Radarriaunet | Indramayu – Kepedulian terhadap sektor pertanian mendorong H. Mulyadi terjun langsung mengembangkan budidaya kedelai sekaligus memberdayakan masyarakat di daerahnya. Tak sekadar mengejar keuntDari Kepedulian Jadi Gerakan Ekonomi, H. Mulyadi BerdayDari Kepedulian Jadi Gerakan Ekonomi, H. Mulyadi Berdayakan Ratusan Warga Lewat Kedelaiakan Ratusan Warga Lewat Kedelaiungan usaha, langkah tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
H. Mulyadi dikenal sebagai tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Dengan kepeduliannya terhadap sektor pertanian, ia memilih menginvestasikan dana pribadi untuk mengembangkan budidaya kedelai.
Pengembangan tersebut dilakukan dengan pengelolaan yang lebih serius dan terencana, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman. Hasilnya, tanaman kedelai yang dikembangkan kini telah memasuki masa panen.
Mulyadi menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam budidaya kedelai berawal dari keinginannya ikut mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Pertama kita ikut program pemerintah tentang masalah ketahanan pangan, khusus di kedelai,” ujar Mulyadi, Minggu 9 Agustus 2026.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi komoditas pangan, tetapi juga harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar.
Karena itu, selain mengembangkan tanaman kedelai, Mulyadi turut melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan budidaya.
Libatkan Hampir 360 Warga
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan kedelai tersebut adalah pemberdayaan masyarakat.
Mulyadi menyebut hampir 360 orang masyarakat setempat ikut terlibat dalam kegiatan pertanian tersebut. Setiap orang mengelola lahan dengan luasan sekitar setengah hektare.
“Yang kedua saya memberdayakan masyarakat setempat. Masyarakat ini jumlahnya hampir 360 orang, satu orang sekitar setengah hektare,” ungkapnya.
Keterlibatan ratusan warga tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komoditas kedelai dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terorganisasi.
Petani tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan produksi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam sebuah kegiatan usaha pertanian yang memiliki orientasi terhadap keberlanjutan.
Kelola Lahan Ratusan Hektare
Terlihat lahan sekitar 210 hektare di kawasan PG Rajawali II JT 7, Kabupaten Majalengka, menjadi salah satu lokasi pengembangan kedelai yang dikelola secara profesional.
Pengelolaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi kedelai.
Untuk tahap awal, pengembangan dilakukan pada sekitar 50 hektare lahan.
Mulyadi mengatakan perkembangan tanaman di lahan tersebut mulai menunjukkan hasil dan memasuki tahapan yang diharapkan dapat memberikan hasil panen dalam waktu dekat.
“Untuk tahap awal 50 hektare pertama itu sudah mulai ... mungkin dalam dua minggu lagi,” ujarnya dalam tayangan tersebut.
Keberhasilan panen perdana menjadi momentum penting bagi pengembangan usaha kedelai tersebut. Hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa komoditas kedelai memiliki peluang untuk dikembangkan apabila mendapatkan pengelolaan, pendampingan dan perencanaan yang baik.
Bagi Mulyadi, keberhasilan pertanian tidak hanya diukur dari besarnya produksi atau keuntungan yang diperoleh. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Pengembangan kedelai diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memberikan alternatif usaha bagi petani.
Langkah tersebut juga dinilai memiliki arti penting di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki kebutuhan pasar cukup besar. Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Keterlibatan masyarakat dalam budidaya kedelai juga diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi generasi muda bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan yang modern dan profesional.
Panen Perdana Jadi Motivasi
Panen perdana menjadi titik penting dalam perjalanan pengembangan kedelai yang dilakukan Mulyadi.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi hasil dari proses budidaya, tetapi juga menjadi motivasi untuk memperluas pengembangan pada musim tanam berikutnya.
Dengan pengalaman dari tahap awal, evaluasi terhadap proses produksi dapat dilakukan untuk memperbaiki pola budidaya, meningkatkan produktivitas dan memperkuat keterlibatan masyarakat.
Jika model pengembangan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan, manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada satu kali musim panen.
Masyarakat dapat memperoleh peluang kerja dan pendapatan, sementara sektor pertanian mendapatkan tambahan produksi komoditas pangan.
Kisah H. Mulyadi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pertanian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Dari investasi pribadi, pengelolaan lahan, pemberdayaan ratusan warga hingga menghasilkan panen kedelai, seluruh proses tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang memberikan manfaat lebih luas
Pada akhirnya, keberhasilan di sektor pertanian bukan hanya tentang seberapa besar hasil yang berhasil diraih, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dari kepedulian menjadi aksi, dari lahan menjadi produksi, dan dari pertanian menjadi pemberdayaan masyarakat.
(ig)