bush selalu menyelenggarakan makan malam di Gedung Putih pada hari terakhir berpuasa, terlebih pascaserangan 9/11. Kala itu, Bush berpesan untuk perang melawan terorisme, bukan Islam.


Mtvn/WIL/RRN