Umar Abdul Aziz: Saya Tidak Mendiskriminasi FKDM, Saya Hanya Mempertanyakan Peran Koordinasi
Radarriaunet | Jakarta — Tokoh pemuda Jakarta Barat, H. Umar Abdul Aziz, menegaskan bahwa pernyataannya terkait Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Kembangan bukan bermaksud mendiskriminasi, menyudutkan, ataupun memojokkan lembaga tersebut.
Umar menjelaskan, pertanyaan yang disampaikannya semata-mata berkaitan dengan fungsi koordinasi dan deteksi dini di tengah persoalan parkir liar di kawasan CNI Kembangan.
Menurutnya, FKDM di tingkat kecamatan memiliki peran membantu pemerintah kota maupun jajaran kecamatan dalam menyerap informasi, mendeteksi potensi persoalan di masyarakat, serta menyampaikan masukan kepada pihak terkait.
“Saya tidak mendiskriminasi atau memojokkan FKDM. Saya hanya bertanya. Dalam persoalan parkir di CNI, mestinya ada koordinasi dan deteksi dini terhadap para juru parkir maupun pihak-pihak yang terlibat, sehingga pemerintah dan kecamatan bisa mendapatkan informasi sejak awal dan mencari solusi bersama,” ujar Umar.
Ia menambahkan, dirinya justru akan mengapresiasi apabila FKDM Kecamatan Kembangan memang telah menyampaikan informasi dan masukan mengenai persoalan parkir tersebut kepada pihak kecamatan maupun Pemerintah Kota Jakarta Barat.
“Kalau memang FKDM sudah memberikan masukan terkait persoalan ini, berarti FKDM sudah melengkapi kinerjanya dengan baik. Itu yang saya maksud. Jadi jangan dipelintir seolah-olah saya menyalahkan atau memojokkan FKDM,” tegasnya.
Umar mengatakan, persoalan parkir di CNI merupakan persoalan bersama yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas pihak. Karena itu, ia berharap seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dapat menjalankan fungsi masing-masing secara optimal.
Ia juga menegaskan bahwa pernyataannya mengenai FKDM disampaikan dalam konteks wawancara dan pembahasan mengenai persoalan parkir CNI, bukan sebagai bentuk serangan terhadap organisasi maupun personel FKDM.
“Motif saya adalah mempertanyakan apakah informasi dan masukan itu sudah disampaikan atau belum. Kalau sudah, berarti tidak ada persoalan. Justru saya mengapresiasi. Saya berharap semua pihak bekerja sesuai tugas dan fungsinya agar persoalan di lapangan bisa segera ditemukan solusinya,” pungkas Umar.