Wardan Berikan Pembekalan Penyuluh Agama Non PNS

Administrator - Kamis,30 Januari 2020 - 15:27:15 wib
Wardan Berikan Pembekalan Penyuluh Agama Non PNS
Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan MP Bersama Tokoh Agama. Foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan MP menghadiri Pembinaan dan Pembekalan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil Periode 2020 2024.

Kegiatan yang berlangsung, Senin (27/01/20), bertempat di salah satu hotel di Tembilahan, Bupati juga melakukan Penyerahan SK kepada 162 orang Penyuluh Agama Islam tersebut. Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Penyuluh Agama sangat diharapkan untuk membantu menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat.

"Saya sudah berkomitmen, ada salah satu program prioritas yang namanya adalah DMIJ Plus Terintegrasi, plus terintegrasi inilah di mana keterkaitannya dengan Penyuluh Agama. Melalui DMIJ Plus Terintegrasi, sudah dituangkan dalam RPJMD 2018-2023 yang disahkan, saya sangat mengharapkan dukungan dan bantuan melalui penyuluh yang ada di lingkup Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir," urai Bupati.

Periode ini, Pemerintah fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Magrib Mengaji yang masih menjadi salah satu program wajib, dan kini ditambah dengan Program 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz.

Program tersebut menjadi penting dan diharapkan sukses. Diutarakan Bupati Agamis ini, program agama tersebut lahir karena berawal dari kerisauan pemerintah terhadap kehidupan generasi milenial dewasa ini.

"Saya rasanya hampir semua desa sudah saya kunjungi, dari kunjungan yang dilaksanakan ada 1 kekhawatiran saya melihat perkembangan teknologi yang begitu cepat, kondisi daerah kita yang berbatasan dengan daerah tetangga, melihat kenakalan remaja saya lihat sudah sampai ke daerah kita. Saya pernah dapat laporan, bahwa di suatu daerah telah ada anak usia SD yang ngelem, menggunakan narkoba, dan sebagainya," papar Ayahanda Kabupaten Inhil ini.

Berdasarkan fenomena tersebut, maka melalui Program 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz ini, diharapkannya akan mencetak generasi yang Qur'ani."Saya yakin dan percaya saat ini di desa-desa sudah banyak dibangun rumah tahfidz, tapi kami menitipkan anggaran di dalam DMIJ Plus Terintegrasi, maka harus ada 1 rumah tahfidz yang dikelola dan benar-benar menjadi tanggung jawab oleh Pemerintah Desa/ Kelurahan ataupun Kecamatan," pungkas Orang Nomor Sati di Kabupaten Paling Selatan di Provinsi Riau ini.

Selain itu, Wardan meminta para pendamping Desa Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Plus Terintegrasi berbesar hati dalam penempatan tugas nantinya. “Jangan cengeng. Ikuti saja penempatan di desa mana saja.

Pakta integritas sudah ditandatangani,” ujar Bupati Inhil Drs. HM. Wardan, MP pada acara Temu Ramah dan Arahan Pra-Tugas. Fasilitator DMIJ Plus Terintegrasi, di gedung Dharma Wanita Kabupaten Inhil, Tembilahan.

Bupati mengaku akan mengambil tindakan tegas kepada para pendamping desa yang mengeluh dengan lokasi penempatan. Tindakan tegas itu, menurutnya, bisa berupa penerbitan Surat Keputusan pemberhentian.

“Saya akan tolak (permintaan pemindahan, red) dan memberhentikan. Masih banyak (pendamping desa, red) cadangan yang sedang menunggu,” ungkap Bupati.

Tindakan tegas, diungkapkan Bupati juga akan diberikan kepada para pendamping desa yang sering mangkir dalam tugas, tidak selalu berada di desa yang menjadi lokasi bertugas. Sebab, lanjut Bupati, tugas pendamping desa adalah membantu Kepala Desa menyelesaikan tugas dalam rangka melaksanakan program-program desa.

“Jangan sampai ada dalam 1 bulan itu 10 hari pendamping desa tidak di tempat. Saya akan kasih teguran lisan maupun tulisan. Kalau sampai 3 kali, Saya akan berhentikan. Jadi, betul-betul harus berada di tempat. Namanya saja pendamping, tugasnya mendampingi Kepala Desa, artinya harus selalu ada,” ucap Bupati.

Bupati tidak memungkiri bahwa amanah tugas yang dibebankan kepada para pendamping desa merupakan hal berat,mengingat pendamping desa harus menangani 3 (tiga) desa sekaligus. Oleh karenanya, setelah dilakukan evaluasi kinerja tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan jumlah pendamping desa.

“Selain pengambilan kebijakan penambahan jumlah pendamping, dimungkinkan juga untuk diambil kebijakan rolling wilayah antar pendamping desa yang ada oleh Dinas PMD. Kita akan lakukan penilaian secara objektif,” jelas Bupati.

Selanjutnya, Bupati berpesan kepada seluruh pendamping desa agar menunjukkan loyalitasnya kepada para Fasilitator Masyarakat, bertugas seusai dengan struktur, dimana pendamping desa berada dibawah naungan Fasilitator Masyarakat (FM).

“Saya meminta kepada FM agar dalam setiap pertemuan yang dilakukan untuk selalu mengkomunikasikannya kepada Saya. Saya ingin ikut serta langsung dalam pertemuan untuk memahami,” pungkas Bupati. 

Peresmian diawali dengan peninjauan hasil pembangunan dari program prioritas Pemkab Inhil tersebut selama satu tahun, serta penandatanganan piagam penghargaan masing-masing desa dan kelurahan.

Ada enam desa dan tiga kelurahan se-Kecamatan Tempuling yang telah merampungkan pembangunan di tahun 2019, yaitu; Desa Mumpa, Desa Teluk Jira, Desa Teluk Kiambang, Desa Karya Tunas Jaya, Desa Harapan Jaya, Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kelurahan Sungai Salak, Kelurahan Tempuling, serta Kelurahan Tanjung Pidada.

Camat Tempuling, Ridwan S Sos MSi mengatakan bahwa berkat DMIJ Plus Terintegrasi dapat dibangun berbagai gedung yang berfungsi untuk aktivitas khalayak, seperti kantor desa, balai kemasyarakatan desa, gedung PAUD, rumah tahfidz. Selain itu di beberapa desa juga dapat dibangun sumur bor, gapura, serta infrastruktur jembatan dan jalan.

"Kecamatan Tempuling sudah punya rumah tahfidz, tapi beberapa masih ada yang di rumah kediaman. Insya Allah tahun depan akan dibangun rumah tahfidz khusus, demi membina anak-anak untuk menghafal Al-Qur'an," tutur Ridwan.

Diutarakan Ridwan, suksesnya Program DMIJ Plus Terintegrasi di Kecamatan Tempuling, tidak lepas dari dukungan masyarakat serta kerjasama dengan aparat desa. Dan Kecamatan Tempuling membuktikan bahwa beberapa santri dan santriwati berhasil dibina menjadi penghapal Al-Qur'an melalui program rumah tahfidz ini. Di hadapan Bupati dan rombongan, delapan santri dan santriwati unjuk kebolehan sambung ayat Al-Qur'an.

"Alhamdulillah, masyarakat Kecamatan Tempuling telah membuktikan dan sukses menjalankan Program DMIJ Plus Terintegrasi di bidang agamais, dan ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan dukungan pemerintah daerah," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Inhil mengucapkan terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil selaku Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D).

"Yang penting saya salut dan mengucapkan terimakasih kepada Pak Kajari yang selalu ikut dalam aktivitas dan kegiatan Pemkab Inhil, Beliau selalu memberi masukan yang menjadi patokan bagi saya," kata Bupati.

Beberapa waktu lalu, para Kepala Desa se-Inhil sudah menandatangani MoU dengan Kajari agar segala pembangunan diawasi oleh TP4D. "Dengan TP4D ini kita ada rasa PD, kita itu diarahkan. Karena salah satu tupoksi Pak Kajari melakukan pengawalan terhadap keberhasilan pembangunan-pembangunan kita," ujar Orang Nomor Satu di Inhil ini.

Kemudian, ia menginstruksikan agar Pemerintah Desa berkoordinasi secara intensif dengan pengawas internal (dalam hal ini TP4D) untuk mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dana pembangunan.

"Dengan pengawalan, kita yakin dan percaya, pembangunan yang kita laksanakan betul-betul berkualitas," tukasnya.

Pemimpin Kabupaten Paling Selatan di Provinsi Riau ini juga bersyukur karena program rumah tahfidz dapat direalisasikan sebagaimana mestinya di Kecamatan Tempuling ini. "Alhamdulillah, hampir setiap desa dan kelurahan yang saya kunjungi memperkenalkan kemampuan anak-anak didik tahfidz. Ini sangat luar biasa," paparnya.

Lain kesempatan, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menekankan kepada seluruh aparatur pemerintah di daerah Inhil, untuk selalu menjadi pelopor program pembangunan. Penekanan ini disampaikan Bupati HM Wardan, saat memimpin apel gabungan bersama para aparatur di lapangan upacara Kantor Bupati Jalan Akasia Tembilahan.

"Naif rasanya kalau sempat aparatur tidak tahu program pemerintah," kata Bupati Inhil HM Wardan.

Selaku pimpinan yang bertanggungjawab dunia dan akhirat, Bupati akan selalu mengingatkan para anak buahnya agar benar-benar memperhatikan program yang telah dibuat.

Di antaranya, program Magrib Mengaji, Salat Subuh Jumat secara berjamaah. Sampai saat ini dia mengakui bahwa hal itu masih menjadi program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil. Ditambah lagi program baru, satu desa/kelurahan satu rumah tahfiz. Selaku aparatur pemerintah hendaknya meski memberikan dukungan secara maksimal.

Wardan menjelaskan program keagamaan lainnya yang saat ini telah dijalankan. Di antaranya, Gerakan Salat Subuh Berjamaah dan Maghrib Mengaji. "Kita ingin pembangunan, tidak membangun secara fisik saja, tapi juga membangun mental spiritual dan keagamaan," jelasnya.

Sementara itu, Camat Batang Tuaka, Ricky Putra, berterima kasih kepada Bupati Wardan atas Program Peduli Dhuafa ini. Program tersebut sangat membantu warga kurang mampu ingin menyunatkan anaknya.

Ia juga mengatakan, Program Bupati dari segi keagaman sudah dilaksanakan seperti gerakan Salat Subuh Berjamaah. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin, sebagai Ketua Panitia Pelaksana menuturkan, tahun ini sunat massal dipusatkan di Kecamatan Batang Tuaka. Tidak ada alasan lagi anak-anak dhuafa terlambat bersunat.

"Tahun ini dipusatkan di Batang Tuaka pesertanya berjumlah 2.484 anak di Inhil. Mereka disunat secara gratis. Dengan sunat ini bagi anak laki-laki diharapkan menjadi anak salah," jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran program DMIJ tersebut, Wardan telah melakukan peninjauan terkait program magrib mengaji di Masjid Yayasan Amal Bhakti Pancasila (YAMP).

"Kegiatan magrib mengaji di sini terlaksana dengan baik, terutama ustad dan ustazahnya yang melakukan kegaiatan berdasarkan pola dan metode, ada cara yang memang sudah bagus. Metode yang digunakan sudah bagus namun perlu efektif lagi hingga nantinya sampai ke ceruk desa," ucapnya.

Wardan menyebutkan, program magrib mengaji sudah dicanangkan sudah berjalan tiga tahun dan memang perlu dilakukan evaluasi.

Ia mengharapkan, metode seperti ini harus dikembangkan di masjid-masjid yang ada di kecamatan, di desa, sehingga menjadikan kesan bagi anak-anak yang mengikuti program ini. "Jadi, perlu kita lakukan evaluasi sehingga kita mendapatkan satu pola yang memang efektif dan anak-anak belajar Al-quran dapat merasakan seperti sambil bermain. ketika mereka sedang ribut, ada metodenya supaya diam, supaya bisa serius, dan ketika mereka jenuh juga ada metode yang bisa dilakukan sehingga mereka kembali merasa nyaman," ungkap Wardan.

Yang terpenting dalam kegiatan magrib mengaji ini, lanjutnya, semua ada gerakan tertentu dan bisa lebih mengingat, disamping membaca ayat suci Al-quran murid juga dapat mengerti makna yang dia baca.

"Kita akan terus evaluasi, dan saya mengharapkan ada pelatihan terhadap guru sehingga ada keseragaman dan ada metode ketika daerah-daerah untuk mengembangkan hafalan, tajwid, dan yang lainnya," ujar Wardan.

Disamping itu, salah seorang tenaga pengajar magrib mengaji di Masjid Yayasan Amal Bhakti Pancasila (YAMP), Abdul Aziz, mengatakan, pihaknya melaksanakan magrib mengaji setiap malam Sabtu, Minggu, dan malam Senin.

Jumlah guru mengaji, secara keseluruhan sebanyak 10 orang. Rinciannya adalah, guru mengaji tetap sebanyak 7 orang sisanya masih "ngonor." Sedangkan yang belajar mengaji sebanyak 100 orang.

Kepala Kantor Kemenag Inhil, H Harun SAg MPd, menceritakan sekilas mengenai keberadaan penyuluh agama ini. Penyuluh agama diharapkan dapat menunjang program prioritas pemerintah, mulai dari Program magrib mengaji, DMIJ Plus Terintegrasi, hingga 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz.

“Salah satu tugas Penyuluh Agama ialah menyampaikan pesan-pesan pembangunan dengan bahasa agama, artinya memberikan kesejukan, ketentraman, kedamaian, dan konseling,” tegas Kepala Kantor Kemenag Inhil.

Hal senada juga disampaikan Bupati Inhil menyampaikan bahwa keberadaan penyuluh agama sangat diharapkan untuk membantu mengsosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat.

“Saya sudah berkomitmen, ada salah satu program prioritas yang namanya adalah DMIJ Plus Terintegrasi, plus terintegrasi inilah di mana keterkaitannya dengan Penyuluh Agama. Melalui DMIJ Plus Terintegrasi, sudah dituangkan dalam RPJMD 2018-2023 yang disahkan, saya sangat mengharapkan dukungan dan bantuan melalui penyuluh yang ada di lingkup Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir,” urai Bupati.

Periode ini, Pemerintah fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Magrib Mengaji yang masih menjadi salah satu program wajib, dan kini ditambah dengan Program 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz.

Program tersebut menjadi penting dan diharapkan sukses. Diutarakan Bupati Agamis ini, program agama tersebut lahir karena berawal dari kerisauan pemerintah terhadap kehidupan generasi milenial dewasa ini.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil Susilo SH, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Inhil, Ketua MUI Kabupaten Inhil, Narasumber, Penyuluh Agama se-Kabupaten Inhil, serta tamu undangan lain.

 

RR/CPL/RPC/ADV