DEWASA DALAM KRISTUS

Administrator - Sabtu,26 Maret 2016 - 10:10:28 wib
DEWASA DALAM KRISTUS
Ilustrasi: Int
Bacaan: 1 Korintus 3:1-9
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu manusia duniawi dan hidup secara manusiawi? (1 Korintus 3:3)
 
Bacaan setahun: : Yosua 17-19
 
Seseorang akan dianggap sudah dewasa, ketika menginjak usia tujuh belas tahun. Nah, bagaimana dengan orang yang sudah menjadi Kristen selama tujuh belas tahun? Dapatkah ia langsung dianggap sudah dewasa rohani? Jawabannya: tidak. Kedewasaan rohani seseorang bukan ditentukan dari berapa lama ia sudah menjadi Kristen. Bukan juga ditentukan dari berapa tinggi jabatannya di gereja. Bukan pula ditentukan dari kesibukannya dalam pelayanannya.
 
Banyak hal dapat dijadikan alat ukur kedewasaan rohani, namun bukan hal-hal seperti di atas. Bagaimana alat ukur yang dipakai Rasul Paulus untuk jemaat di Korintus? Rasul Paulus menilai jemaat di Korintus belum dewasa dalam Kristus (ay. 1b). Alasannya, di antara mereka masih ada iri hati. Ada juga perselisihan antara mereka yang mengaku dari golongan Paulus dan mereka yang mengaku dari golongan Apolos. Hal itu menunjukkan bahwa mereka masih manusia duniawi dan masih hidup secara manusiawi (ay. 3-4). Ternyata, kedewasaan rohani seorang Kristen antara lain ditentukan dari sikapnya dalam menjalani kehidupan dengan sesama. Jika masih ada iri hati dan perselisihan, sebenarnya ia belum dewasa dalam Kristus.
 
Lupakan, berapa lama kita sudah menjadi Kristen. Lupakan, berapa tinggi jabatan kita di gereja. Lupakan juga, kesibukan kita dalam pelayanan. Baiklah kita melihat keadaan kita dengan saksama. Jika ada iri hati dan perselisihan, sesungguhnya kita belum dewasa dalam Kristus. Kita tidak lebih dari seorang anak yang masih harus menerima susu.—OKS
 
APAKAH ANDA DEWASA DALAM KRISTUS? ATAU ‘MERASA’ DEWASA DALAM KRISTUS?
 



Berita Terkait