Pameran yang Keliru

Administrator - Rabu,19 Oktober 2016 - 13:24:34 wib
Pameran yang Keliru
ilustrasi. gratiajakarta
Bacaan: 1 Korintus 12:1-11
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. (1 Korintus 12:11)
 
Bacaan Setahun: Markus 14-16
 
Beberapa orang di gereja Korintus mengidap "penyakit" exhibitionisme alias nafsu pamer. Orang semacam ini susah menahan diri dari penonjolan diri dan pemaklumatan. Sebaliknya, ia amat mendambakan pengakuan, pujian, dan penghormatan orang lain. Semakin banyak pengagum semakin asyik rasanya. Dan, penyakit ini masih ada sampai sekarang.
 
Orang-orang dengan nafsu pamer tadi menonjolkan karunia-karunia ilahi. Ironis, bukan? Masak karunia dipamerkan? Bukankah karunia itu pemberian cuma-cuma alias gratis karena karunia adalah anugerah. Lalu, mengapa memamerkan anugerah?
 
Paulus sungguh prihatin. Dalam suratnya, ia menjelaskan bahwa karunia Allah itu tanpa peringkat, sebab tiap-tiap orang menerima karunia menurut kehendak Allah. Allah-lah sang pemilik sejati dari karunia itu, manusia hanya diberi. Jadi memamerkannya pasti keliru, apalagi kalau itu dipergunakan di luar prinsip "untuk kepentingan bersama". Karunia Roh adalah untuk membangun jemaat, bukan untuk membangun nama besar diri pribadi. Ada karunia yang tampak spektakuler, ada pula yang tampak sederhana. Semua itu sama nilainya. Tujuannya juga sama: agar umat Allah terbangun ke arah Kristus.
 
Bila karunia Allah di dalam diri kita menjadi ajang pameran, bisa dipastikan ada yang salah dengan kita. Mungkin saja hati kita sudah bengkok. Bila hati bengkok tak karuan, bagaimana mungkin bangunan tubuh Kristus bisa kuat? Alih-alih kuat, malah timpang dan loyo. Bagaimana kalau malah jebol, lalu ambrol? Alangkah patut disayangkan. --DKL/Renungan Harian
 
PENGAKUAN AKAN KESALAHAN-KESALAHAN KITA
ADALAH AWAL DARI KESUCIAN.-SYRUS



Berita Terkait