Mahasiswa Desak Kajati Riau Tuntaskan Korupsi di Siak

Administrator - Sabtu,02 April 2022 - 15:13:22 wib
Mahasiswa Desak Kajati Riau Tuntaskan Korupsi di Siak
Pengunjuk rasa menyampaikan orasi di depan gerbang Kantor Kejati Riau. Foto: CPL

RADARRIAUNET.COM: Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FAI-Teknik UIR Pekanbaru berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Mereka mendesak kejaksaan menuntaskan pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial di Kabupaten Siak.

Pengunjuk rasa menyampaikan orasi di depan gerbang Kantor Kejati Riau dengan pengawalan aparat kepolisian. Umumnya mereka memakai kemeja hitam, membawa bendera HMI dan spanduk yang berisi tuntutan mereka ke Kejati Riau.

Orasi disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa. Mereka meminta kejaksaan tegas mengusut secara tuntas terkait dugaan korupsi hibah dan bantuan sosial di Kabupaten Siak yang nilainya mencapai Rp57 miliar.

Massa meminta Kajati Riau, Jaja Subagja keluar untuk menemui mereka dan mendengar langsung tuntutan yang disamakan. "Tolong dengarkan kami, hadapi kami ke sini, biar Pak Kajati paham maksud dan tujuan dari kedatangan kami mengawal dugaan korupsi di Kabupaten Siak," kata Koordinator Lapangan HMI, Handika Ahmad.

Massa secara lantang meminta Kajati Riau tidak takut akan intervensi dari pihak-pihak tertentu dalam penanganan kasus tersebut, mereka mengaku mencium aroma jahat kekuatan kekuasaan yang bermain di kasus tersebut.

Fery selaku Koordinator Umum Aksi menambahkan, Kajati Riau tentu lebih memahami terkait penegakan keadilan seperti yang diucapkan Lucius Calpurnius Piso Caeso.

"Fiat justitia ruat caelum. Kami diktekan artinya ya, hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh. Pak Kajati tolong ketuk pintu hati nurani, Lucius Calpurnius telah mengajarkan kita bahwa dalam kondisi segawat apapun, hukum harus tetap berdiri tegak, tak tergoyahkan,” tutur Fery.

Dipaparkan, anggaran puluhan miliar yang diduga dikorupsi bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Siak.

“Coba kita bayangkan, jika anggaran sebesar itu untuk pembenahan sekolah dasar. Ada seberapa banyak sekolah dasar terbangun, untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat. Ini malah anggaran sebesar itu diduga menjadi kerugian negara, kerugian besar masyarakat Kabupaten Siak,” tutur Fery.

HMI juga meminta ketegasan Kepala Kejati Riau untuk segera mengusut tuntas kasus korupsi anggaran rutin BPKAD Pemerintah Kabupaten Siak periode 2014-2019 sebesar Rp 40,6 miliar.

Sudah setahun lebih dugaan korupsi bantuan sosial dan hibah di Kabupaten Siak diusut Pidana Khusus Kejati Riau. Penyidik mengakui kasus ini rumit karena objeknya sangat luas sehingga belum ada menetapkan tersangka sampai sekarang.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Trijoko menyatakan pihaknya terus bekerja. Beberapa item bansos Siak sudah ada yang tidak diusut lagi dan bergeser ke item lainnya.

"Masih perdalam lagi untuk mencari kerugian negara, perkara ini luas, rumit," kata Trijoko, Kamis siang, 10 Maret 2022 lalu.

Beberapa waktu lalu, penyidik fokus mengusut korupsi bansos Siak kategori warga lanjut usia. Puluhan saksi atau penerima bansos lansia itu diminta keterangan.

"Yang lansia tidak ada temuan (kerugian negara), mereka semua terima," ucap Trijoko.

Dari lansia, kini penyidik beralih ke bansos kategori fakir miskin dan suku terasing. Sejauh ini sudah ada 30 orang diminta keterangan.

"Masih berjalan, penyidik datang ke kecamatan (di Siak)," kata Trijoko.

Untuk hibah, Trijoko menyebut penyidik belum sampai ke sana. Sama dengan bansos, hibah di Kabupaten Siak beberapa tahun lalu itu juga punya objek luas.

"Kami bansos dulu, untuk lansia sudah ditutup," kata Trijoko.

Sebagai informasi, Pidana Khusus Kejati Riau sejak kasus bansos ini diusut sudah mengeluarkan 1364 panggilan. Dari ribuan panggilan itu, hampir 900 saksi yang datang ke Kejati Riau. Penyidik juga melakukan jemput bola dan berpindah kantor ke Kabupaten Siak untuk mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi.

Untuk perkara bansos, ada 15 item belanja yang harus diusut. Item dimaksud adalah bantuan bagi rumah tangga miskin, bantuan penyandang cacat, fakir miskin, yatim piatu, suku terasing, bantuan pendidik mahasiswa di salah satu perguruan tinggi dan bantuan pendidikan ke luar negeri.

Selanjutnya bantuan bagi mahasiswa strata satu, strata dua, diploma tiga, bantuan skripsi, bantuan tesis dan bantuan tugas akhir diploma tiga hingga bantuan karya ilmiah. Sementara hibah sendiri ada 40 item kegiatan.

RR/L6/RLC